Makassar, Inspirasimakassar.com :

Masyarakat Maluku di Makassar dan sekitarnya yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) menempatkan Prof.Dr.Ir.H.Nurdin Abdullah sebagai gubernur yang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap semua elemen masyarakat. Mantan Bupati Bantaeng dua periode ini juga punya kemampuan memanej roda pemerintahan dengan baik dan benar.

Gubernur Sulawesi Selatan yang lahir di Kota Parepare pada 7 November 1963 dari pasangan Andi Abdullah (ayah), Nuraeny (ibu) yang menyelesaikan studi S1 di Fakultas Pertanian dan Kehutanan di Universitas Hasanuddin tahun 1986, menyelesaikan studi S2 Master of Agriculture di Universitas Kyushu Jepang tahun 1991. Tiga tahun kemudian, di Universitas yang sama, menyelesaikan studi S3 Doktor of Agriculture ini adalah gubernur yang berintegritas, jujur, terbuka, serta mengedepankan pelayanan Dan, jika sesekali berhadapan dengan persoalan yang agak keras, lebih keras, lebih hebat, tetapi itu hanya sesaat, setelah itu cair kembali.
KKM juga menilai, Prof. Nurdin Abdullah, adalah gubernur yang mampu melahirkan ide-ide dan gagasan-gagasan segar, serta berkemampuan melakukan pembaharuan, juga berani dan terus mendorong berbagai perubahan demi kemasalahatan masyarakat.
Keunggulan inilah menjadikan jajaran redaksional Majalah Inspirasi menempatkannya sebagai laporan utama edisi November 2019, termasuk cover halaman depan majalah ekslusif yang kini telah mengajukan verifikasi di Dewan Pers ini.

Selain itu, laporan utama kali ini dengan cover depan gubernur bersama Ketua KKM dan pengurus lainnya juga berkaitan dengan pelantikan kepengurusan KKM periode 2019-2024, Sabtu, 30 November mendatang di Baruga Karaeng Pattingaloang, kompleks rumah jabatan gubernur. Jalan Jenderal Sudirman.

Saat menerima pengurus KKM, Selasa, 12 November pagi hari, Gubernur langsung mengiyakan untuk hadir, sekaligus melantik pengurus KKM. “Saya akan hadiri acara pelantikan Pengurus KKM Makassar,” tuturnya.

Di hadapan Gubernur Sulsel, Pembina KKM, Prof.H.Sadly Abdul Djabar,M.P.A juga meminta Prof.H.Nurdin Abdullah sebagai Pembina KKM bersama gubernur Maluku, juga mengemukakan, KKM dibentuk tahun 2000 lalu, saat konflik horizontal yang terjadi di Maluku tahun 1998 silam. Para sesepuh, pemuka agama, dan pemuda Maluku di Makassar saat itu berembuk, agar masyarakat Maluku di perantauan, khususnya di Makassar dan Sulawesi Selatan umumnya tetap kompak dan damai.

Bukan hanya itu, atas jasa para sesepuh dan pemuka agama Maluku di Makassar pula, konflik Maluku lambat laun berkesudahan, lewat tokoh nasional asal Sulsel, HM.Jusuf Kalla yang menginisiasi pertemuan Malino I untuk Maluku.

KKM, demikian Prof Sadly, terdiri dari dua komunitas Islam-Kristen yang berdomisili di Makassar dan sekitarnya. “Jumlah masyarakat Maluku di Makassar dan Sulsel umumnya, belasan ribu orang,” tutur maha guru Unhas itu.

Sementara itu, Ketua KKM terpilih, Prof.Dr.dr.H.Atja Razak Thaha,M.Sc merasa berterima kasih kepada Gubernur Sulsel yang akan melantik organisasi yang dipimpinnya. Pakar kesehatan asal Tual, Maluku Tenggara itu mengakui, kepengurusan KKM Makassar tidak terlalu gemuk.

“Sekalipun kepengurusan di KKM Makassar itu agak ramping, hanya saja seluruh masyarakat Maluku di Makassar dan Sulawesi Selatan umumnya, berperan aktif,” ujar Ketua Dewan Mahasiswa (DEMA) Unhas (1977) yang juga Wakil Ketua Majelis Tinggi Mahasiswa Unhas (1976), serta Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) HMI Indonesia Timur di masa Order Baru dan kini Dewan Pakar di KAHMI ini.

Pernyataan senada dikemukakan Pendeta Daniel Sopamena,S.Th, Pembina KKM Makassar. Ketua Kerukunan Keluarga Kristen Maluku (Kwakmal) Makassar ini menambahkan, sejak dibentuk hingga kini, KKM baru sekali melakukan pergantian kepengurusan. Periode pertama KKM dipimpin Prof.Drs.H.Saleh Putuhena (kini almarhum).

Selain Prof.Sadly Abdul Djabar dan Pendeta Daniel Sopamena,S,Th, pengurus KKM lainnya yang diterima gubernur Sulsel masing-masing Jacob Uktolseja (Ketua I), Hans Palijama (Sekretaris Umum), Din Pattisahusiwa (Wakil Sekretaris), Drs.Asri Hidayat Mahulauw (Ketua Bidang Sosial dan Keagamaan) dan Syahrul El Ghufron (Bidang Kemahasiswaan).

Seperti diketahui, KKM merupakan organisasi sosial kekeluargaan, dan kekerabatan. Tanpa membeda bedakan suku, agama, warna kulit, jenis kelamin, maupun adat istiadat. Tujuannya, membangun kebersamaan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai pela gandong, bhineka tunggal ika, UUD 45, dan NKRI sebagai dasar berpijak.

Sebagai wadah pemersatu, KKM sekaligus menjadi pusat informasi antarsesama warga Maluku di Makassar dan sekitarnya. Termasuk menghidupkan kebiasaan dan budaya orang Maluku yang cinta damai, mengedepankan nlai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, persatuan dan kesatuan, serta nilai-nilai kebangsaan, dan penghormatan terhadap perbedaaan.

Laporan utama kunjungan KKM tersebut dimuat dalam 4 halaman pada majalah setebal 48 halaman ini. Majalah ini menemani pembaca dengan rubrik-rubrik yang tentunya bersentuhan dengan hal-hal yang berkaitan dengan kisah inspiratif, kuliner, kiat sukses, dan lainnya. (din)

BAGIKAN
Berita sebelumyaPeringati Hari Guru, Lions Club Makassar Rajawali Serahkan Kacamata ke Guru dan Murid
Berita berikutnyaTemmangnganro Machmud, Kapolres Baru Selayar
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here