Jeneponto, Inspirasimakassar.com:
jen
Empat belas rumah yang dieksikusi oleh pengadilan Negeri Jeneponto di Kampung Batusaraung, Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Boramba, Jeneponto, Kamis, 8 Maret 2018.
Eksekusi yang dikawal ratusan Brimob dengan peralatan, serta dengan mobil water canon dan TNI, serta anggota Polres Jeneponto.

Awalnya, eksekusi terebut mendapat perlawanan dari massa tergugat, serta masyarakat setempat. Mereka menghadang petugas dengan memasang rumah-rumah kecil tengah jalan, sambil membakar ban bekas bahkan pohon besar yang ditebang dipinggir jalan untuk menghalangi jalan masuknya petugas.jene

Para pemilik rumah beserta keluarganya, mencoba menghalangi pihak pengadilan membacakan amar putusan Peninjauan kembali dari Mahkama Agung.
Bahkan polisi dilempar batu dan bom molotop. Akan tetapi tidak bertahan lama ketika petugas menembakkan gas air mata ke arah massa yang berasal dari masyarakat Kampung Batusaraung. Mereka berhamburan menyelamatkan diri.

Walaupun hujan turn deras tidak menghangi jalannya eksekusi empat belas rumah panggung ini berjalan denga pengawalan ketat dar ratusan brimop dan TNI.
Eksekusi yang dimulai sekitar pukul 12.00 wita dengan menurunkan satu buah ekskapator, tidak berjalan beberap jam keempat belas rumah itu rata dengan.
Sebagian pemilik rumah sempat menyelamatkan barang-barang mereka, ada pula pasrah melihat rumahnya digusur yang tinggal puing-puing. (rizal)

BAGIKAN
Berita sebelumyaKomisi A DPRD Makassar Minta TKS Jadi Tenaga Kontrak
Berita berikutnyaHaslinda Serap Aspirasi Warga Kelurahan Karuwisi Utara
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Anak bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan MUh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here