Jakarta, Inspirasimakassar,com:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang miliaran rupiah dari puluhan pejabat di lingkungan Kementerian PUPR. Duit miliaran itu disita dalam bentuk belasan pecahan mata uang, termasuk dari Israel.

Setidaknya ada 14 mata uang yang berbeda yang disita KPK dengan besaran yang berbeda-beda pula. Namun apabila di-rupiah-kan, total uang yang disita kurang lebih Rp 46 miliar.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan total Rp 46 miliar itu disita dari 75 orang. Di antara 75 orang itu, ada 69 pejabat di lingkungan Kementerian PUPR yang mengembalikannya ke KPK. Untuk apa duit-duit itu?

“KPK menduga pembagian uang pada pejabat Kementerian PUPR terjadi massal pada puluhan pejabat di sana terkait proyek sistem penyediaan air minum,” kata Febri Diansyah pada wartawan, seperti lansir detikcom, Jumat, 5 April 2019.

Pengembalian uang itu diterima KPK sejak kasus suap terkait proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) diusut KPK. Dalam pusaran kasus ini, KPK menduga PT Wijaya Kusuma Emindao (WKE) dan PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) memberikan suap pada pejabat PUPR demi memenangi lelang proyek SPAM 2017-2018. Hasilnya, kedua perusahaan itu menang lelang 12 proyek dengan nilai Rp 429 miliar.

Suap diduga senilai 10 persen dari nilai masing-masing proyek. Duit haram itu kemudian diduga dibagi lagi, yaitu 7 persen untuk kepala satuan kerja (Kasatker) dan 3 persen untuk pejabat pembuat komitmen (PPK). Singkatnya ada 8 tersangka yang dijerat, antara lain:

  • Diduga sebagai pemberi:
  1. Budi Suharto (BSU) selaku Direktur Utama PT WKE;
  2. Lily Sundarsih (LSU) selaku Direktur PT WKE;
  3. Irene Irma (IIR) selaku Direktur PT TSP; dan
  4. Yuliana Enganita Dibyo (YUL) selaku Direktur PT TSP.
  • Diduga sebagai penerima:
  1. Anggiat Partunggul Nahot Simaremare (ARE) selaku Kasatker SPAM Strategis/PPK SPAM Lampung;
  2. Meina Woro Kustinah (MWR) selaku PPK SPAM Katulampa;
  3. Teuku Moch Nazar (TMN) selaku Kepala Satker SPAM Darurat; dan
  4. Donny Sofyan Arifin (DSA) selaku PPK SPAM Toba 1.

Kembali soal miliaran uang yang disita. Febri menyebut jenis mata uang itu terdiri dari 14 jenis yaitu rupiah Indonesia (Rp), dolar Amerika Serikat (USD), dolar Singapura (SGD), dolar Australia (AUD), dolar Hong Kong (HKD), Euro (EUR), poundsterling Inggris (GBP), ringgit Malaysia (RM), yuan China (CNY), won Korea Selatan (KRW), bath Thailand (THB), yen Jepang (JPY), dong Vietnam (VND), dan shekel baru Israel (ILS). Berikut detailnya:

  • Rp 33.466.729.500
  • USD 481.600 (dikonversikan menjadi Rp 6.820.539.600)
  • SGD 305.312 (dikonversikan menjadi Rp 3.192.793.797)
  • AUD 20.500 (dikonversikan menjadi Rp 207.080.750)
  • HKD 147.240 (dikonversikan menjadi Rp 266.018.508)
  • EUR 30.825 (dikonversikan menjadi Rp 490.094.380)
  • GBP 4.000 (dikonversikan menjadi Rp 74.285.000)
  • RM 345.712 (dikonversikan menjadi Rp 1.199.669.627)
  • CNY 85.100 (dikonversikan menjadi Rp 179.442.588)
  • KRW 6.775.000 (dikonversikan menjadi Rp 84.421.911)
  • THB 158.470 (dikonversikan menjadi Rp 70.496.964)
  • JPY 901.000 (dikonversikan menjadi Rp 114.386.455)
  • VND 38.000.000 (dikonversikan menjadi Rp 23.204.281)
  • ILS 1.800 (dikonversikan menjadi Rp 7.113.280)
BAGIKAN
Berita sebelumyaUnismuh Mulai Terima Maba, di Kedokteran Bisa Hemat Rp80 Juta
Berita berikutnyaWalikota Makassar Canangkan 1 April Hari Kabudayaan
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here