Toraja utara, inspirasimakassar.com:

Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah, mendukung penuh pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah Tana Toraja maupun Luwu Raya lewat pembangunan akses jalan baru penghubung antara Toraja Utara dan Luwu.

Jalan sepanjang 53 kilometer dengan rencana pengaspalan tahap pertama dengan lebar 7 meter. Sementara dalam perencanaan jalan tersebut lebarnya 14 meter.

“Jujur saja bahwa daerah ini sejak Indonesia merdeka, masyarakat di sini belum menikmati akses yang baik. Nah dengan perencanaan kita untuk menghubungkan bandara Bua dengan Rantepao, ini akan berdampak kepada masyarakat yang ada di sepanjang daerah ini terutama Bastem,” jelas Nurdin Abdullah, di Bastem yang merupakan perbatasan antara Toraja Utara dengan Luwu, Rabu, 30 September 2020.

Menurut dia, Bastem ini merupakan daerah yang sangat jauh dari Luwu maupun Rantepao, Toraja Utara. Olehnya itu, dirinya berharap mudah-mudahan dengan adanya akses jalan tersebut dapat membantu masyarakat setempat.

“Bastem ini memang kalau kita melihat kondisi masyarakat disini masih sangat jauh tertinggal. Kita berharap dengan akses ini terbuka, mudah-mudahan masyarakat di sepanjang jalan ini mudah-mudahan bisa mendapatkan inpek terutama peningkatan kesejahteraan mereka,” katanya.

Apalagi, katanya, produk-produk hasil pertanian masyarakat dinilai lebih mudah diakses ke pasar, dibandingkan dengan sebelum jalan tersebut dibuka, masyarakat setempat masih mengandalkan jalan kaki untuk mencapai Kota Rantepao Toraja Utara atau Luwu.

“Produk-produk hasil pertanian mereka juga sudah lebih mudah diakses ke pasar, dan yang lebih penting lagi segera Toraja, dan Luwu Raya ini adalah daerah tentu punya potensi yang sangat besar, bukan saja pariwisata, tapi banyak produk-produk unggulan yang lain,” ujarnya.

Lebih lanjut Nurdin Abdullah, menjelaskan, dengan akses tersebut turis yang selesai menikmati wisata di Toraja bisa langsung menikmati keindahan pantai di Luwu dan Palopo.

“Kemudian dengan akses ini selesai, turis-turis yang ada di Toraja tentu lebih mudah mereka datang ke ke Luwu, Palopo menikmati daerah pantai. Jadi saya kira ini sebuah akselerasi yang sangat bagus,” tuturnya.

“Harapan kita, mudah-mudahan 2021 jalan ini semua tuntas, karena memang kita berharap setelah jalan Rantepao Palopo putus, ini akan menjadi jalan pengganti. Oleh karena itu, kami sudah menyerahkan akses jalan ini ke Menteri PUPR untuk menjadi jalan nasional,” tutupnya. (ishadi ishak)

BAGIKAN
Berita sebelumyaDosen Unismuh Makassar Telah Mempublikasi 38 Artikel di Jurnal Terindeks Scopus
Berita berikutnyaDirektur BI Serahkan Uang Pecahan 75.000 untuk Rektor Unhas
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here