Penjual Takjil Ramadhan (1)-okINSPIRASI Makassar.com, GOWA — Persis di depan Sekolah Alam Insan Kamil Jl. Dato Paggentungan, Tamarunang Gowa Sulsel, terlihat di pinggir jalan sebuah meja, di atasnya tersaji sop buah dan bakwan yang ditawarkan kepada warga yang lalu lalang, sore menjelang buka puasa, Kamis 16 Juni 2016.

Para penjual takjil Ramadhan itu, ada Dina asal Bone alumni UIN Alauddin Makassar  jurusan pendidikan kimia dan diwisuda 2015. Dia ditemani Yanti asal Palapo, mahasiswa semenster 3 PGSD Universitas Islam Makassar.

Memperlancar pelayanan kepada pembeli, kedua penjual takjil itu dibantu oleh dua mahasiswa komunikasi UIN Alauddin, yakni Nursida dan Marta.

Selain menjual Yanti dan Dina juga mengajar di sekolah alam itu dari pagi sampai sore.  Di sela  waktu istirahat mereka manfaatkan  mulai membuat sop buah dan bakwan, selepas dari mengajar mendekati  sore barulah mereka menggelar jualan.

‘’Sampai sekarang modal awal belum kembali saya sempat menyerah,  tapi selalu di kuatkan oleh bunda Dina ‘’, ucap Yanti.

Dina  sudah mempunyai pengalaman berwirausaha, pernah buka usaha catering dan membuat kripik pisang kekinian, karena rasa kripik pisang bikinannya  berbeda dari yang lain,  punya rasa coklat, strobery dan lainnya.

Kripik itu biasanya dia titip  pada mahasiswa yang mau berpartisipasi. ‘’ Saya  tertarik dengan wirausaha semenjak semester 2  belajar mata kuliah wirausaha, disitulah awal mula merintis  usaha yang  tidak sesuai  jurusan pilihan, tegas Dina.

Citizen Reporter:  Nuraziana, Mahasiswa KPI FDK UIN Alauddin Makassar, Melaporkan dari Samata Gowa

BAGIKAN
Berita sebelumyaGubernur Sulsel SYL: Harga Susu Cap ‘Nona’ Stabil
Berita berikutnyaSahruddin Said Adakan Buka Puasa di Pertambahan Umurnya
Journalist Inspirasi Makassar. Lahir di Kutai Kartanegara, 25 Juli 1972. Studi SD hingga SMP (MTs As'adiyah) diselesaikan di sebuah desa penghasil batu bara, Santan Tengah, kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Menyelesaikan S1 di Fakultas Teknik Elektro, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Februari tahun 1999. Sementara pendidikan menengah atas ditempuh di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Watampone, Bone, Sulawesi Selatan. Mantan wartawan harian Fajar Makassar, penyiar dan reporter di radio berita Independen Fm serta kontributor Radio Berita 68H Jakarta.