Catering Melati

Kemampuan H. Lukman AR Gassing mengelola Catering Melati membawa namanya di deretan teratas jagad tata boga di Makassar. Ia sukses  hanya dengan modal awal Rp3 juta hasil menjual mobil pribadinya, mengantarnya meraih omset rata-rata Rp500 juta se bulan. Bahkan pada Ramadhan tahun lalu, Rp1,3 miliar masuk ke kantongnya. Apa kiat sukses pria kelahiran Makassar, 21 Mei 1960 ini?

Saat mengawali usaha tata boga, H Lukman menjual mobilnya Rp4,5 juta. Sebanyak Rp3 juta digunakan sebagai modal awal, sisanya Rp1,5 juta disimpan untuk keperluan lainnya.

Ia memulai dengan usaha kecil-kecilan seperti makanan rantangan rumah tangga, pesanan perkawinan dan makanan tradisional. Baru berjalan enam bulan, Lukman meraih keuntungan Rp14 juta. Keuntungan itu dipakai untuk menambah perlengkapan usahanya, utamanya kompor, panci, serta peralatan dapur lainnya.

Mengapa bungsu dari empat bersaudara pasangan H Abd Rahman Gassing (alm) dan Hj Emma ini terjun di bidang jasa boga? Di antaranya karena memiliki hobi masak yang kebetulan diturunkan dari Karel Mantel, kakeknya asal Belanda.

Sekalipun demikian, ia mengaku harus belajar ke Bandung guna memperdalam pengetahuan tata boga. Enam bulan di Kota Kembang itu, ia magang di Hotel selama empat bulan dan dua bulan belajar mencuci piring.

Kembali dari Bandung, tahun 1990, Lukman bertekad mengelola usaha cateringnya lebih profesional.

Hanya saja saat itu, kebanyakan masyarakat Makassar belum mengenal apa itu catering. Makanya, ia foto copy brosur kemudian disebarkan dari rumah ke rumah, hingga perkantoran.

“Alhamdulillah, beberapa hari setelah penyebaran brosur,  langsung ada  yang menelepon, meminta saya menjelaskan lebih mendetil usaha catering,” tutur alumni Manajemen, Fakultas Ekonomi Unhas tahun 1985 ini.

Saat usahanya mulai bertumbuh, maka   tanggal 15 Juni 1992, pria yang pernah berguru  tata boga hingga di Thailand dan Singapura ini  menjadikan Catering Melati berbadan hukum dengan nama “CV Melati Abadi Jaya”. Dibawah bendera Melati Abadi Jaya itu, bertambah pula pundi-pundi usaha baru diantaranya travel.

Berbagai menu yang ditawarkan pada usaha catering, selain makanan khas Makassar seperti Coto Makassar, pallubasa, konro dan ikan bakar, juga masakan-masakan nasional seperti mie goreng Jakarta, ayam cabik mente, udang asam manis. Ada juga aneka masakan internasional, termasuk aneka salad dan steak.

Meski tak memungkiri persaingan di bidang usaha catering yang semakin pesat, ia tetap optimis mampu bertahan dan mengembangkan Catering Melati sebagai pilihan yang paling tepat. Utamanya dengan menyuguhkan masakan spesifik berciri khas, seperti ayam panggang, kari, menu racitan tradisional, hingga makanan berskala internasional.

“Yang selalu kami perhatikan adalah bagaimana  bisa menjaga dan mempertahankan citarasa masakan,

serta memberikan pelayanan terbaik. Kami juga memiliki tenaga ahli, khusus meracik bumbu yang tidak dimiliki catering lain. Selain itu, setiap saat saya bersama asisten mengawasi dan terjun langsung mengawasi karyawan. Saya juga menyiapkan buku pintar mulai dari order 50 orang, 100, 500, hingga 1.000 atau lebih kepada mereka,” paparnya.

Khusus dalam kota, demikian Lukman, biasanya mereka menerima orderan dari hajatan, pernikahan,

ulang tahun, serta acara wisuda. Sedangkan luar kota dan daerah, umumnya even-even pelantikan dan

acara-acara pemerintahan. Orderan lainnya antara provinsi, misilnya Palu, Gorontalo, kendari, Kolaka, hingga Nunukan. “Soal harga, sangat ditentukan oleh jarak. kami menggunakan rumah berjalan, dengan cara membawa bahan dan peralatan dari Makassar,” katanya.

Berapa omset setiap bulan yang diraih mantan karyawan Bosowa ini? Atas kerja kolektif dengan 45 karyawan tetap dan sejumlah karyawan partisan, rata-rata Rp500 juta setiap bulan. Sedangkan pada bulan Ramadhan 1432 H mencapai Rp1,3 miliar.

Apakah dengan omset besar itu, Lukman telah berpuas diri? Ia mengatakan, akan terus berpromosi baik melalui media cetak maupun  elektronik, juga melalui marketingnya yang selalu ke kantor-kantor mempromosikan Catering Melati. Selain itu ia juga telah membuka cabang di Bone pada tahun 2009 lalu.

“Cabang di Bone itu sudah meliputi Sopeng, wajo, hingga Sinjai,” tambahnya, seraya mengaku ketika mengembangkan usahanya, dirinya juga pernah mengambil kredit dari sejumlah bank. (din)

 

Data Diri :

Nama : H Lukman AR Gassing,SE

Lahir: Makassar 21 Mei 1960

Pendidikan: S1 Unhas manajemen (1985)

Jabatan: Direktur Utama Melati Group

Orang Tua: H Abd Rahman Gassing (alm)

Kantor: Jalan Sungai Saddang IV No 15 Makassar

Telp: 0411-3626854, 3620694.

Fax: 0411-3622158

WEB: www.melatiabadijaya.com

Email: sales@melatiabadijaya.com

 

BAGIKAN
Berita sebelumyaSembilan Fraksi DPRD Makassar Sepakat Zonasi Aspirasi
Berita berikutnyaTenaga Teknisi Rumah Tangga di Makassar
Journalist Inspirasi Makassar. Lahir di Kutai Kartanegara, 25 Juli 1972. Studi SD hingga SMP (MTs As'adiyah) diselesaikan di sebuah desa penghasil batu bara, Santan Tengah, kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Menyelesaikan S1 di Fakultas Teknik Elektro, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Februari tahun 1999. Sementara pendidikan menengah atas ditempuh di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Watampone, Bone, Sulawesi Selatan. Mantan wartawan harian Fajar Makassar, penyiar dan reporter di radio berita Independen Fm serta kontributor Radio Berita 68H Jakarta.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here