zaenal

Makassar, Inspirasimakassar.com:

Anggota Komisi A DPRD Makassar, Zaenal Betta meminta ketegasan inspektorat  mengusut dan mengambil fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasum-fasos) berupa lahan yang masih dikuasai PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD). Pasalnya, begitu banyak lahan masyarakat dan fasum-fasos diambil  pihak GMTD. Selain itu GMTD telah banyak melakukan pembodohan ke pemerintah kota Makassar.

Legislator Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Makassar menilai, Pemerintah Kota Makassar terlalu lemah menghadapi GMTD. Dengan demikian,  banyak sinyalemen  yang digunakan GMTD  membangun tempat hijau. Padahal sesungguhnya di lapangan sebaliknya,  diambil alih untuk mendirikan perumahan.

Misalnya saja, demikian Zaenal Betta, setelah dirinya melintasi kawasan GMTD, dia melihat terdapat  papan bicara. Bunyinya,  akan dibangun rumah ibadah. Tapi seinggat saya lokasi disana itu 3.000 meter sekarang tinggal 1.000 meter.

Zainal Betta meminta,  pihak inspektorat sebaiknya  segera mengambil langkah cepat untuk mengambil alih  fasum-fasos dan lahan masyarakat yang diklaim miliknya GMTD.
Inspektorat juga jangan pernah mundur. (bko)

BAGIKAN
Berita sebelumyaTak Sekadar Berita, JOIN Bangun Masjid
Berita berikutnyaAnggota Komisi A DPRD Makassar Terima Aspirasi Warga Buloa
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Anak bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan MUh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa.