Makassar, Inspirasimakassar.com :

Seluruh tahapan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar sejak Maret 2019 lalu. Bahkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Makassar jauh hari telah mengumumkan 183 mantan K2 dinyatakan lolos berdasarkan capaian nilai ambang batas.

Hanya saja, nasib mantan tenaga honorer (TH) K2 yang sudah melalui seleksi itupun hingga saat ini terkatung-katung. Hal itu dikemukakan, Sekretaris BKPSDMD Kota Makassar, Munandar. Menurutnya, Pemkot Makassar sudah mengirimkan data hasil seleksi P3K ke pemerintah pusat.

“Seleksi P3K kita sudah lakukan. Dan yang lulus 183 orang. Kita menunggu petunjuk lagi dari pusat,” tuturnya, seraya mengakui, pihaknya belum mengetahui secara pasti, alasan mengapa pemerintah pusat belum menetapkan kelulusan eks. TH K2 yang melewati seleksi P3K. Molornya pengumuman kelulusan P3K ini.

Sejak seleksi jalur ini dibuka, polemik soal sumber penggajian pegawai menjadi persoalan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Munandar pun tak menampik, jika penggajian pegawai P3K menggunakan APBD, cukup berat karena beban daerah terus bertambah.

“Kita tunggu nanti. Salah satu mungkin karena soal penggajian. Mestinya APBN saja. Nanti kita lihat saja. Yang jelas ada yang lulus. Tunggu mi kapan diumumkan itu yang lulus. Kan pemerintah pusat minta ajukan kuota kebutuhan, ya kita ajukan. Lakukan pengumuman, kita lakukan. Kita sudah lalukan semua sesuai petunjuk, urainya.(snc)

BAGIKAN
Berita sebelumyaDewan Guru SMKN 3 Selayar Adukan Kaseknya ke Gubernur
Berita berikutnyaIqbal Ogah Maju di Pilwali 2020
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here