Kepulauan Selayar, Inspirasimakassar.com:

Pantai Batu Kadera yang terletak dibagian timur Desa Patilereng Kecamatan Bontosikuyu Selayar yang berpasir lembut dengan warna keemasan telah menyajikan keunikan dan keindahan tersendiri bagi para pengunjungnya.

Disebut Batu Kadera karena disepanjang bibir pantai ini terbentuk secara alami, batu yang modelnya menyerupai kursi yang tertata dengan indahnya. Lokasinya tak jauh dari obyek wisata Pantai Punagaan yang sudah dikelola oleh Kepala Desa Patilereng, Saharuddin Arief.

       Selain itu juga terdapat hamparan batu yang luas dan rata  bagai karvet yang seringkali digunakan tempat bersantai sambil menikmati hidangan bawaan bersama rekan dan keluarga. Pada sisi sebelah timur dan bagian utara terdapat tebing yang dangkal dengan air laut yang bersih dan jernih.

Bagi mereka yang memiliki hobby mancing kadang menggunakan batu yang menyerupai tempat duduk itu dijadikan tempat bersantai untuk mencari ikan dengan memancing. Sebagian juga dijadikan loncatan saat akan berenang. Sedangkan dibagian selatan dan baratnya ditumbuhi pepohonan yang berdaun rindang sebagai tempat bernaung bagi pengunjungnya. Nice benar lokasinya.

Lebih uniknya lagi karena pada hamparan luas batu rata dan datar itu terdapat pula puluhan genangan-genangan yang membentuk seperti kolam-kolam kecil yang dapat difungsikan oleh pengunjungnya sebagai tempat mencuci piring usai bersantap bersama rekan dan keluarga. Lokasinya pun aman dan terhindar dari panasnya terik matahari, baik dikala matahari akan terbit terlebih lagi menjelang siang apalagi disore hari. Sangat cocok untuk dijadikan tempat berakhir pekan apalagi dengan sang pacar bagi muda mudi.

Menurut Wahyudi yang didampingi pacarnya, Nur Lina mengaku seringkali menggunakan lokasi ini sebagai tempat bersantai untuk membicarakan rencana pertunangannya untuk menuju hari tua. “Lokasi ini sangat cocok digunakan sebagai tempat berdiskusi menuju jenjang pernikahan. Disamping lokasinya terlihat aman dari pandangan bagi mereka yang lewat juga udaranya segar bangat dengan pemandangan yang asri dan sejuk. Angin semilir juga kadang berhembus sepoi membuat hati menjadi tentram. Juga dengan rasa damai tentunya.” ujarnya sedikit bercanda yang membuat hati kedua orang tua Nur Lina menjadi gembira.

Selain pantai ini juga masih terdapat sejumlah tempat wisata yang jauh lebih unik, menarik dan indah. Seperti pantai Ngapa Loka, Air terjun Punagaan, pantai Hara, pantai Jammeng dan air terjun tujuh susun yang tak jauh dari perkampungan penduduk dipantai Jammeng. Selain jalan menuju lokasi beraspal mulus, aman juga masyarakat disekitarnya memiliki sikap dan prilaku sopan dan santun serta selalu menjaga etika dalam  beradaptasi. (M. Daeng Siudjung Nyulle)

BAGIKAN
Berita sebelumyaPembangunan Gudang Menjamur, Bupati Harus Tegas
Berita berikutnyaHarga Kopra Anjlok, BAZ Dituntut Penuhi Janji
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here