Jelang matahari terbenam di akhir Desember kendaraan roda empat maupun roda dua sudah mulai bergerak perlahan memasuki pusat kota. Hiruk pikuk suara deru kendaraan mulai mengusik keramaian. Makin lama makin terasa ramainya hingga matahari pun terbenam di penghujung tahun. Beberapa saat kemudian suara terompet buatan tangan-tangan kreatif sudah mulai terdengar, sesekali ditiup sembari berlalu. Kembang api pun sudah siap diluncurkan ke angkasa begitu tengah malam tiba pada angka 12.

Lukisan suasana tersebut di atas tentu tidak lagi dapat dinikmati secara sempurna seperti semasa sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia saat ini. Menikmati pergantian tahun tidak sesemarak tahun sebelumnya sudah kita menikmati pada awal tahun 2021 lalu. Suasana itu pun akan kembal terlalui di akhir tahun 2021 atau jelang memasuki tahun baru 2022 mendatang. Virus corona telah merubah segalanya. Dan bersiaplah, malam tahun baru nanti Indonesia akan berada di zona dimana pemerintah bakal menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 saat libur perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kebijakan PPKM diterapkan seluruh wilayah Indonesia, tanpa terkecuali mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Langkah ini diambil pemerintah dalam rangka antispasi lonjakan kasus Covid-19, karena melihat Nataru berpotensi menimbulkan kerumunan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut kebijakan PPKM dilakukan agar kegiatan ekonomi masyarakat masih tetap berjalan berbarengan pencegahan penularan Covid-19. Tidak hanya penetapan PPKM level 3, pemerintah juga memperketat protokol kesehatan di tempat wisata.

“Kebijakan Nataru ini diperlukan untuk menghambat dan mencegah penularan Covid-19, tetapi ekonomi harus tetap bergerak.”

“Pengetatan dan pengawasan protokol kesehatan juga dilakukan di sejumlah destinasi,” ucap Muhadjir Rabu (17/11/2021) lalu, sebagaimana dipublis laman pers Kemenko PMK.

Aturan PPKM saat Nataru itu pun tertuang dalam Inmendagri Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 pada Saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022.

Di Inmendagri tersebut, disebutkan aturan khusus bagaimana masyarakat masuk ke mal hingga mengunjungi tempat wisata selama Nataru.

Inti dari penerapan PPKM level 3 sesungguhnya merupakan upaya yang sungguh bijaksana dalam mewaspadai kembalinya suasana yang menakutkan sebagaimana awal tahun lalu yang perkembangan jumlah orang-orang terpapar virus corona yang seakan tidak mampu terkendalikan menyusul banyaknya korban setiap waktu berguguran. Kewaspadaan memang perlu bagi kita semua.

Terkait dengan keputusan pemerintah secara nasional diberlakukan tersebut tentu saja membuat seluruh daerah maupun kota di seluruh wilayah Indonesia sudah melakukan persiapan dan melakukan antisipasi mulai saat ini. Pemkot Makassar sendiri sudah memastikan akan ada larangan-larangan pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Meski Inmendagri masih dinanti, hal yang sudah jelas tak diberi izin semisal pesta kembang api, pawai, arak-arakan yang mengumpulkan kerumunan besar.

Untuk ibadah Natal, kunjungan wisata, dan pusat perbelanjaan, kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Zainal Ibrahim, menyesuaikan kebijakan PPKM Level 3.

Saat ini, Makassar sudah PPKM Level 2. Namun, ada rencana pemerintah pusat menerapkan PPKM level 3 di semua wilayah saat periode libur Natal 2021 hingga Tahun Baru 2022.

“Kebijakan Nataru ini diperlukan untuk menghambat dan mencegah penularan Covid-19, tetapi ekonomi harus tetap bergerak,” ucap Zainal, Senin (22/11/2021) lalu.

Zainal menyampaikan, hingga saat ini Pemkot belum menerbitkan aturan-aturan terkait pelaksanaan PPKM Level 3. Masih menunggu Inmendagri atau Instruksi Menteri Dalam Negeri.

“Edaran wali kota nanti kita akan turunkan dan aturan-aturannya tetap merujuk di inmendagri itu,” ujar Zainal.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto menyampaikan, meski Makassar saat ini sudah berada pada PPKM Level 2, aturan mengenai PPKM Level 3 yang akan diterbitkan tetap berpatokan pada inmendagri. Hanya saja, dia tetap mengkhawatirkan mobilitas masyarakat dari daerah aglomerasi yakni Maros dan Gowa.

Malam tahun baru yang selalu dinantikan oleh semua orang untuk merayakan ini kali tentu, seperti tahun lalu dihimbau dirayakan di rumah masing-masing Bersama keluarga, sanak famili, dan tetangga. Setidaknya suasana pandemi masih harus dijadikan pelajaran bahwa betapa pentingnya memahami bahwa tahun baru tidak harus tumpah ruah di jalan-jalan dan berpesta ria dengan asesoris kemewahan dan kemegahan. Tapi, saatnya kita merenungi betapa pentingnya berada di rumah, betapa pentingnya hidup bertetangga, betapa perlunya kita berkumpul bersama keluarga dalam kesederhanaan.

Terkait dengan zona PPKM level 3 yang akan diberlakukan pemerintah secara nasional pentingnya diketahui hal-hal sebagai berikut;

a. Perayaan Tahun Baru 2022 sedapat mungkin masyarakat tinggal di rumah berkumpul bersama keluarga, menghindari kerumunan dan perjalanan.
Diperbolehkan melakukan kegiatan di lingkungan masing-masing yang tidak berpotensi menimbulkan kerumunan.
Melakukan antisipasi menyiapkan diri dan lingkungan dalam menghadapi potensi bencana Hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor sesuai dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG);

b. Melarang adanya pawai dan arak-arakan tahun baru serta pelarangan acara Old and New Year baik terbuka maupun tertutup yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

c. Menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada saat masuk (entrance) dan keluar (exit) dari mall/pusat perbelanjaan serta hanya pengunjung dengan kategori kuning dan hijau yang diperkenankan masuk.

d. Meniadakan event perayaan Nataru di Pusat Perbelanjaan dan Mall, kecuali pameran UMKM.

e. Melakukan perpanjangan jam operasional Pusat Perbelanjaan dan Mall yang semula 10.00 – 21.00 waktu setempat menjadi 09.00 – 22.00 waktu setempat untuk mencegah kerumunan pada jam tertentu dan melakukan pembatasan dengan jumlah pengunjung tidak melebihi 50% (lima puluh persen) dari kapasitas total Pusat Perbelanjaan dan Mall serta penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

f. Bioskop dapat dibuka dengan pembatasan kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen) dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

g. Kegiatan makan dan minum di dalam pusat perbelanjaan/mall dapat dilakukan dengan pembatasan kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen) dengan penerapan protokol Kesehatan yang lebih ketat.

Buat mereka yang tetap melepas akhir tahun 2021 dan menyambut terbitnya matahari awal tahun 2022 dengan memilih tempat wisata maka penting mengetahui hal-hal sbb;

  1. Meningkatkan kewaspadaan sesuai pengaturan PPKM level 3 (tiga) khusus untuk daerah-daerah sebagai destinasi pariwisata favorit, antara lain: Bali, Bandung, Bogor, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Medan, dan lain-lain.
  2. Mengidentifikasi tempat wisata yang menjadi sasaran liburan di setiap kabupaten/kota agar memiliki protokol kesehatan yang baik.
  3. Menerapkan pengaturan ganjil genap untuk mengatur kunjungan ke tempat-tempat wisata prioritas.
  4. Tetap menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat dengan pendekatan 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan).
  5. Menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada saat masuk (entrance) dan keluar (exit) dari tempat wisata serta hanya pengunjung dengan kategori kuning dan hijau yang diperkenankan masuk.
  6. Memastikan tidak ada kerumunan yang menyebabkan tidak bisa jaga jarak.
  7. Membatasi jumlah wisatawan sampai dengan 50% (lima puluh persen) dari kapasitas total.
  8. Melarang pesta perayaan dengan kerumunan di tempat terbuka/tertutup.
  9. Mengurangi penggunaan pengeras suara yang menyebabkan orang berkumpul secara masif.
  10. Membatasi kegiatan seni budaya dan tradisi baik keagamaan maupun non-keagamaan yang biasa dilakukan sebelum pandemi COVID-19. (Jurlan Em Saho’as)
BAGIKAN
Berita sebelumyaSekda Takalar Tegaskan Pemda – Insan Pers Harus Bersinergi
Berita berikutnyaFK-TPQ Jajaki Kerjasama BAZNAS Makassar
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here