Makassar, Inspirasimakassar.com:

UIN Alauddin Makassar, di awal November ini, melakukan bedah buku berjudul ‘’Anak Muallaf Menjadi Professor Muslim’’. Buku yang merupakan Autobiografi Prof. Dr. H. M. Sattu Alang, MA, dengan Pembedah Dr. Muhammad Zain, M.Ag., Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, seperti dilaporkan Taufan Makmur, S.Ag, Staf LP2M UIN Alauddin Makassar.

Turut dihadiri Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Drs. Hamdan Juhannis M.A, Ph.D, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) UIN Alauddin, Prof. Dr. H.Muhammad Ramli, Dekan Fakultas Dakwah, Dr. Firdaus Muhammad, MA, dan sejumlah undangan lain.

Kegiatan yang berlangsung di ruang Lecture Theatre FDK UIN Alauddin, oleh penulis buku Prof. Sattu Alang merupakan kisah perjalanan hidup seorang muallaf yang dengan gigih menuntut ilmu pengetahuan, hingga menjadi professor dan diharapkan bisa memberi inspirasi/makna yang berarti dalam kehidupan, bahwa menuntut ilmu itu penting dalam rangka memberi bekal terhadap kehidupan seseorang.

‘’Pengalaman ini lalu menjadi penting jika dituangkan dalam sebuah hasil karya yang berupa imajinasi, melalui goresan tinta, di mana ke depan buku ini tidak hanya bermanfaat bagi penulisnya sendiri, akan tetapi anak-anak kelak generasi muda yang akan datang diharapkan dapat memanfaatkan buku ini,’’ tandas Sattu Alang mengulas buku yang dieditori Dr. Asrul Haq Alang, M.Pd.I, Senin, 2 November 2020.

Rektor UIN Alauddin, pada kesempatan itu sangat mengapresiasi penerbitan buku Prof. Sattu Alang, yang mengulas sosoknya yang kompleks, tapi hampir sempurna. Rektor juga menyambut baik terbitnya buku autobiografi seperti ini, dan berharap guru besar atau dosen UIN Alauddin, dapat lebih mengembangkan diri melalui kreasi cipta menulis buku pengalaman, dan penelitian yang dapat dijadikan referensi sumber ilmu pengetahuan.

Sementara Pembedah buku Muhammad Zain mengatakan, banyak pengalaman bersama Prof. Sattu Alang, terutama ke luar negeri. Dia mengakui sosok seperti Prof. Sattu Alang punya motivasi yang tinggi dalam bekerja, dan menggali ilmu pengetahuan, meski beliau termasuk pribadi yang sederhana.

Muhammad Zain berharap, pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian dan penulisan buku, serta jenis karya tulis ilmiah lainnya, diharapkan bisa terus berkembang dan lahir dari penulis-penulis yang ada, baik di kalangan guru besar, dosen maupun guru/ tenaga penddik, yang ada di sekolah maupun madrasah. (sudirman)

BAGIKAN
Berita sebelumyaSurvey Median, AKAS Unggul di Angka 34 Persen
Berita berikutnyaPemdes Khusus Pasitallu Berikan Bantuan Kepada Warganya
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here