Kepulauan Selayar, Inspirasimakassar.com:

Perbincangan tentang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Selayar untuk masa bhakti 2021 – 2024 kian memanas dari hari ke hari. Selain memperbincangkan seputar regulasi juga sejumlah pasangan calon semakin mengemuka pula. Bahkan diprediksi dalam Pilkada yang akan digelar pada September 2020 nanti hanya bisa dikuti tiga pasangan calon. Itupun sudah termasuk pasangan calon melalui jalur perseorangan atau independen.

Sudah hampir dipastikan HM Basli Ali akan berpaket dengan H Saiful Arif, SH yang juga mantan Wakil Bupati Kepulauan Selayar periode 2010 – 2015. Dr H Zainuddin, SH MH diisukan akan berpasangan dengan Prof Dr Ir A Masyahoro Paello, M.Sc. Sementara Prof Dr Drs H Akbar Silo, M.S sementara melakukan penjejakan. Beliau juga telah mengincar H Saiful Arif, SH, Drs H Hasanuddin DM, M.Si serta sejumlah calon lainnya.

Zulfinas Indra mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kepulauan Selayar yang dimintai keterangan persnya seputar prediksi pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan ikut bertarung pada September 2020 mendatang kepada media ini menyatakan bahwa syarat untuk mendapatkan pasangan calon adalah apabila memperoleh paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) atau 25 persen dari akumulasi perolehan suara sah pada Pemilihan Legislatif 17 April 2019 lalu.

Dengan perolehan 10 kursi untuk Partai Golkar atau sekitar 40 persen suara di DPRD Selayar masih akan menjadi magnet dalam membangun koalisi. Apalagi posisi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar, HM Basli Ali yang juga sebagai Bupati Kepulauan Selayar dan incumbent.
     Jika kedekatan emosional dari partai yang memperoleh kursi di DPRD maka sangat dimungkinkan munculnya tiga pasangan calon bupati.

Karena untuk mengusung satu pasangan calon itu membutuhkan lima kursi di DPRD Selayar. Oleh karena itu, kita masih menunggu strategi dan komunikasi politik masing-masing bakal calon dengan partai politik. Dan posisi strategi ini bisa dimainkan oleh Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang masing-masing mempunyai tiga kursi di Dewan. Juga tidak menutup peluang bagi petahana untuk merangkul semua partai politik yang memiliki kursi di DPRD Selayar sehingga ruang bagi penantang sudah tertutup rapat untuk maju bertarung melalui jalur partai politik.” sebut Zulfinas.

Sebagai seorang petahana yang kembali mencalonkan diri maka langkah prioritas yang mesti dilakukan oleh HM Basli Ali adalah merangkul semua partai politik sehingga tidak ada ruang bagi pasangan calon lain untuk mendapatkan kendaraan. Karena dari sisi cost politik, itu jauh akan lebih menguntungkan, lebih murah dan lebih aman dibanding jika harus bertarung dengan pasangan calon lain. Sehingga bagi para penantang diharapkan dapat membangun komunikasi dengan partai politik untuk menjadi pengusung yang nantinya juga harus melakukan langkah antisipasi dengan menyiapkan diri melalui jalur perseorangan.” tambahnya.

Selain itu kata Zulfinas, terhadap bagi penantang juga dibutuhkan kapasitas dan kemampuan yang memadai melalui rekam jejak serta kemampuan untuk menawarkan suatu ide, gagasan dan terobosan yang berbeda dan sesuai tuntutan dan kebutuhan masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar. Sehingga nantinya pembangunan harus mampu melahirkan sebuah perubahan dalam menumbuhkan perekonomian masyarakat dan mampu memanfaatkan keunggulan komperatif dan kompetitif yang berbasis pada sektor pertanian, perikanan, kelautan dan pariwisata.

Apakah ada kemungkinan petahana berhadapan dengan kotak kosong pada Pilkada Selayar nanti ? Dinamika itu akan terpulang kepada bakal calon penantang untuk mengukur tingkat elektabilitas dalam mengkonsolidasikan dukungannya. Karena peluang keterpilihan incumbent dalam melawan kotak kosong sangat tinggi dan persentasenya mencapai 90 persen.” ungkap Zulfinas kepada media ini tadi malam di Warkop Kopita Jl Kemiri Benteng Selayar.

Menyikapi pernyataan Zulfinas Indra, Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (DPW KKSS) Sulawesi Tenggara, H Hasanuddin menilai jika justru analisa ini akan berbanding terbalik dengan fakta yang dirasakan oleh masyarakat Selayar. Dan justru saya menilai calon perseorangan tidak akan terlalu menanggung reziko biaya politik. Jika prediksi ini betul adanya maka incumbent justru akan mendapatkan penilaian negatif dari masyarakat sebagai bupati yang memiliki tingkat keserakahan yang sangat tinggi.” imbuhnya. (M. Daeng Siudjung Nyulle)

BAGIKAN
Berita sebelumyaKabid Pendidikan Madrasah Lepas JCH Asal Gowa
Berita berikutnyaABM Sebut Saran dan Usulan Fraksi Jadi Bahan Evaluasi
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here