Kepulauan Selayar, Inspirasimakassar.com :

Demi Selayar menuju perubahan, Prof Dr Drs H Akbar Silo, MS rela meninggalkan istri, anak hingga berbulan-bulan. Tak terkecuali jabatannya. Ia tidak ingin melihat rakyat Selayar berada dalam kegelisahan menanti kesejahteraan dan perubahan di tanah kelahirannya, Bumi Tanah Doang.
Kini Kepala Badan Pengembangan Inovasi dan Kinerja Universitas Cendrawasih Papua sedang bergerilya melakukan pendaftaran sebagai bakal calon Bupati disejumlah partai politik yang sedang membuka pendaftaran secara resmi. Diantaranya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI.P), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Golongan Karya (Golkar).
         “Dari empat partai politik yang membuka pendaftaran bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Selayar untuk periode 2021 – 2024, hanya Partai Golkar yang terbanyak persyaratannya. Ada lebih 10 poin. Namun menurut Prof Akbar kata Junaedy Samad, persyaratan itu bukan menjadi penghalang untuk mendaftarkan diri secara resmi di partai berlambang beringin rindang itu. Dan ini menjadi salah satu bukti keseriusan mantan Direktur Pasca Sarjana Uncen Papua untuk melakukan gerakan perubahan menuju Masyarakat Selayar Sejahtera dan Bermartabat.” kata Junaedy yang ditemui media ini di Sekretariat Pusat Pemenangan Prof Akbar Silo (PAS) di Jl Diponegoro Benteng, tadi malam.
         Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (DPW KKSS) Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs H Hasanuddin DM, M.Si kembali menegaskan bahwa keseriusan Prof Akbar Silo untuk melakukan gerakan perubahan di Selayar bukanlah sebuah isapan jempol belaka. Prof Akbar Silo ingin menjadikan rakyat Selayar menjadi masyarakat madani dan sejahtera kedepan. Olehnya itu, mestinya politik uang harus dilawan dalam menghadapi kontestasi Pilkada tahun 2020 nanti. Mengusung calon Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Selayar untuk periode mendatang tidak mesti dengan mengandalkan kekuatan finansial untuk meraih sebuah kemenangan. Akan tetapi sebagai masyarakat Selayar yang berada di tanah rantau ingin mengajak semua komponen untuk melakukan gerakan moral tidak menerima uang dari calon pemimpin masa depan Selayar.


        Sebab menurut Dewan Penasehat DPW Permas Provinsi Sulawesi Tenggara ini, politik uang atau money politic justru akan merusak sendi-sendi dan tatanan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang masih memelihara kearifan-kearifan lokal dan budaya ke Selayar an. Seperti telah diamanatkan dalam Undang – Undang Otonomi Daerah bahwa tugas seorang kepala daerah adalah menggali potensi sumber daya alam secara optimal untuk meningkatkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) demi mewujudkan tercapainya kesejahteraan dan kemaslahatan bagi rakyat yang dipimpinnya. Disamping mempunyai tugas, fungsi dan tanggungjawab moril dibidang pemerintahan, pembangunan dan sosial kemasyarakatan.” imbuhnya.
        Jika saja masyarakat Selayar tidak mau sadar untuk menolak memilih calon pemimpin yang mengandalkan kekuatan uang maka siapapun yang menjadi Bupati dan Wakil Bupati Selayar, masyarakat akan tetap menjadi rakyat yang melarat dan menderita selama pemimpin itu berkuasa. Oleh karena itu, sebagai masyarakat yang menerima uang dari seorang calon menjelang Pilkada seharusnya tidak perlu terlalu berkeluh kesah untuk menuntut kestabilan harga sebuah komoditi misalnya. Sebab jauh sebelumnya, mereka sudah menerima uang pelicin untuk menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS).” ungkapnya.
        Prof Dr Drs H Akbar Silo, MS yang dihubungi via WhatsAppnya, Minggu (22/09/19) seputar bakal calon pasti yang akan mendampinginya di Pilkada 23 September 2020 nanti kepada media ini mengakui,” Setelah melakukan kunjungan dan silaturrahim kepada para tokoh nasional, tokoh masyarakat Selayar perantauan dan tokoh masyarakat Selayar selama hampir tiga bulan maka telah ditemukan seorang bakal calon yang nilai cocok dan pantas untu
[11.37, 22/9/2019] Pedoman Daeng Siujung: pantas untuk mendampinginya. Beliau itu adalah calon yang sangat potensial dan memiliki terobosan dan ide untuk membangun dan mensejahterakan rakyat Selayar. Insha Allah, pada saatnya akan kita munculkan ke publik. Kita tunggu saja waktunya.” katanya berharap. (M. Daeng Siudjung Nyulle)

BAGIKAN
Berita sebelumya15 Mantan Camat di Makassar Kena Penurunan Pangkat
Berita berikutnyaProf Akbar Pengambil Formulir Kedua di PAN Selayar
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here