Jeneponto, Inspirasimakassar.com:
foto kepala sekolahPerpisahan Kepala SDI No.229 Batujala, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Hj.Hasrawati, S.Pdi,.MM, Kamis, 7 September 2017 diwarnai Isak tangis para guru dan Siswa. Mereka merasa kehilangan sosok kepala sekolah yang sangat disegani dan cintai.
Guru kelas 6, Nuredah misalnya mengemukakan, dia dan rekan-rekan guru kehilangan kepala sekolah selama senantiasa memberikan bimbingan dan petualangannya baik pada saat suka maupun duka. “Jika kami kesulitan, maka beliaulah yang dapat memecahkan masalah, utamanya dalam hal pembelajaran,” ujarnya, seraya menambahkan, sejak menjadi kepala sekolah di SDI No 229 Batujala, Hj.Hasrawati tidak pernah marah, namun selalu tegas dan disiplin menjalankannya tugas.
Menurut Nuraeda, yang paling disukai jajaran guru di SDI tersebut, adalah ketika ada sesuatu mata pelajaran yang kurang dipahami, maka Hj. Hasrawati selalu mengumpulkan mereka di ruang guru pada saat istirahan untuk memberikan pemahaman dan bimbingan. “Makanya, kami semua paham. Bahkan, ketika ketika kami mendapat suatu masalah, maka beliaulah selalu mengajarkan kami untuk selalu bersabar dengan ucapan, ” Allah tidak mungkin memberikan cobaan diluar kemampuan hambanya”.
Nasehat-nasehat seperti ini yang selalu disampaikan, sehingga dalam beraktifitas para guru selalu bersemangat. Bukan itu saja, terkadang ide-ide diluar dugaan para guru, timbul dari kepala sekolah. Dan, ternyata ide itu membuatkan hasil dimana sekolah ini telah meraih akretasi “A”.
Sementara itu, Ketua Komite SDI No 229, H.Kamiseng saat perpisahan mengatakan, masyarakat Batujala merasa kehilangan kepala sekolah, bukan hanya karena dicintai oleh guru dan siswa, melainkan bahkan masyarakat. “Bayangkan saja, sudah 30 tahun mengajar di sekolah ini, sejak terangkat menjadi guru tahun 1988 dan ditempat ini juga dipercaya oleh pemerintah kabupaten menjadi kepala sekolah,” tuturnya.
Karena itu, masyarakat dusun merasa kehilangan. Apalagi, dari hasil didikan Hj.Hasrawati, sudah banyak siswa berhasil, baik menjadi polisi,TNI maupun PNS. “Prestasi di sekolah ini terbilang baik dengan meraihnya akretasi “A” . Berbicara kerjasama dengan masyarakat ibu Hj.Hasrawati sangat baik. Saya selaku ketua komite selalu dimintai tanggapan kalau ada akan dilaksanakan pihak sekolah terlebih dalam pengelolaan dana. (Rizal)

BAGIKAN
Berita sebelumyaMubes IWO Bakal Dihadiri Wartawan Online Seluruh Indonesia
Berita berikutnyaWajo Terima Pajak Daerah Rp 38,3 Miliar
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Anak bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan MUh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa.