Makasar, Inspiraismakassar.com:

Festival Olahraga Tradisional tingkat nasional di Solo tahun 2022 ditutup, Ahad, 28 Agustus, kemarin. Delegasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora)  Kota Makassar meraih prestasi mentereng, lima besar nasional. Sementara  Sulawesi Selatan urutan kedua.

 Kesuskesan delegasi yang dipimpin Kepala Bidang Pembudayaan dan Pembinaan Olahraga, Dispora Kota Makassar,  Drs Muh Djamaluddin Maulana,M,si, di olahraga bergengsi tingkat nasional ini, menjadikan kota yang dipimpin Moh Ramdhan Pomanto dan Fatmawati Rusdi itu kemudian menjadi incaran sebagai salah satu calon tuan rumah Festival Olahraga Tradisional Nasional tahun 2024.

Drs.Muh.Djamaluddin Maulana,M.Si dikonfirmasi Inspirasimakassar,com siang ini mengaku bangga dengan capaian dari delegasi yang dipimpinnya. Lomba yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga-RI di Stadion Manahan, Solo itu dimulai, pada Sabtu, 27 Agustus dan diikuti 19 delegasi seluruh Indonesia di kota kelahiran Jokowi—presiden keenam RI.

“Tentunya, hasil yang dicapai Dispora Kota Makassar di ajang olahraga tradisional tingkat nasional kali ini begitu membanggakan. Capaian ini, tentunya tidak lain dari doa seluruh masyarakat Kota Makassar, termasuk suport dan dukungan penuh Kepala Dispora Kota Makassar dan seluruh staf. Dan, tentunya, saya juga menyampaikan terima kasih kepada dukungan Sanggar Sejati, serta kerjasama para atlit yang tampil luar biasa,” ujarnya.

Djamal—sapaan akrab , angggota Perbakin Kota Makassar ini menambahkan, jenis olahraga tradisional yang ditampilkan delegasi Dispora Makassar adalah Makdode. Sedangkan, yang memimpin perlombaan adalah  Muskar—Penyuluh Olahraga Dispora Kota Makassar.

Menyinggung Makassar sebagai tuan rumah Festival  Olahraga Tradisional Nasional dua tahun ke depan, mantan lurah, di salah satu kelurahan di Kota Daeng ini menyebutkan, sekembalinya dari dari Solo, malam nanti, baru akan dibicarakan dengan seluruh komponen terkait. Termasuk, nantinya konsolidasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

“Yang jelas, jika saja Kota Makassar diberi kepercayaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, maka mau tidak mau, tentunya kami akan mensukseskan kegiatan bertarap nasional tersebut. Apalagi, olahraga tradisional ini berpotensi menjadi daya tarik wisata,” urai Djamal.

Mengapa Makassar bakal menjadi tuan rumah, Djamal melihat, tentunya sebagai upaya melestarikan olahraga berbasis budaya, dan kreatifitas yang hampir punah. Apalagi, Makassar  khususnya, dan Sulawesi Selatan umumnya memiliki banyak ragam olahraga tradisional.

Dikonfirmasi terpisah Pelatih Olahraga Muda, Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar, Salama Kaplale, S.Pt, MM mengemukakan, Makdode adalah salah satu jenis olahraga dari begitu banyak olahraga tradisional di Makassar. Jenis olahraga ini dimainkan enam orang, terbagi dua tim. Masing masing tim tiga orang.

Alat yang digunakan adalah barang bekas penutup sabun colek, stick yang terbuat dari rotan, serta tali rafiah. “Kalau penutup sabun colek  digunakan sebagai gaco untuk melempar lawan. Stick terbuat dari rotan  sebagai  pendorong  gaco  untuk menembak sasaran. Sedangkan  tali rafiah    sebagai pembatas  garis,” ujarnya.

Sekadar diketahui, nilai yang diambil dari olahraga tradisional Makdode ini mulai dari kejujuran, sportivitas, kerjasama, strategi, ketangkasan, sosial, hingga kesehatan. (din pattisahusiwa)

BAGIKAN
Berita sebelumyaBupati Bursel Harus Prioritaskan PPPK dari PTT Yang Sudah Mengabdi
Berita berikutnyaBAZNAS Makassar Siap Kucurkan Dana bagi Guru Mengaji di Lakkang
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here