Faisal Syarifuddin Salatalohy
Faisal Syarifuddin Salatalohy

Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menggelar Takhrij Thalabat di Auditorium Al Jibra Kampus II UMI, Jl Urip Sumoharjo Makassar. Sebanyak 2.728 wisudawan baik diploma, sarjana, magister, dan doctor dilantik dan dikukuhkan sebagai alumni kampus swasta terbesar di kawasan timur Indonesia itu dimulai hari Jumat, 13 Mei 2016 dan berakhir hari MInggu, 15 Mei 2016.
Rapat Senat tersebut dipimpin Rektor UMI, Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar MA didampingi anggota senat dan pengurus yayasan wakaf UMI. Hari pertama wisuda angkatan I tahun 2016 ini diikuti 652 alumni dari program Doktor, Magister dan Sarjana dari Fakultas Sastra dan Akademi Bahasa Asing.
Tampil sebagai wisudawan terbaik adalah Siti Muthmainnah Massi, dengan IPK 3.93. Wisudawan terbaik sekaligus alumni pertama Fakultas Sastra, Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris yang lahir di Makassar 14 Juni 1995 dari pasangan Baharuddin dan Ny Nurbaya ini menyelesaikan pendidikannya dalam waktu 3 tahun 8 bulan
Wisudah hari kedua, Sabtu 14 Mei hari ini UMI mengukuhkan 977 alumni dari Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Perikanan dan Fakultas Kedokteran Gigi. Sedangkan wisuda ketiga Minggu besok sebanyak 1.099 alumni dari Fakultas Agama Islam, Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian. Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Kedokteran, Profesi Dokter, Fakultas Ilmu Komputer dan Fakultas Farmasi.
Salah seorang wisudawan, Faisal Syarifuddin Sallatalohy usai diwisuda mengemukakan, dirinya bersyukur, karena bisa meraih sarjana. Pria kelahiran Siri Sori Islam, Kecamatan Saparua Maluku Tengah, 9 Januari 1992 ini mengaku, sekalipun ayahnya telah lama meninggal dunia, namun dia meyakini diri untuk melanjutkan pendidikan strata 2.
“Saya akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Magister. Makanya, setelah pengurusan nilai, saya akan berusaha mendapatkan beasiswa,” tutur alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat dengan IPK 3,30 ini.
Ecel, sapaan sulung dari dua bersaudara pasangan Hasanuddin (Alm) dan Farida (Nona) Sallatalohy ini mengambil judul skripsi “Kesiapan dan tatakelola BHD dalam pelaksanaan proper untuk meningkatkan kinerja lingkungan hidup perusahaan di Sulawesi Selatan tahun 2016”.
Sebagai bekal menuju ke jenjang magister, Ecel telah menyiapkan diri dengan berbaga pengetahuan, diantaranya penguasaan bahasa Inggris. “Saya telah mempersiapkan diri dengan bahasa Inggris melalui kursus. Dan, apa yang saya miliki sudha bisa digunakan di luar negeri,” urainya. (din)

BAGIKAN
Berita sebelumyaUbah Sampah Organik Jadi Listrik, Siswa 18 Tahun Menangi Lomba Sains Internasional
Berita berikutnyaIni Alasan Dokter Melarang Beri Kerupuk pada si Kecil
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Anak bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here