Makassar, Inspirasimakassar5.com:


Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas dan Dikmen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dr Sutanto SH MH mengatakan, ada empat kebutuhan esensial anak usia dini yang harus diperhatikan oleh orang tua.
Hal tersebut dikemukakan ketika membuka secara virtual Rakor PAUD dan Dikmas se Sulawesi Selatan di Aula Anging Mammiri BPPAUD dan Dikmas Sulsel, Rabu (23/9/2020) malam.
Rakor yang berlangsung secara tatap muka itu dilaksanakan dalam masa pandemi Covid-19, penyelenggara kegiatan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Baik kepada peserta maupun panitia.
Mengenakan masker dan menjaga jarak agar tidak terjadi kontak fisik. Kursi tempat duduk peserta pun diatur dengan jarak aman. Jika dalam kondisi normal sebuah meja biasanya diisi enam peserta, kali ini hanya ditempati tiga orang atau dua orang saja.
Peserta juga ditempatkan hanya satu orang per kamar di asrama. Dalam kondisi normal, kapasitas kamar di asrama BPPAUD dan Dikmas Sulsel bisa digunakan untuk dua atau orang.
Rakor yang berlangsung selama tiga hari di Makassar itu diikuti Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Bidang PAUD kabupaten / kota se wilayah kerja BPPAUD dan Dikmas Sulsel.
Empat hal kebutuhan esensial anak yang dimaksud Sesditjen Sutanto adalah; kesehatan, pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan. Itu harus menjadi perhatian dalam mempersiapkan anak memasuki usia sekolah.
Terkait kebutuhan kesehatan anak, orang tua selalu memberi makanan bergizi yang seimbang, bernutrisi, serta menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Termasuk mengajak anak berolahraga dan bercanda.
Mengenai kebutuhan pendidikan, orang tua harus bersinergi dengan anak dan satuan pendidikan. Memberikan stimulasi yang tepat sesuai dengan tumbuh kembang anak. Itu penting untuk perkembangan kognitif, psikomotorik, dan psikologis anak.
Dalam hal pengasuhan, terkait dengan pemenuhan kebutuhan esensial yang diberikan sebelumnya. Orang tua hendaknya memberikan pola asuh yang efektif dan positif.
Kebutuhan esensial keempat adalah perlindungan. Orang tua harus bisa mengelola emosi agar tidak berdampak pada anak dan menghindarkan mereka dari dampak kekerasan dalam rumah tangga. Di sini, anak juga diajarkan mengelola emosinya.
Di akhir pengarahannya, Sesditjen Sutanso memberi kesempatan kepada peserta untuk mengajukan pertanyaan yang dimanfaatkan oleh peserta dari Diknas Makassar, Parepare, dan Kabupaten Wajo. (Rusdi Embas)

BAGIKAN
Berita sebelumyaIndosat Dukung Kebijakan Pemerintah Terkait Kuota PJJ
Berita berikutnyaSat Brimob Polda Sulbar Tak Segan Tindak Masyarakat Tak Pakai Masker
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here