Makassar, Inspirasimakassar.com:

Orang nomor satu di Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto resmi menjadi Pembina Relawan Milenial Makassar (RMM). Walikota dua periode di Ibukota Sulawesi Selatan ini layak dan patut menjadi pembina organisasi yang dipimpin Ali Fauzi Mahmuda ini lantaranberjiwa muda, punya semangat, serta peduli kepada kaum milenial.

 Kepastian dan kesediaan Danny—sebutan walikota yang penuh ide dan gagasan gagasan cemerlang ini setelah Tim RMM bertandang ke kediaman pribadi di Jalan Amirullah, Senin, 20 Juni 2022. Tim RMM di antaranya, Ketua Umum Ali Fauzi Mahmuda, Sekretaris Dewan Pertimbangan Zhuchri Kasman, Ketua Harian Tarmizi Tahir, Wakil Ketua 1 Ketua Asrijal Syahruddin dan Ketua Bidang Resque dan Tanggap Bencana Andi Achmad Hidayat.

“Kehadiran kami di kediaman Pak Danny,  untuk menyampaikan permintaan agar Walikota Makassar itu  menjadi Dewan Pembina Relawan Milenial Makassar,” tutur Ali Fauzi Mahmuda, seraya menjelaskan kisah terbentuknya RMM kepada walikota, dilanjutkan dengan diskusi, utamanya masalah anak muda, program inovasi Pemerintah Kota Makassar, hingga mengenai agama.

Menurut Ali Fauzi Mahmuda, Danny Pomanto bisa menjadi patron anak muda, sebagai generasi inovasi untuk kebermanfaatan bagi masyarakat, dan bukan generasi ‘baperan apalagi mageran’. “Dan ternyata pada pertemuan tersebut, muncul sisi lain dari Walikota yang cukup paham mengenai ilmu tasawuf dan menjadikan anak Relawan Milenial Makassar semakin kagum dengan keluasan paham pada diri beliau,” urainya.

Ali Fauzin menambahkan, berbagai pesan walikota, di antaranya, berbuatlah walau banyak teman tidak muncul walau ada namanya.

 “Saya waktu muda berdua ja kerja ki kegiatan, padahal ada 100 orang nama panitia. Dipikir bahwa saya akan capek urus kegiatan sendirian. Tapi ternyata detail kegiatan yang saya urus sampai capek tersebut, membuat saya akhirnya bisa membuat ide seperti F8 yang dikenal mendunia. Skill itu yang tidak bisa didapat dengan titel tapi dengan mengurusi orang lain” tutur walikota seperti disebutkan Ali Fauzi.

Walikota menambahkan, dalam hal apapun, termasuk urusan politik, maka bermanfaatlah. “Makanya saya sangat memegang teguh nilai itu, sampai saya membuat satu jargon di politik, yaitu politik manfaat, bukan politik Kemanusiaan. Karena untuk kemanusiaan belum tentu bermanfaat, tapi hal yang bermanfaat pasti untuk kemanusiaan,” ujarnya.

Seperti diketahui, Relawan Milenial Makassar adalah organisasi yang awalnya di bentuk oleh pengurus beberapa organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, HMI dan beberapa organisasi lainnya. Relawan Milenial sangat aktif untuk kegiatan-kegiatan sosial di Sulawesi Selatan. (asrizal)

BAGIKAN
Berita sebelumyaJCH Sultra Tiba di Asrama Haji
Berita berikutnyaKafilah Bone Awali Pendaftaran Peserta MTQ XXXII
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here