H.Ashar Tamanggong (jas hitam) menyerahkan santunan Masjid Al-Markas diterima Prof. Dr.H.Basri Hasanuddin,MA


Makassar, Inspirasimakassar.com:
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, sangat prihatin atas rusaknya sebagian ruangan Masjid Al-Markaz Al-Islami. Keprihatinan itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, sekalipun sebagian masjid megah, dan terbesar di kawasan timur Indonesia itu rusak, akibat diterjang angin puting beliung, pada Kamis, 23 Desember tahun lalu (2021), tetapi hingga saat ini belum diperbaiki.

Alasan itulah, membuat komisioner BAZNAS Kota Makassar, yakni H.Ashar Tamanggong (ketua), Ahmad Taslim, H.Jurlan Em Saho’as, dan Waspada Santing (Wakil Ketua I,II,dan III) bersama jajarannya, tergerak hati, sehingga menyerahkan donasi, sekalipun dalam jumlah yang tidak terlalu banyak.


Penyerahan bantuan oleh H.Ashar Tamanggong itu, diterima Ketua Yayasan Masjid Al-Markaz Al Islami, Prof. Dr.H. Basri Hasanuddin, MA, usai shalat Jumat, 14 Januari 2022. Prof. Basri Hasanuddin didampingi sejumlah pengurus yayasan, di antaranya, Prof Abdurrahman Getteng (anggota dewan pengawas). Sementara di pihak BAZNAS Kota Makassar turut serta dua dewan pembina, yakni KH.Maskur Yusuf dan Prof.Arifuddin Ahmad.


Prof. Dr.H. Basri Hasanuddin,MA, mengaku bangga atas perhatian begitu besar dan tak ternilai jajaran BAZNAS Kota Makassar. Buktinya, sejak masjid yang digagas Jenderal (Purn.TNI) M Yusuf tersebut diterjang angin puting beliung, sejumlah jajaran BAZNAS Makassar langsung mengasesmen kerusakan sebagian masjid ini. Dan sekarang, telah menyerahkan sebagian dana untuk rehabilitasi.

“Saat ini, kami sedang mengumpulkan donasi untuk rehab masjid ini. Dan Alhamdulillah, BAZNAS telah mengawali donasi itu. Kami akan memanfaatkannya dengan baik dan benar,” ujar pria kelahiran 6 November 1939, yang juga mantan Rektor Unhas ini.


Mantan Menko Kesra di era Presiden Gus Dur dan mantan Duta Besar RI di Iran ini mengharapkan, selain BAZNAS Makassar, ada donasi lainnya dari kaum muslimin di Kota Daeng ini. Tujuannya, agar pihaknya dapat menyelesaikan kembali fisik masjid, agar terlihat seperti semula.


“Masjid ini tetap akan kita pelihara. Masjid ini, tetap kita jaga dari kemungkinan kerusakan. Untuk biaya keseluruhannya ditaksir lebih Rp100 juta-an. Kami tetap menunggu uluran tangan para dermawan, agar bisa kembali normal. Dan, khusus untuk BAZNAS Makassar, kami harapkan ke depan akan ada kerjasama yang lebih baik lagi,” demikian salah seorang penggagas terbentuknya Provinsi Sulawesi Barat lepas dari Sulawesi Selatan ini.


Sementara itu, H.Ashar Tamanggong tetap merendah, dengan menyebutkan, sebenarnya, apa yang dilakukan lembaga pemerintah nonstruktural yang dipimpinnya, bukan menyerahkan santunan, melainkan hanya minta didoakan, agar BAZNAS lebih amanah.

“Sebenarnya, ini hanyalah stimulan. Dengan begitu, belakangan akan ada yang mengikuti jejak BAZNAS Kota Makassar, untuk mendonasikan sebagian rezeki mereka ke masjid ini ” urainya.


Di bagian lain, ATM, demikian sapaan akrab Ketua Dewan Dakwah NU Kota Makassar ini mengaku, sejak musibah puting beliung terjadi akhir Desember tahun lalu, yang berimbas pada rusaknya sebagian Masjid Al Markas Al Islami, maka sejak itu pula seluruh jajaran BAZNAS Kota Makassar sudah tergugah.

Mengapa? Ya, karena, Al Markaz Al Islami adalah masjid besar. Masjid kebanggaan seluruh masyarakat Sulawesi Selatan ini harus dipelihara. Dijaga. Sehingga, jika ada kerusakan, maka segera diperbaiki. “Karena itu, kami dari BAZNAS Makassar tergerak, sehingga hari ini (Jumat) kami menyerahkan donasi, sekalipun dalam jumlah yang tidak terlalu besar,” jelas pria kelahiran Takalar ini.


Di bagian lain H.Ashar mengaku bersyukur, lantaran puting beliung yang salah satunya menimpa masjid yang dibangun di atas areal bekas kampus Unhas Jalan Sunu ini, setidaknya membangunkan seluruh ummat muslim di ibukota Sulawesi Selatan ini, bahwa sudah ada masjid yang dibangun lebih 20-an tahun lalu kini perlu mendapat perhatian bersama.


Sebelum mengakhiri pernyataannya, alumni Fakultas Tarbiyah Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini mangaku, kedatangan BAZNAS ke masjid Al-Marklas Al Islami, bukan untuk menyelesaikan persoalan, melainkan menggerakan hati ummat Islam agar saling membantu.


”Ayo, mari kita saling membantu. Kita bangun seluruh bagian masjid yang rusak ini. BAZNAS sudah memulai, tinggal yang lain membagikan hartanya. Dengan demikian, kerusakan di masjid kembanggaan seluruh masyarakat muslim ini dapat diperbaiki kembali,” ajak ATM, seraya menambahkan, menyangkut sumber dana BAZNAS, ia mengaku berasal dari donasi orang orang kaya di Makassar, atau para Muzakki. Ingat, semakin banyak berdonasi ke BAZNAS, maka semakin banyak pula kaum dhuafa dan masjid tersenyum.


Sebelumnya, Jumat, 31 Desember, tim BAZNAS juga telah menyerahkan donasi Rp70 juta kepada sedikitnya 100 korban puting beliung, termasuk Ponpes Darud Da’wah Wal Irsyad, Abdurrahman Ambo Dalle (DDI-AD) Galesong Baru, Jalan Yos Sudarso I Lorong 154B/10 Makassar.


Penyerahan bantuan uang tunai itu turut disaksikan mantan bendahara BAZNAS Kota Makassar yang kini anggota DPRD Kota Makassar (H.M Yunus), Lurah, Ketua RW dan ketua ketua RT di Jalan Kandea, dan di Jalan Tinumbu. Selain uang tunai, di hari berkah, Jumat itu juga, BAZNAS menyerahkan 450 dus makanan siap saji. (din pattisahusiwa)

BAGIKAN
Berita sebelumyaBAZNAS Makassar Jumat Berkah di TPA Tamangapa
Berita berikutnyaBesok, Walikota Makassar Terima BAZNAS Award 2022
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here