Saparua Timur, Inspirasimakassar.com:

Kehadiran 150 turis dari 12 negara masing-masing Perancis, Australia, Brasil, Jerman, Amerika, Belgia, Singapura, Spayol, New Zeland, Kanada, Switzeland, dan Inggris ke Negeri Said Perintah-Siri Sori Islam, Kecamatan Saparua Timur, Maluku Tengah, disambut hangat masyarakat. Mereka diterima Raja Siri Sori Islam, Deddy Pattisahusiwa,SE di rumah raja, Jalan Said Perintah, sekitar pukul 08.00 WIT, Jumat, 6 September 2019.

Mewakili masyarakat Siri Sori Islam, Raja Deddy Pattisahusiwa mengakui, sebagai tuan rumah, tentunya dirinya dan seluruh masyarakat  bangga. Penerima penghargaan “Nugra Jasadarma Pustaloka“—penghargaan tertinggi dibidang perpustakaan di Jakarta, Kamis 5 September 2019 itu terlihat menyapa satu persatu tamu dengan santun dan akrab. Keakraban sarjana ekonomi Universitas Padjajaran Bandung itu seakan menyambut suadaranya sendiri. Dia bertutur  menggunakan bahasa internasional, Inggris.

“Kami demikian bangga, karena kedatangan tamu nun jauh di sana. Jumlahnya pun banyak. Kami juga tidak tahu mengapa Negeri Siri Sori Islam ini mendapat tempat terhormat dari mereka. Sekalipun mereka berasal dari Negara lain, namun hubungan antarmanusia tetap terjalin dengan baik. Mereka tamu. Dan, sebagai tamu, kami menyambut mereka seperti raja. Kami jamu mereka dengan baik” ujarnya kepada  Inspirasimakassar.com:

Sementara, mewakili rombongan,   Kapten Kapal La Perouse AXE.05, Mr.Fabien Roche pun demikian. Ia juga  merasa senang datang bersama rombongan ke Negeri Siri Sori Islam. Masyarakatnya ramah. Kami juga disambut dengan meriah. Suatu waktu, kami akan kembali ke sini lagi,” demikian janjinya, seraya menambahkan, dirinya terkagum-kagum melihat keramahan masyarakat.

Di rumah raja juga, para tamu disuguhi tari sawat oleh siswa dari MAN 3 Malteng, termasuk cakalele dari siswa MIN. Setelah itu, para turis mancanegara mencicipi sajian kuliner khas. Ada Asida, kue cara, kue rampa (campuran kanari dan gula merah), sagu tumbu, kenari, dan lopis. Kuliner khas ini dipadu dengan kopi dan teh manis.  Laris manis. Habis.

Asidah berasal dari arab ini sudah menjadi makanan khas yang sering kita temukan dalam acara-acara keluarga, seperti tahlilalan, nikahan, khitanan, syukuran, dan acara keluarga lainnya. Asidah juga biasanya dihidangkan untuk tamu yang berkunjung ke rumah.

Seperti diketahui, Asidah adalah salah satu kuliner yang ada di Indonesia bersamaan dengan masuknya Islam ke Nusantara. Pada awalnya kue ini diperkenalkan oleh orang arab yang berdagang dan menyebarkan agama Islam di Nusantara kepada masyarakat melayu, kemudian menyebar ke seluruh lapisan masyarakat.

Selain kuliner, desa tetangga Ouw juga menampilkan sejumlah industry rumahan. Misalnya sempe, anyaman piring dari bambu, timbil dari bambu, sagu, dan gula merah. Ada pula pot bunga campuran beras dan tanah liat. Dan lainnya.

Pemberian cendramata oleh Mr.Fabian Roche kepada Raja Negeri Siri Sori Islam, begitu pula sebaliknya dari Raja Siri Sori Islam ke Mr.Fabian Roche. Sebelum kembali ke kapal untuk melanjutkan perjalan ke daerah lain, para turis juga sempat membidik masjid megah Baiturrahman, rumah adat Tomagola Paelamahu, rumah raja, dan sejumlah rumah tua. Di antaranya rumah tua Saimima di kompleks belakang raja, rumah tua Pattisahusiwa, rumah tua Patti, rumah tua Salatalohy, rumah tua Kaplale, dan rumah tua Sanaky.

Seperti diketahui, saat tiba di tanjung Manuhua Siri Sori Islam, tiga orang perwakilan dikalungi bunga diiringi group korsik GPM Jema’at Gereja Louhata Damai Negeri Siri Sori Kristen.

Sementara sejumlah anak muda Siri Sori Islam  berkomunikasi dengan tamu menggunakan bahasa Inggris. Di antaranya Sauky Saimima, wawi Saimima, Rais wali, wajira Saimima. Termasuk Boby (pellauw), Fandy (ambon), dan lainnya.

Dari Manuhua pula para tamu disambut dengan Hadarat. Di sepanjang perjalanan ada pagar hidup oleh murid SD Salaiku, SD Inpres.

Turut mendampingi Raja Siri Sori Islam Ipda Edmon Sapulete (mewakili Kapolsek Saparua), Serda Abdul Basir Patty (mewakili Danramil 03/Saparua), Raja Negeri Noloth, dan mewakili Danki Satgas Pam Rahman Yonif Raider Khusus 136/Tuah Sakti pos Pulau Saparua (SSK.3) Sertu Eddy Purnomo. (din)

BAGIKAN
Berita sebelumyaDirektorat Polairud Polda Sulbar Terima Kunjungan Kerja Tim Wantimpres
Berita berikutnyaPemkot Alokasi Rp2,33 M untuk Perbaiki Ruangan di Balaikota
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here