Mamuju, Inspirasimakassar.com:

Jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Barat di Kabupaten Pasangkayu kembali menangani kasus pembunuhan, kali ini terhadap seorang karyawan swasta yang diketahui bernama Yunus (40) ditemukan tewas tergeletek bersimbah darah dihalaman rumah salahseorang warga di Dusun Bukit Sari Desa Motu Kecamatan Baras Kabupaten Pasangkayu. Jumat (28/2/20) sore.

Kapolres Mamuju Utara AKBP Leo H. Siangian melalui Kabid Humas AKBP Syamsu Ridwan menyebutkan korban mendapat luka cukup serius pada bagian kepala dan leher akibat terkena sabetan parang milik tersangka inisial SBH sampai akhir korban meninggal ditempat.

Atas peristiwa tersebut, pelaku juga sudah dimankan di Polres Mamuju Utara bersama dengan barang bukti sebilah parang.

Kesimpulan sementara motif kasus ini adalah salah paham, namun polisi masih mendalami apa motif yang sebenarnya hingga terjadi perkelahian antar korban dan pelaku dengan menggunakan senjata tajam jenis parang dan badik.

Dari keterangan tersangka kejadian ini berawal saat ia dihadang oleh korban saat mengendarai sepeda motornya. Tiba-tiba korban mendatangi tersangka dan menampar.

Tersangkapun mengatakan “janganko pukulka lagi, kerena kalau mu pukulka lagi ku lawanko itu,” tutur tersangka kepada korban.

Korban yang masih kesal kepada tersangka kemudian mencabut badik dan menyerang tersangka namun serangan yang lancarkan dapat dihindari, tersangkapun ikut mencabut parangnya dan langsung menebas badan dan tangan korban kemudian korban.

Korban yang masih sanggup berdiri dan masih melawan, kembali mendapat serangan dari tersangka yang menebas korban pada bagian belakang kepala berulang kali kemudian korban langsung jatuh ketanah dan TSK langsung pulang ke rumahnya di Desa Balanti. (humas polda sulbar-sabaruddin/inspirasi)

BAGIKAN
Berita sebelumyaTim Sosialisasi Penerimaan Maba Unismuh Makassar 2020 Segera Kunjungi Pelosok Sulsel
Berita berikutnyaAli Baal: Pentingnya Program Perlindungan Sosial pada Pekerja
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here