Inspirasimakassar.com :DSC_2653 Sekalipun anak pejabat, namun semasa kecil, jiwa sosialnya telah disemai. Bahkan, pergaulannya tanpa pandang bulu. Tanpa pilih kasih.  Kini ia menyadari, apa yang dibumikan dulu,  menjadi kekuatan di pentas politik.  Tidaklah heran, kini ia mendapat amanah sebagai salah satu pimpinan di DPRD Kota Parepare.  Anak keempat dari sembilan bersaudara pasangan H.Sjamsu Alam dan ibu Hj.Samsiar (Almr) ini adalah, M.Rahmat Sjamsu Alam,SH.

Selama ayahnya menjabat Walikota Parepare, tahun 2013, ia mulai melibatkan diri  dalam berbagai  kegiatan sosial. Utamanya, yang bersentuhan dengan anak muda.  Kegiatan itu terus bergulir hingga di perguruan tinggi. Aktif diberbagai organisasi, baik intra, maupun ekstra, hingga didaulat menjadi ketua.

Baginya, setidaknya, ada tiga hal penting yang dipetik dari keaktifannya di berbagai organisasi kala itu.  Pertama, pengalaman. Kedua,  mampu memanej diri menghadapi banyak orang, dengan berbagai sifat dan karakter.  Bagaimana menghadapi permasalahan dengan tingkat keinginan yang berbeda pula. Dan yang ketiga adalah, dengan bekalan  pengetahuan yang ada, mengantarkannya duduk  di parlemen di Kota Niaga, Parepare.DSC_2647

 “Yang perlu diingat, apa yang saya lakukan dulu, kini sangat bermanfaat. Apalagi  ketika saya duduk di DPRD Kota Parepare saat ini. Sekarang tidak ada masalah menghadapi berbagai problema. Bagaimana teknik memimpin rapat yang baik, kalau tidak dibekali dengan pengalaman dan pengetahuan,” tutur pria berjagon “merakyat, peduli, dan mudah ditemui” ini kepada Benny Latanrang dan Din Pattisahusiwa dari Inspirasimakassar.com, di Gazzas Resto, Jalan Daeng Parani, Parepare, Senin, 12 November.

Pandangannya seputar parlemen, khususnya di DPRD Kota Parepare, Atto—sapaan  akrab mantan Ketua PSSI dan Ketua KONI Parepare ini, ia memulainya dengan gaya bertutur sederhana,  disertai guyonan kecil. Namun, sesekali bicaranya meledak-ledak, jika bersentuhan dengan hak-hak dasar masyarakat. Utamanya menyangkut pendidikan, kesehatan, kesejahteraan.

Ada tiga tugas utama anggota dewan. Yakni,  membentuk  Peraturan Daerah  (Perda) bersama sama walikota, membahas dan memberikan persetujuan Ranperda mengenai APBD yang diajukan walikota, serta melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan Perda dan APBD. Ketiganya dalam angka representasi masyarakat.

Untuk mengamankan ketiga fungsi itu, tentunya   dewan harus diisi dengan orang-orang  mumpuni. Yang memiliki pengetahuan, pengalaman. Dan tentunya, punya kemampuan dan daya nalar. Ibarat seseorang yang diberi amanah untuk bertempur, tidak saja membutuhkan semangat, melainkan membentengi diri dengan “peluru”. Memahami aturan dan Undang-Undang. Termasuk memiliki kemampuan dalam berbagai bidang pengetahuan.DSC_2663

Disisi lain, jika hendak menjalankan fungsi ke-dewan-an dengan baik,  seorang angora dewan juga terus belajar—seperti masa di SMA atau di kampus. Mencatat, menghapal, berdiskusi, sekaligus membahas persoalan- persoalan yang mengemuka, hubungannya dengan peraturan dan per-Undang-Undang-an yang berlaku.

Untuk itu, di setiap hajatan demokrasi lima tahunan, khususnya Pemilihan Legislatif, masyarakat harus menggunakan hak-hak politiknya dengan baik.  Caleg Petahana, Daerah Pemilihan (Dapil) 2, Kecamatan Ujung ini mengharapkan, saat Pileg April 2019  nanti,  masyarakat  menggunakan hak-hak politiknya secara cerdas.  Jika itu terjadi, yakinilah bukan saja demokrasi semakin bagus,  DPRD semakin berkualitas dan kuat. Begitu pula, pemerintahan berjalan dengan baik, demi kesejahteraan seluruh masyarakat Parepare.

 “Tujuannya hanya satu, mendapatkan legislator yang bukan saja memiliki kemampuan, namun memperjuangkan aspirasi masyarakat, sekaligus paham prinsip-prinsip berdemokrasi yang baik. Khusus untuk legislator Demokrat, mereka telah menjalankannya dengan baik,” jelas pria  yang punya hobi membaca ini.

Selain tu, sebagai anggota dewan,  juga harus punya kepedulain dan komitmen. Harus meluangkan banyak waktu kepada masyarakat, sekalipun waktu tidur. Jangan marah dan mengeluh. Sebab sudah komitmen sebagai wakil rakyat harus tampil membela masyarakat.  Karena sbegaia wakil rakyat,  tentunya semua keluhan dan harapan masyarakat disampaikan ke dewan.

“Yang dipentingkan adalah, anggota dewan yang mampu menyerap, menghimpun, menindaklanjuti aspirasi dan pengaduan masyarakat dengan baik dan benar. Dan, yang paling penting adalah, memberikan pertanggungjawaban secara moral  apa yang dilakukan dan apa yang diperbuat, kepada masyarakat di daerah pemilihan,” urai pria kelahiran 21 September 1969 ini.

Menyinggung rencana Ranperda tahun 2019 mendatang,  suami dari Hj.Farida Rahmat,SE—Caleg Dapil Bacukiki ini mengakui, sebelum pengesahan APBD 2019, sudah ada finalisasi Perda.  Setidaknya ada 23 Ranperda yang akan dibahas. Sembilan Ranpeda inisiatif anggota dewan. Selebihnya diajukan Pemerintah Kota.DSC_2649

 “Hanya saja, Ranperda tersebut belum tentu terealisasi semuanya.  Pembahasan diutamanya yang prioritas,”  jelas ayah dua orang anak masing-masing Sri Annisa R dan Rafa Pratama R ini, seraya menambahkan, Ranerda inisiatif  langsung bersentuhan dengan kepentingan masyarakat dan stakeholder. Misalnya saja, menyangkut bidang keolahargaan—seperti memberi rewort bagi atlit berprestasi, bagaimana pembiayaannya. Atau menyangkut dengan penanggulangan kemiskinan. Sebab, bantuan pusat saja belum mengkaper keseluruhan masyarakat miskin.

Di bagian akhir wawancara, mantan mahasiswa arsitek Unhas ini juga menyinggung berlabuh ke partai demokrat. Pilihannya ke partai Mercy ini, salah satunya partai yang pertama menggabungkan antara nasional dan religious.  Bagaimana menggabungkan nasionalisme dengan  dengan bekerja dengan tuntunan agama. Kelebihan lainnya,  sistem pemilihan demokratis, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, kota, hingga provinsi tidak disertai intervensi dari siapapun dan tingkatan manapun. Artinya, siapapun yang menjadi ketua sangat ditentukan oleh pengurus dibawahnya.DSC_2657

“Dan yang perlu diingat, selama 10 tahun berkuasa, Partai Demokrat,  program-program   Pak SBY masih membekas di masyarakat.  Sebut saja dana desa, BPJS kesehatan, Raskin, Remunasi untuk TNI –Polri. Banuan untuk anak sekolah. Dan di zaman pak SBY itu pula setiap tahunnya naik.

Soal target kursi di DPRD Parepare?, Atto sedikit merendah. Sekalipun demikian, ia bersama seluruh jajaran Caleg Demokrat, didukung seluruh simpatisan dan tim bekerja maksimal merebut hati pemilih. “Target kami, tetap masuk dalam unsur pimpinan dewan,” tutup Atto.

Seperti diketahui selain pernah menjabat Wakil Walikota Parepare, Walikota Parepare, ayah Atto  juga purnawirawan Polri. Pernah menjabat Wakapolresta Parepare, anggota DPRD Parepare (Golkar). Sekarang salah seorang Badan Pengawas RSUD Andi Makkasau Parepare. (*)

 

BAGIKAN
Berita sebelumyaBerenang di Bukit Kambo Unik dan Kren
Berita berikutnyaSekretariat Dewan DPRD Makassar Diskusi Publik, Kreativitas Pemuda Milenial dalam Pemberdayaan Masyarakat
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Anak bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan MUh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here