zazil-0

Kesuksesan seseorang dalam membangun bisnis adalah pelayanan maksimal. Siapapun konsumennya dan dari kalangan manapun, dilayani dengan baik dan telaten. Dengan pelayanan yang prima itulah, akan menghadirkan konsumen yang loyal, sekaligus  menjadikan bisnis itu semakin mendatangkan omzet besar.

Tarmuji misalnya. Pemilik usaha kue basah, Zazil Bakery ini memulai usahanya dengan mengedepankan pelayanan. Ia mengawali  dan memasarkan kue-kue buatannya ke kios-kios dan toko-toko di Batangase, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.  Rutinitas ayah empat anak itu disibukan dengan memperkenalkan usahanya dari toko yang satu ke toko lainnya. Kini, ia boleh bernapas lega, karena berkat kerja kerasnya sudah memiliki tiga cabang dan satu toko pusat. Omzetnya setiap hari Rp10 juta, atau Rp300 juta setiap bulan.

Sebelumnya, lelaki asal Desa Karangrejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur ini bekerja pada salah satu perusahaan kue di Surabaya, tahun 1970-an. Pengalaman pembuatan kue di kota pahlawan itulah yang membulatkan tekadnya “hijrah” ke Sulawesi Selatan. Tujuannya, selain memperkenalkan kue berkualitas dengan harga cukup terjangkau di daerah ini, juga untuk mengubah nasib.

Dia memilih Batangase. Di situ ia mendirikan usaha catering. Berkat kerja keras dan kegigihannya, usahanya dikenal banyak orang dan laris manis. Buktinya, meski belum genap dua tahun berkiprah, namun setiap hari, mampu membukukan penjualan yang lumayan besar.

Dalam beberapa waktu saja, Toko Zazil ini dikenal luas masyarakat, sekaligus permintaannya semakin meluas. Bahkan, pernah meraih penghargaan Master Brand Awad 2011 digelar Makassar Reseacrh.

kue zazil-1

Dari tahun ke tahun, omzet yang dicapai terus meningkat, sehingga membulatkan tekadnya membangun toko yang lebih besar pada tahun 2000. Namanya Zazil Bakery.

Mengapa usahanya yang terletak di Jalan Poros Maros Km.23 Batangase, Kabupaten Maros itu bernama Zazil Bakery? Munir, pimpinan cabang Zazil Bakery Sungguminasa, kepada Inspirasi,  mengaku, nama itu diambil dari satu-satunya anak perempuan si pemilik yang kebetulan lahir di Maros.

Kesuksesan demi kesuksesan yang diraih Zazil Bakery membuat Tarmuji terus melebarkan sayapnya. Tahun 2006, ia membuka toko baru di Jalan A.P. Pettarani, Makassar. Setahun kemudian dibuka lagi satu cabang di Jalan Poros Pallangga, Gowa. “Pembukaan cabang itu tidak lain agar lebih mendekatkan pelayanan Zazil Bakery kepada konsumen di wilayah selatan,” tutur Munir, seraya menambahkan, tahun 2011 Tarmuji juga membuka cabang di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar.

Kemajuan Zazil Bakery diraih Tarmuji, tidak  terlepas dari keinginan dirinya bersama sekitar 80 karyawannya membangun pasar dengan konsep penerapan harga terjangkau, tetapi dengan kualitas rasa yang terjamin. Langganan pun dari semua strata masyarakat, termasuk petinggi di daerah ini. Termasuk pesanan dari Kakanwil Agama Maluku ketika, Drs.H.Muhammad Pelupessy (alm) pernah memesan kue di Zazil Bakery, AP Pettarani untuk Hari Ulang Tahun Gubernur Maluku, Ralahalu.

Khusus Zazil Bakery Cabang Sungguminasa, Munir mengaku, dengan 7 orang karyawan mampu membuat sekitar 30 jenis kue basah. Diantaranya roll siram, roll biasa, roll mini, blac forest panjang, brownies oval, brownies love, Brownies panjang, kue lapis, bolu Hongkong mini, bolus susu, roti manis, roti martabak, roti coklat 6000, roti coklat 5000, roti coklat 1000, roti selai, roti bantal, roti tawar, roti kepang, roti matahari, roti sakura, roti wijen, roti moca, roti fla cery, hingga donat hias.

Harganya pun mulai Rp1000 hingga Rp25.000. Dari sekian jenis roti buatan Zazil Bakery itu, yang paling banyak diminati adalah roll siram (Rp25.000/buah), roll biasa (Rp25.000/buah), bolu susu (Rp18000/buah), roti coklat (Rp1000/buah), roti tawar (Rp7000/buah). “Roti yang kami di Zizal Bakery ini berciri khas, enak, murah, dan menyehatkan,” tuturnya, seraya mengaku, sebelum menjadiu karyawan Zazil Bakery terlebih dahulu ia ikuti pelatihan selama enam bulan.

 

Untuk membuka usaha kue basah membutuhkan

I. Alat-alat :

1.Oven 1000 watt

2. Mesin kocok (Rp3 jutaan)

3. Loyang

 

II. Bahan-bahan

1.Terigu

2.Mentega

3.Telur

4.Gula

5.Garam

 

BAGIKAN
Berita sebelumyaBisnis Dangke Enrekang Antar Anak Sunusi Raih Dokter di Bali
Berita berikutnyaSembilan Fraksi DPRD Makassar Sepakat Zonasi Aspirasi
Journalist Inspirasi Makassar. Lahir di Kutai Kartanegara, 25 Juli 1972. Studi SD hingga SMP (MTs As'adiyah) diselesaikan di sebuah desa penghasil batu bara, Santan Tengah, kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Menyelesaikan S1 di Fakultas Teknik Elektro, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Februari tahun 1999. Sementara pendidikan menengah atas ditempuh di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Watampone, Bone, Sulawesi Selatan. Mantan wartawan harian Fajar Makassar, penyiar dan reporter di radio berita Independen Fm serta kontributor Radio Berita 68H Jakarta.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here