Ketua DPD Nasdem Kepulauan Selayar, Ady Ansar dan Prof Akbar Silo didampingi H Saharuddin lakukan komunikasi politik di Hotel Santika TMII Jakarta pada acara Halal bi Halal KKBS


Kepulauan Selayar, Inspirasimakassar.com :


Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Nasional Demokrat (DPD Nasdem) Kepulauan Selayar, Ir Ady Ansar, S.Hut, M.M.Pub, IPM menegaskan,” Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) adalah ruang demokrasi untuk menuju rotasi kepemimpinan.

“Pilkada itu adalah pertarungan ide, gagasan dan terobosan untuk membangun daerah yang sasaran utamanya mensejahterakan rakyat. Bukan sebuah pertarungan uang atau finansial. Jika uang dijadikan sebagai tolok ukur atau barometer untuk mencapai sebuah kekuasaan, Selayar tidak akan pernah bisa terbangun dengan baik.” ungkapnya.

  “Tak satupun orang yang tidak butuh uang. Tapi gagasan dan ide serta pengimplementasian untuk membangun Selayar, itu jauh lebih berharga dimata masyarakat. Kalaupun ada orang yang lebih mementingkan uang disaat Pilkada itu hanya segelintir dan itu cuma yang belum memahami arti dari sebuah demokrasi. Tapi bukan berarti suara rakyat akan dibeli lalu meninggalkan kepentingan dan mencampakkan aspirasinya dengan dalih suaramu saya sudah bayar. Dan yakin, bahwa Nasdem tidak akan pernah memberikan ruang kepada bakal calon yang hanya ingin membodoh-bodohi, mengiming-iming dan menina bobokkan rakyat dengan janji-janji palsunya.” tambah politisi  Nasdem ini.

Partai Nasdem lanjut Ady Ansar, dalam mengusung bakal calon bupati dan wakilnya memang membutuhkan partai koalisi. Apalagi partai besutan Surya Dharma Palo ini hanya memperoleh satu kursi di Parlemen Selayar.

Namun demikian Partai Nasdem tetap berkomitmen bahwa bagi bakal calon yang hendak menjadikan kendaraan politik untuk menuju kepemimpinan Selayar itu pendaftarannya sama sekali tidak memungut biaya atau mahar. Terpenting adalah berkomitmen untuk membangun Selayar jauh lebih maju dan berkembang.

“Insha Allah, tidak akan ada biaya sama sekali. Kalaupun ada itu hanya untuk membeli materai aja. Nasdem itu adalah partai terbuka bagi semua dan untuk semua. Apalagi hingga saat ini belum ada kader yang berkeinginan untuk maju dengan menggunakan Nasdem sebagai kendaraan politik di Pilkada pada September 2020. Dan kalaupun ada, tetap kita akan memberikan ruang untuk orang lain.” demikian Ady optimis.

Karena itu lanjut Ady Ansar, kepada partai politik didaerah ini diharapkan untuk jangan membuat Pilkada Selayar itu menjadi mahal. Tetapi mari kita ciptakan politik mura meria yang dapat memberikan manfaat dan kontribusi yang positif kepada rakyat. (M. Daeng Siudjung Nyulle)

BAGIKAN
Berita sebelumyaBerita Gambar Masjid 99 Kubah Makassar
Berita berikutnyaClub Sepeda Selayar Tolak Kekerasan
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here