Makassar, Inspirasimakassar.com :

Peristiwa penyerangan Sekretariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di  Makassar membuat geram berbagai elemen masyarakat. Tak terkecuali dari kader dan simpatisan PMII di Makassar dan Sulawesi Selatan saja, melainkan dari berbagai daerah, termasuk Pengurus Besar (PB) PMII.

Mantan Ketua PMII Cabang Makassar, Syamsuddin Hamid,SH misalnya, meminta pihak kepolisian segera  mengungkap dalang atau aktor penyerangan tersebut. Siapapun dan dari manapun oknum pelakunya segera diungkap dan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

Alumni Fakultas  Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini  menegaskan, seharusnya dalam era keterbukaan yang demikian maju saat ini, sudah tidak boleh lagi terjadi tindakan anarkis, apalagi penyerangan terhadap  orang lain yang  tidak ada kesalahan apa-apa.

“Jadi penyerangan terhadap Sekretariat PMII di Makassar,  merupakan  tindakan tidak terpuji. Tindakan anarkis, sekaligus tindakan tidak beradab. Apalagi, berakibat pada jatuhnya korban luka,” tegasnya.

Karena itu, demikian Syamsuddin Hamis, pihaknya meminta kepada Kapolrestabes Makassar, mengusut tuntas peristiwa kejahatan kemanusiaan tersebut.

“Dan, kami juga  meminta kepada adik-adik kader PMII  agar mempercayai kejadian tersebut kepada penegak hukum untuk mengusut secara tuntas,”  harapnya, seraya meminta seluruh kader PMII agar menahan diri, dan tidak melakukan aksi balas dendam.

Di bagian lain Syam—sapaan akrab  Advokat  ini meminta, tindakan kriminal yang menimpa kader PMII di Makassar tidak boleh terjadi lagi di masa datang. “Mari kita hidup dalam suasana damai. Mari kita menjaga dan saling menghormati, menghargai antar sesama. Mari kita jaga Kota Makassar agar lebih aman dan damai,” pinta Syam.

Seperti diketahui, penyerangan dengan melempar bom molotov, anak panah dan sajam jenis parang yang terjadi di sekretariat (Kantor) PMII Makasar Jl Pendidikan , Kecamatan Roppocini, Ahad 17 November 2019.

Dalam penyerangan tersebut, salah seorang kader PMII Makassar terkena panah busur di bagian perut dan di bawah mata kiri. Selain itu, juga ditemukan bom molotov di ruang tamu serta beberapa anak panah dan jam tangan yang diduga milik pelaku. (din)

BAGIKAN
Berita sebelumyaLC Makassar Rajawali Rapat Kabinet 2 Lions Club Internasional Distrik 307 B2 di Bandung
Berita berikutnyaPermudah Layanan Peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan dan PERSI Sepakati 3 Komitmen
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here