Soppeng, Inspirasimakassar.com:

Pengembang perumahan di Soppeng inisial HS diduga telah menyalahgunakan uang tanda jadi untuk pembelian 1 unit bangunan beserta tanah dengan nilai Rp120.000.000 (seratus dua puluh juta rupiah)

Adapun kesepakatan antara pengembang dan pembeli, yaitu pada 26 Pebruari 2018 lalu. HS adalah oknum aparat penegak hukum selaku penjual kepada H.Ismail, anggota DPRD Soppeng selaku pembeli perumahan di BTN Villa Sanubari blok E nomor 13 di Kecamatan Lalabata, Soppeng.

Naas, setelah mendesak pengembang perumahan BTN Villa Sanubari, HS untuk menyerahkan dokumen alas hak objek jual beli, nyatanya pengembang telah memperjualbelikan kepada pihak lain yang dibebankan hak tanggungan di salah satu Bank di Soppeng.

Merasa tertipu, H.Ismail anggota DPRD Soppeng melalui penasehat hukumnya Arman Mannahawu melakukan somasi pada 8 Mei 2020, namun tidak diindahkan oleh pihak pengembang, sehingga mendatangi Polres Soppeng 23 Mei 2020 untuk melaporkan kasus dengan dugaan tindak Pidana penipuan dan penggelapan dengan STTLP/53/V/2020/Spkt.

” Jual beli yang dilakukan HS dengan orang lain terhadap objek yang sebelumnya telah dibeli terdapat peristiwa Hukum yang tidak beritikad baik,” ungkap Arman Mannahawu, seraya menambahkan, objek tanah dan bangunan yang sebelumnya telah dibeli, beban hak tanggungan adalah praktek yang patut dipertanyakan secara prosedural dan secara hukum.

Ditemui, Kamis 04/06/2020, H.Ismail meminta itikad baik HS untuk memulihkan hak selaku pembeli dan menyerahkan sepenuhnya objek tanah dan bangunan yang telah diperjualbelikan. Dia berharap kepada Polres Soppeng untuk terus melakukan penuntasan terhadap adanya laporan, serta mengadili secara internal yang mana sikap dan tindakannya dapat merusak citra Polri di Kabupaten Soppeng.

” Pihak Bank BRI cabang Soppeng untuk sekiranya berhati-hati jika akan melakukan proses lelang terhadap objek tanah dan bangunan, karena adanya polemik Hukum diatas tanah dan bangunan tersebut,” kilah H.Ismail.

Sementara Kasat Reskrim Polres Akp.Amri yang dikonfirmasi Kamis 04/06/2020 melalui pesan whatsappnya mengakui bahwa proses perkara HS sudah tahap penyidikan.

” Tidak membeda-bedakan oknum atau bukan oknum, karena semua orang sama dimuka Hukum,” ungkap Akp.Amri. Dia menambahkan, prinsipnya, dalam penegakan hukum sesuai konstitusi Indonesia, Pasal 27 ayat 1.

Sedangkan Pimpinan Bank BRI Cabang Soppeng yang berusaha untuk diwawancarai, tetapi jawaban dari Satpam yang sedang bertugas mengakui kalau bosnya sedang rapat. (Yusuf)

BAGIKAN
Berita sebelumyaEdarkan Obat-obatan Daftar G, Pria ini Diamankan Polisi
Berita berikutnyaYusran Terima Kunjungan DPRD Sulsel terkait Persiapan New Normal
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here