Masohi, Inspirasimakassar.com :

Penipuan rekrutmen yang mengatasnamakan Perusahaan Listri Negara (PLN) diungkap Polres Maluku Tengah (Malteng), Provinsi Maluku. Polisi menangkap dua orang pelaku yang diduga menggunakan modus penerimaan karyawan PLN. Salah satu dari pelaku adalah, SP (44). Oknum berjenis kelamin perempuan ini adalah Apartus Sipil Negara (ASN).

Kapolres Malteng, AKBP Raja Arthur Simamora didampingi Kasat Reskrim AKP Syahrul Anam kepada awak media, Jumat (14/6/) sore mengungkapkan, pihaknya berhasil menangkap 2 orang yang diduga pelaku penipuan bermodus penerimaan karyawan PLN.

Mirisnya, salah satunya adalah seorang perempuan, berprofesi ASN pada Pemkab Malteng, tepatnya Dinas PUPR Malteng dengan inisial SP (44).

Sedangkan rekannya, MM (36) merupakan karyawan PT. Haleyora Powerindo Indonesia (HPI) Area Masohi. Di perusahaan tersebut MM bertugas sebagai manajemen billing foto meteran bagi pelanggan yang menunggak.

“Dalam operasinya Ny SP bertugas sebagai pencari sedangkan MM sebagai penyedia jasa rekrutmen,” kata Kapolres Arthur Simamora.

Aksi keduanya terungkap, setelah dilaporkan oleh 3 orang korban masing-masing YR,SM dan S. Setelah pihaknya melakukan pengembangan, ternyata korban membengkak menjadi 17 orang dan setelah terus ditelusuri akhirnya menjadi 48 orang.

“Korban telah mencapai 48 orang dan yang baru terungkap baru 17 orang, setelah 3 orang melapor. Jadi masih ada 31 korban lainnya belum dimintai keterangan,” ungkapnya.

Kapolres mengatakan, aksi penipuan ini telah berlangsung sejak tahun 2017 tapi baru terungkap Juni 2019 ini. Dari para korbanya kedua pelaku meminta uang Rp 15 juta untuk drekrut sebagai karyawan PLN.

Dari penyidikan Polisi, terungkap tahun 2017 uang yang berhasil diraup dari 10 korban sebesar Rp 150 juta. Dan aksi ini masih berlanjut, hingga tahun 2018 lalu uang yang berhasil dikuras dari kantong para korban mencapai Rp 541.500.000.

Hasil dari uang-uang itu kemudian dibagi bersama. Ny SP (44) menggunakan uang untuk membeli tanah, berobat dan membeli emas yang total keseluruhan adalah 500 gram emas senilai Rp 325 juta. Sedangkan MM membeli dua unit mobil dan digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Keduanya, kata Kapolres terancam pasal 372 dan 378 tentang penggelapan uang dikenakan hukuman kurungan badan selama kurang lebih 4 tahun.

Kapolres mengharapkan kepada para korban yang belum terdata untuk segera melaporkan kepada polisi.”Kita harap bagi para korban untuk segera melaporkan ke pada kami. Bila ada yang merasa dirugikan,” harap Kapolres.(*)

BAGIKAN
Berita sebelumyaSekkot Makassar : Buloa Wakil Makassar di Ajang Lomba KelurahanTingkat Provinsi
Berita berikutnyaIqbal : Ummat Islam Saling Mendoakan
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here