Inspirasimakassar.com:soSoppeng,   kabupaten di Sulawesi Selatan yang tak berlaut. Sekalipun demikian, obyek wisata permandian begitu mengagumkan. Selain mata air Ompo dan alam Citta, kabupaten yang dipimpin A.Kaswadi  Razak ini juga  mempunyai permandian air panas alami. Lejja, namanya.

 Air panas  dengan kadar belerang 1,5% di sini, dipercaya menyembuhkan sakit otot, reumatik, dan gatal-gatal. Tak salah, jika Jodhi Yudono—Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (IWO) memilih merendam di tengah malam. Keesokan harinya, Sabtu, 25 Agustus 2018,  musikus kelahiran Cilacap, Jawa Tengah, 16 Mei 1963 ini terlihat segar.

Permandian Lejja dengan luasan areal 1.318 hektar ini, terletak di hutan lindung, Desa Bulu’E, Kecamatan Marioriawa. Sekitar 44 km utara Kota Watansoppeng. Atau, 200 km utara ibukota Sulawesi Selatan,  Makassar. Air panas di sini, keluar dari celah bebatuan di lereng gunung. Kawasan ini kemudian dikembangkan menjadi objek wisata.

Setidaknya, terdapat lima kolam pemandian dalam berbagai bentuk dan fungsi. Kolam pertama, suhu airnya sangat panas, 60° C.  Kolam kedua, dangkal dengan air hangat untuk anak-anak.  Kolam 3,  dengan kedalaman 1,2m-1,5m untuk orang dewasa.soo

Sedangkan kolam 4, bersuhu normal, tidak terlalu panas. Kolam berkedalaman 1,2-1,7 m ini khusus orang dewasa. Sedangkan kolam ke-5 terletak di sebelah timur, dilengkapi papan loncatan. Di setiap kolam, pengunjung dapat merendam dan berenang sepuasnya, sambil menikmati panorama alam begitu indah.

Fasilitas pendukung di permandian ini  cukup lengkap. Mulai dari air bersih, listrik, area parkir, toilet umum, dan ruang bilas. Ada pula, ruang ganti pakaian, warung makan, persewaan pelampung.  Tersedia pula, pondok peristirahatan, lapangan tenis, hingga  baruga wisata berdaya tampung 300 orang.

Kelebihan dan daya tarik inilah,  membuat Andi Mull Makmun Hasan, menggiring acara pengukuhan kepengurusan IWO Cabang Soppeng tahun hikmad 2018-2023 yang dipimpinnya di Lejja.

Kepercayaan masyarakat Lejja, jika sumber mata air panas yang keluar dari bawah pohon berusia ratusan tahun itu memiliki kekuatan metafisik. Yakni, dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Khasiat air panas Lejja yang dinarasikan ini, membuat Jodhi Yudono nekad merendam di tengah malam.  “Alhamduliilah, rasa sakit saya mulai membaik,” tuturnya, di sela-sela sambutan pelantikan pengurus IWO Soppeng.

Kebanggaan Andi Mull, lantaran mampu  menghadirkan Ketua dan Wakil Sekjen IWO (Jodhi Yudono dan Edward Panggabean), bersama jajaran IWO Sulsel dianataranya Zulkifli Thahir (Ketua) dan Hasanuddin (Sekretaris), serta Wakil Ketua Dewan Etik (Yusran) ke Lejja. Andi Mull mengaku, sengaja memilih Lejja untuk pengukuhan IWO Soppeng ini. Salah satunya, agar pengurus IWO juga bisa melihat keindahan wisata air panas, sekaligus dapat mewartakannya ke seluruh penjuru dunia.sooo

Sementara itu, pengelola Lejja, Sikki mengakui,  setiap hari, pengunjung, mulai anak-anak hingga orang tua memadati obyek wisata ini. Bukan hanya penduduk lokal, melainkan kabupaten tetangga juga. Bahkan, sejumlah pejabat provinsi. “Di sini, pengunjung padat sekitar pukul 11 siang, hingga pukul 3 sore,” ujar perempuan 54 tahun ini.

Jika pengunjung kepingin melihat sumber air panas, mereka dapat melewati bukit. Di bukit ini ada sungai kecil dan bebatuan yang dialiri air panas, dibarengi kepulan asap. Sampai di ujung jalan, pengunjung bisa menemui pohon yang dibawah akarnya terdapat lubang dengan diameter sekitar 50 cm. Disitulah asal sumber air panas.

Kawasan ini mulai dirintis sejak tahun 1990. Namun baru dikembangkan enam  tahun kemudian, berbarengan dengan keluarnya SK Menhut sebagai kawasan hutan lindung bernomor 636/Kpts-II/1996 tanggal 7 Oktober 1996. (din)

 

BAGIKAN
Berita sebelumyaBasdir Kritisi Kinerja Dinsos Makassar
Berita berikutnyaDosen Ubhara Jaya di Pentas Asian Games ke-18
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Anak bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan MUh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here