Kepulauan Selayar, Inspirasimakassar.com :

Puluhan warga calon penerima bantuan berupa beras kualitas premium yang dihadirkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dari tiga kelurahan dalam Kota Benteng merasa kecewa setelah tiba di Rumah Jabatan Bupati di Jl Jenderal Sudirman, Rabu (07/08/19) usai diberikan pengarahan oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Dr Ir H Marjani Sultan, M.Si diruang rapat pimpinan lantai II Kantor Bupati Kepulauan Selayar tadi pagi.

Pasalnya dalam pertemuan yang hanya berlangsung sekitar setengah jam yang dihadiri oleh Asisten II Setda, Ir H Arfang Arief, Kepala Dolog Kolo-Kolo Selayar, Hairul Saleh serta sejumlah instansi terkait, mereka para calon penerima bantuan diarahkan untuk mengambil langsung berasnya di Rujab Bupati Jl Jenderal Sudirman Kelurahan Benteng. Kecewanya, karena setelah mereka tiba dilokasi yang ditunjuk ternyata barang itu tidak mencukupi. Hanya sekitar 70 karung. Akhirnya banyak yang kembali hanya dengan tangan kosong.


       Nasrah (55) warga Jl S. Parman Lorong Sepakat mengaku kecewa dengan arahan Sekda. “Jauh-jauh kita jalan kaki dibawa teriknya matahari dari Jl S. Parman menuju Rumah Jabatan Bupati, lalu kemudian jalan kaki lagi ke Kantor Bupati karena rapatnya dipindahkan dan kemudian jalan kaki lagi ke Rujab namun yang didapatkan hanya capek. Karena mereka para pegawai Dinas Sosial lagi-lagi beralasan jika barangnya ada di Kantor Kelurahan masing-masing. Capeknya saya jalan kaki hanya dengan mengejar 10 kg beras untuk hidup.” ujarnya dengan mimit kecewa sambil berjalan.

Pulang dengan tangan kosong


      Hal senada juga dilontarkan Nur Salam warga Bonehalang Kelurahan Benteng Selatan saat dicegat diatas becak yang ditumpanginya di Rujab Bupati. “Kami pulang dengan tangan kosong pak. Padahal kita telah menyewa becak jauh dari Bonehalang namun tiba di Rujab ternyata kita tidak kebagian. Terpaksa kita harus pulang dengan gigit jari. Katanya beras itu sudah ada di Kantor Lurah. Untung baik kalau sampai di Kantor Lurah kita tidak disuruh lagi ke rumah kepala lingkungan. Sepertinya kita ini dijadikan boneka mainan oleh Pemerintah Daerah. Sepertinya kita dipimpong kiri kanan. Demi untuk mendapatkan sesuab nasi kita ikuti saja perintah mereka.” tuturnya.

Jalan dibawa terik matahari dari Rujab ke Kantor Bupati kemudian kembali ke Rujab hanya untuk mendapatkan bantuan, tapi kecewa karena tak kebagian dan diarahkan lagi ke Kantor Lurah


     Awaluddin seorang staf Dinas Sosial setempat yang juga sebagai pengelolah bantuan ketika dikonfirmasi via selulernya menyatakan jika beras itu dipindahkan ke Kantor Kelurahan atas permintaan para Lurah kepada Dinas Sosial. Sehingga yang sempat didistribusikan ke Rujab oleh pegawai Dolog Kolo-Kolo baru sekitar 70 karung. Sisanya itu yang didrop langsung ke tiga Kantor Kelurahan yaitu Benteng, Benteng Utara dan Benteng Selatan. Awaluddin juga mengaku sempat mendapat teguran keras dari Sekda akibat banyaknya warga yang merasa kecewa.
       “Tadi saya sempat ditegur oleh pak Sekda. Katanya tidak ada beras di Rujab. Tapi saya jawab ada pak hanya sekitar 70 karung. Sisanya sudah ada di Kantor
Lurah se Kecamatan Benteng. Ada 130 KK yang memperoleh bantuan beras kualitas premium dalam Kota Benteng untuk tahun 2019 ini.” imbuhnya.
      Sekretaris Daerah Kepulauan Selayar, Dr Ir H Marjani Sultan, M.Si yang dikonfirmasi terpisah melalui WhatsAppnya kepada media ini menjelaskan,” Jika beras bantuan itu dipindahkan ke Kantor Kelurahan dalam wilayah Kecamatan Benteng atas permintaan dari Lurah masing-masing. Biar Lurahnya juga punya wibawa. Tapi saya akan tegur pengelolahnya itu di Dinas Sosial.” katanya. (M. Daeng Siudjung Nyulle)

BAGIKAN
Berita sebelumyaIqbal : Hewab Kurban Harus Sehat
Berita berikutnyaBPJPH Sosialisasi Jaminan Produk Halal di Makassar
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here