Kepulauan Selayar, Inspirasimakassar.com  :

 Dulu muncul sebuah image jika, Selayar adalah tempat pembuangan para pejabat-pejabat nakal di Sulawesi Selatan. Namun itu hanya image. Selayar itu adalah surganya dunia. Sebab Selayar memiliki Taman Nasional Laut Taka Bonerate yang merupakan taman nasional laut terindah ketiga di dunia.

Selain itu, Selayar juga mempunyai potensi yang melimpah dan sangat menjanjikan. Olehnya itu, Gubernur Sulawesi Selatan datang untuk mensupport agar Kabupaten Kepulauan Selayar bisa menjadi kabupaten kebanggaan bagi masyarakat Sulawesi Selatan.

Pernyataan itu dikemukakan Penjabat Bupati Kepulauan Selayar, Dr H Asriady Sulaiman, S.IP, M.Si ketika memberikan sambutan pada acara peninjauan Pelabuhan Ferry Pattumbukang oleh Gubernur, Prof Dr Ir HM Nurdin Abdullah, M.Agr di Pattumbukang Jumat, 9 Oktober kemarin.

           Gubernur juga menghadirkan Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang akan merancang kabel listrik bawah laut. Sehingga ke depan, pelayanan PLN terhadap konsumen di daerah ini akan menyamai dengan pelayanan yang dilakukan di daratan Pulau Sulawesi.

Tinggal upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Propinsi (Pemprop) dapat menyatukan tekad dan visi dalam upaya mewujudkan dan mendorong Kabupaten Kepulauan Selayar untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Kawasan Timur Indonesia. “Dengan hadirnya KEK Pariwisata maka Selayar akan menjadi destinasi unggulan di Sulsel.” ungkapnya. 

 Untuk menunjang program ini tambah Prof Nurdin Abdullah, tentu sarana dan prasarana serta infrastruktur dan fasilitas akan segera dibenahi. Diantaranya pelebaran, perluasan dan perpanjangan Bandar Udara H Aroeppala Padang menjadi 2.500 meter, pembangunan jalan hotmix disepanjang lingkar timur Pulau Selayar, rehabilitasi Pelabuhan Ferry Pattumbukang yang akan menghubungkan Pelabuhan Labuang Bajo di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB) serta Propinsi Bali.

Rehabilitasi pelabuhan Pattumbukang yang diperkirakan akan menelan dana sebesar Rp 21 miliar akan menjadi etalase Kabupaten Kepulauan Selayar. 

          Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan akan menjadikan Pelabuhan Pattumbukang sebagai pelabuhan yang bersih dengan memiliki fasilitas yang lengkap serta mempunyai terminal  yang nyaman yang akan mengundang wisatawan untuk berkunjung ke Bumi Tanadoang Selayar.

Dengan hadirnya pelabuhan yang refresentatif nantinya akan membuka akses dan konektifitas antara propinsi di Indonesia sebagai upaya untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan asing, domestik maupun mancanegara.

         Jalan poros dari Barang-Barang menuju Pelabuhan Ferry Pattumbukang akan menjadi standar jalan di Selayar. Melihat pentingnya peningkatan jalan sebagai prasyarat untuk mewujudkan KEK Pariwisata, Gubernur kembali berjanji akan menghadirkan Balai Jalan Nasional di Selayar.

“Saya akan undang Balai Jalan ke Selayar untuk melakukan kajian dan survey sehubungan rencana pelebaran jalan. Terkait peningkatan sarana air bersih, Pemprop hanya meminta data potensi sumber air saja. Selebihnya sudah menjadi tanggungjawab Pemprop Sulsel. Apalagi tahun ini kita sudah memberikan bantuan mesin pengelola air yang dapat langsung diminum. Sehingga diharapkan tahun 2021 Pemprop dapat kembali memberikan bantuan di 5 pulau dalam kawasan Taman Nasional Laut Taka Bonerate,” ujarnya.

Disamping itu, untuk memperlancar arus penyeberangan antar pulau, Pemprop juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 40 miliar untuk pengadaan kapal fery penyeberangan dilintasan Pattumbukang, Kayuadi, Jampea, Bonerate dan Kalao Toa. Oleh karena itu Gubernur Sulsel tetap menunggu masukan dan permintaan dari Pemda Kepulauan Selayar untuk mendorong proses percepatan pembangunan di Bumi Tanadoang ini.

             Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kepulauan Selayar, Drs H Basok Lewa menjelaskan,” Kabupaten Kepulauan Selayar memiliki tiga program strategis.

Khusus di bidang kepariwisataan, masyarakat menghendaki terwujudnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Dan ini akan dapat terwujud jika Gubernur Sulawesi Selatan memberikan perhatian yang lebih untuk difasilitasi kepada Presiden RI guna terbitnya Keputusan Presiden tentang penetapan KEK Pariwisata di Kabupaten Kepulauan Selayar.

          Adapun lokasi perencanaan pembangunan KEK Pariwisata berada di Pulau Gusung bagian barat yang secara administrasi pemerintahan berada diwilayah Kecamatan Bontoharu. Termasuk di Pulau Kawuno sebelah selatan Pulau Kayuadi wilayah Kecamatan Taka Bonerate. Dan terakhir dipantai timur ujung selatan Pulau Selayar serta di Pulau Bahuluang dalam wilayah Kecamatan Bontosikuyu..

 Selain itu juga akan dibangun Kawasan Industri Perikanan Terpadu di Hangkoang Desa Lowa yang masih berada diwilayah Kecamatan Bontosikuyu. Jarak dari Pelabuhan Ferry Pattumbukang ke Hangkoang jika melalui jalur laut hanya dikisaran 500 meter. Namun jika melalui jalur darat dari Pattumbukang berada di kisaran 2 km.

Karena itu diharapkan dengan rencana ini tidak saling mengganggu antara pelayanan di Pelabuhan Pattumbukang dengan pelayanan di Kawasan Industri Perikanan Terpadu nantinya. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar sudah melakukan survey dan kajian bahkan sudah sampai pada pelaksanaan kajian bisnis dan pelaksanaan analisa dampak lingkungan (amdal) namun karena diperhadapkan dengan Covid 19 sehingga mengalami penundaan anggaran. 

           Disamping itu, Gubernur Sulsel juga diminta dapat memberikan bantuan untuk penyelesaian jalan lingkar Pulau Jampea yang hingga kini masih ada sekitar 14 km pada lingkar selatan belum pernah mendapatkan sentuhan jalan hotmix. Karena itu dengan kehadiran Gubernur, Prof Dr Ir HM Nurdin Abdullah, M.Agr yang didampingi oleh putra terbaik Selayar dan terpilih sebagai Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Sulawesi Selatan bisa memberikan solusi guna penuntasan jalan lingkar Pulau Jampea dalam waktu yang tidak lama.

Kedua putra terbaik ini adalah mantan Bupati Selayar dua periode, Drs HM Akib Patta dan H Ariady Arsal, S.P, M.Si (M. Daeng Siudjung Nyulle)

BAGIKAN
Berita sebelumya25 Tahun Program Doktor Ekonomi Unhas Gelar Webinar Peranan OJK
Berita berikutnyaLegislator Makassar Akui, Motor untuk RT/RW Dilan Lebih Cepat
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here