Ely Toisutta

Ambon, Inspirasimakassar.com :

Peran perempuan di berbagai sektor semakin terlihat nyata. Bila dulu kaum hawa ini sekadar mengurusi rumah tangga, namun kini mereka mampu berubah untuk terus berkarya. Salah satunya Ely Toisutta.

Legislator  Partai Beringin Rindang ini menjadi perempuan pertama di Maluku memimpin DPRD Kota Ambon. Kepercayaan dan amanah yang berada di pundak puteri Lease- Kecamatan Saparua Timur (Siri Sori Islam) ini, tentunya akan dijaga. Mantan Wakil Ketua DPRD Ambon ini pun menyadari, dirinya bukanlah yang terbaik, tetapi, bersama rekan-rekannya di lembaga terhormat tersebut berjanji, memaksimalkan kinerja bagi masyarakat di Kota Manise itu.

Tentunya, partai kuning tempat Ely berkiprah pun tidak salah menjatuhkan pilihan kepadanya. Tidak lain karena, kemampuan diplomasi, gaya kepemimpinan, merangkul, dan tentunya peka terhadap persoalan-persoalan publik, demi kesejahterakan rakyat.

Rabu, 11 September, Elly bersama 34 rekannya dilantik sebagai anggota DPRD Kota Ambon masa jabatan 2019-2024, oleh Kepala Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Pasti Tarigan. Disaksikan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, dan pejabat lainnya.

Ely tahu persis, lembaga yang dipimpinnya, berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan di kota manise itu. Peran,tugas pokok, dan fungsi dewan menjadi penyemangat untuk bersama-sama Pemerintah Kota Ambon untuk membangun ibukota Maluku itu lebih baik.

Di sela-sela paripurna DPRD Kota Ambon, Richard Louhenapessy menyampaikan pesan Gubernur Maluku, Murad Ismail.

“Gubernur meminta agar DPRD periode 2019-2024 bisa membangun komunikasi sehat dan positif dengan eksekutif.  Sehat dan positif mesti ini dimaknai sebagai upaya menciptakan kemitraan yang harmonis, sinergis dan efektif, tetapi tetap kritis konstruktif.  Bangun juga kerjasama dengan TNI/Polri, para latupati, tokoh agama, tokoh adat, generasi muda anak negeri dan pihak lainnya selaku sumber potensial yang sama-sama punya komitmen kuat membangun kota ambon,” tutur Richard Louhenapessy saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Maluku.

Murad meminta DPRD Ambon lebih mementingkan kepentingan publik ketimbang kepentingan partai politik. Sebagai politisi, tentunya ada ikatan psikologis yang lebih kuat sebagai perpanjangan tangan parpol. Namun demikian, sebesar apapun kepentingan parpol, kepentingan publik lah yang lebih besar.

DPRD memiliki fungsi legislasi, fungsi anggaran dan pengawasan. Dari fungsi-fungsi ini, demikian Murad, DPRD harus mampu memecahkan masalah, bukan justeru menambah masalah. Apalagi, fungsi legislasi itu sendiri mengenai pembentukan produk peraturan daerah bersama-sama dengan kepala daerah.

Pelaksanaan fungsi ini tidak semata-mata berangkat dari basis keilmuan dan dasar akademik saja, namun jauh lebih penting bahwa sebuah perda mestinya menjadi refleksi dari aspirasi kebutuhan rakyat, mampu memecahkan masalah dan bukan justeru menambah masalah.

DPRD harus komitmen dengan tugas yakni menempatkan alokasi dana yang berorientasi pada tugas prioritas seorang kepala daerah yaitu menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran, mensejahterakan masyarakatnya serta menjamin perlindungan terhadap sumber daya alam agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi masa kini maupun yang akan datang.

Khusus fungsi pengawasan, harus lebih diefektifkan lagi. Sebab, lemahnya pengawasan juga menjadi faktor penyumbang terjadinya berbagai pelanggaran. Ini fakta yang banyak kita lihat di beberapa wilayah di Indonesia.

Tuntutan percepatan pembangunan dan perkembangan jaman mewajibkan DPRD untuk mendorong peningkatan kapabilitas dan kualitas serta profesionalisme DPRD harus merata dan seimbang.

“Nah inilah poin-poin yang diminta pak Murad. Sebab, Pak Murad tidak mau dan menghindari betul jangan sampai ada kepala dinas atau pejabat di Ambon yang kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan semacamnya,”tandas Louhenapessy.

Pelantikan ini sesuai surat keputusan Gubernur Maluku Nomor 174 Tahun 2019 tentang Peresmian Pemberhentian Anggota DPRD Kota Ambon masa jabatan 2014-2019 dan SK Gubernur Nomor 175 Tahun 2019 tentang Peresmian Pengangkatan Anggota DPRD Kota Ambon masa jabatan 2019-2024.

Ke-35 anggota DPRD Kota Ambon terpilih pada Dapil I Kota Ambon yang dilantik yakni :

Dapil  I yakni  Swenly Hursepuny (PKB),Johny Paulus Wattimena (Gerindra), Lucky Leonard Upulatu Nikijuluw (PDIP), Frederika Latupapua Noya (Golkar), Christian Latumahina (Nasdem), Patrick Moenandar (Perindo),Julius Joel Toisuta (Demokrat), Juliana Pattipeilohy (PKPI).

Dapil Ambon II:

Gunawan Mochtar (PKB), Rustam Latupono (Gerindra),Margaretha Siahay (Golkar),Nathan Polonda (Nasdem), Yusuf Wally (PKS), Johan Van Capelle (Perindo), Andi Rahman (PPP), Hadiyanto Junaidi (Hanura).

Dapil Ambon III:

Ely Toisuta (Golkar), Ary Sahertian (PKB), Astrid Y Soplantila (Gerindra), James R Maatita (PDIP),Gerald Mailoa (PDIP), Johny Mainake (NasDem), Radiwin La Ode Ido (Perindo),Helmy Tehupuring (Hanura), Risna Risakotta (Demokrat).

Dapil Ambon IV

Christianto Laturiuw (Gerindra), Jafri Taihuttu (PDIP), Zeth Pormes (Golkar),Morits L Tamaela (NasDem), Saidna Azhar Bin Tahir (PKS), Hari Putra Far-Far (Perindo), Taha Abubakar (PPP), Ricky Davids Helaha (Hanura),Obed Souisa (Demokrat), Jacob Usmany (PKPI). (SH)

BAGIKAN
Berita sebelumyaDirlantas Polda Sulbar Minta Jaga Harkamtibmas
Berita berikutnyaPemkot Makassar Bubarkan Perusda Pemotongan Hewan
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here