Di depan Menara Kembar-Ketua AMTI Sulsel, Dr.Ir.Hj.Apiati Amin Syam (tengah)

Kualalumpur, Inspirasimakassar.com :

Sehari setelah tiba di Kualalumpur, Ahad, 21 Juli hari ini, rombongan Assosiasi Majelis Taklim Indonesia (AMTI) Sulawesi Selatan mengunjungi gedung pencakar langit di ibukota negeri Jiran tersebut. Rombongan dipimpin Ketua AMTI Sulsel, Dr.Ir.Hj.Apiaty Amin Syam,M.Si sempat berpose di depan menara kembar yang diarsiteki perancang asal Argentna, Cesar Pelli setinggi 1.484 kaki atau 452 meter ini.

Di menara kembar Petronas (Petronas Twin Towers) yang dibangun selama lima tahun (mulai 1992-1997), sekaligus merupakan icon Kuala lumpur abad 21 itu, rombongan AMTI Sulsel juga menyempatan diri shalat dhuhur berjamaah, sekaligus kashar shalat ashar.

Ketua AMTI Sulsel, Hj.Apiaty Amin Syam mengemukakan, kunjungannya ke menara kembar yang terletak di antara Jalan Ampang dan Jalan Raja Chulan– tak jauh dari Mandarin Oriental Hotel dan di seberang The Ascott itu bukan tanpa alasan.

Selain terinspirasi memanfaatkan momen wisata religi untuk melihat secara langsung bentuk geometris yang ditemukan pada arsitektur Islam,
juga untuk melihat eksterior dari menara setinggi 88 lantai yang dirancang menyerupai motif kesenian Islam tersebut.

Bahkan, sekaligus melihat pengaruh seni Islam lainnya dalam bangunan ini terlihat pada penampang lintang kedua menara yang berbentuk Rub al-hizb. Di bawah bangunan ini, terdapat sebuah Taman KLCC yang disediakan sebagai jalur berjoging dan berekreasi. Ada kolam air mancur yang dihiasi pertunjukan cahaya, kolam rendam, dan arena bermain anak-anak.

Di Taman KLCC ini juga terbentang alam luas dan tertata cantik. Daya tarik wisata di sini, karena terdapat pula Kompleks Perbelanjaan Suria, Gedung Orkestra Petronas, Pusat Sains Petrosains, Galeri Seni Petronas, dan Kuala Lumpur Convention Centre, tempat Aquaria Oceanorium berada.

Salah seorang pengurus AMTI Sulsel Hj.Ida Hariaty Linggojiwo mengemukakan, setelah mengunjungi menara kembar, rombongan langsung menuju Selat Malaka.

“Di Bandar Malaka Bersejarah itu dekat laut yang begitu indah. Perjalanan menggunakan bus dari menara kembar ke Bandar Malaka sekitar 3 jam,” tuturnya. (din pattisahusiwa)

BAGIKAN
Berita sebelumyaMuh Rasbi : JCH Kloter 18 Asal Papua Langsung Jeddah
Berita berikutnyaDr Abdi M.Si Jadi Sekretaris (BAN-S/M) Sulsel
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here