Makassar, Inspirasimakassar.com:b

Ketua DPRD Makassar Farouk M Betta mengingatkan anggota DPRD lainnya bahwa berbicara refleksi bukan hanya bicara tahun 2018 tetapi ini juga termasuk rangkaian rekflesi di akhir tahun priodesasi anggota DPRD baik dari sisi kinerja kepekaan dan lainnya.

“Ini yang menjadi ukuran bahwa di tahun 2019 ini ada Reward dan Punishment. Kalau masyarakat menilai kinerja anggota dewan menjadi baik maka Rewardnya akan dipilih kembali, Punishmentnya kalau dianggap kinerjanya lemah maka itu menjadi penilian tersendiri bagi masyarakat. Jadi berbicara tefleksi satu tahun anggota DPRD bukan hanya di priode 2018 tetap akhir priode anggota DPRD,” terang Aru, usai menghadiri kegiatan Kemitraan anggota DPRD Makassar bersama masyarakat, di Jalan Inspeksi Kanal, Kelurahan Kerung – Kerung, Kecamatan Makassar, pada Rabu (5/12/2018).bb

Terkait kinerja anggota DPRD Makassar, Aru mengakui bahwa dari tiga fungsi DPRD yang sedikit agak lemah dari sisi legislasi pembuatan Perda. Hal ini dikarenakan pihaknya tak bisa memberi batasan waktu bahwa pembahasan Perda sekian bulan harus selesai.

“Terkadang ada pembahasan Perda yang lewat dari waktunya hal ini dikarenakan ada beberapa aspek pertimbangan, apakah nanti setelah Perda ini disahkan akan bermanfaat bagi masyarakat. Itu yang menjadi perosoalan kita sebab untuk menentukan satu aturan itu bukan hanya menyangkut untung rugi tetapi banyak aspek yang dipertimbangkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, sekarang ini ada tiga Perda yang sementara di fasilitasi di Provinsi Sulsel, tiga lainnya sementara dalam tahap pembahasan.

“Kalau ini mampu dikomunikasikan dengan baik, saya fikir masih ada waktu untuk memaksimalkan Perda ini diketuk di bulan Desember,” tandasnya.(humas dprd kota makassar)

BAGIKAN
Berita sebelumyaRefleksi Akhir Tahun, DPRD Makassar Diskusi Optimalisasi Kinerja
Berita berikutnyaDPRD Tetap Dorong Pemkot Bangun SMP di Kecamatan Makassar
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Anak bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan MUh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here