Kepulauan Selayar, Inspirasimakassar.com :
       Tolok ukur kemenangan Muhammad Basli Ali (MBA) selaku petahana pada Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) pada tahun 2020 nanti, itu sangat bergantung pada tingkat kepuasan masyarakat terhadap capaian program, visi dan misinya selama lima tahun terakhir kepemimpinannya. Namun sebaliknya, jika tingkat kekecewaan yang lebih cenderung dirasakan oleh masyarakat Selayar maka kemenangan itu akan jatuh pada pemimpinan baru untuk tiga setengah tahun kedepan.” Demikian analisa politik mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kepulauan Selayar, Zulfinas Indra saat ditemui di Warkop Kopita depan SMAN 1 Selayar belum lama ini.
        Sangat besar kemungkinannya hanya akan terjadi head to head di Pilkada 23 September nanti. Dan hanya akan bersaing dua pasangan yaitu Muhammad Basli Ali (MBA) dan Professor Akbar Silo (PAS). MBA sebagai petahana ketika akan kembali maju bertarung tetap akan mundur pada saat kampanye. Sedangkan tampuk kepemimpinan untuk mengisi kekosongan kursi bupati akan jatuh ditangan wakilnya, Dr H Zainuddin, SH MH jika beliau memilih tidak maju bertarung di Pilkada. Dan yakin saja, ketika masyarakat merasa kecewa dengan janji-janji kampanye di Pilkada 2015 lalu dan kepemimpinannya selama lima tahun terakhir dinilai tidak memberikan kesejahteraan kepada masyarakatnya maka pemimpin baru menuju Selayar baru akan lahir di Bumi Tanah Doang Selayar. ujar Zulfinas optimis.
      Jika dalam pertarungan ini hanya akan bertarung dua pasangan calon akan sangat menguntungkan bagi penantang ketimbang menghadapi banyak pasangan calon. Sebab masyarakat hanya akan diperhadapkan dengan pilihan suka atau tidak suka. Hanya saja yang mesti diantisipasi oleh penantang ketika semua partai politik didaerah ini digaet oleh petahana maka penantang harus menyiapkan jurus jitu dengan mengajukan calon perseorangan melalui jalur independen. Tentu dengan mengumpulkan paling sedikit 15.000 e-KTP.
       Sedangkan peluang kemenangan bagi petahana lebih bagus jika tidak ada lawan alias berhadapan dengan kotak kosong daripada menghadapi satu pasangan calon. Sebab jika dalam pertarungan itu lebih dari dua pasangan calon maka akan sangat menguntungkan bagi petahana. Apalagi total wajib pilih berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilihan Legislatif dan Pasangan Presiden dan Wakil Presiden pada 17 April lalu cuma 91 ribu lebih dari jumlah penduduk keseluruhan 138 ribu lebih.” ungkapnya.
      Selain itu lanjut Zulfinas, diharapkan adanya kolaborasi antara orang rantau dan orang yang bermukim di Selayar. Atau juga antara orang daratan dan pulau. Makanya sosialisasi secara massif dan terstruktur dari sekarang sudah mesti dilakukan. Sebab jika menengok sejarah kebupatian di Selayar jauh masih lebih banyak daerah ini dikendalikan oleh pendatang ketimbang orang yang memang tinggal dan menetap di Selayar. Dan ini tidak bisa dipungkiri.” kuncinya. (M. Daeng Siudjung Nyulle)

BAGIKAN
Berita sebelumyaIqbal Hadiri Peluncuran Aplikasi Sitokka
Berita berikutnyaKadisnaker Makassar Dampingi Penjabat Walikota Saat Pencanangan HKG PKK-KB
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here