Makassar, Inspirasimakassar.com:
Prof.Dr.Ir.H.Nurdin Abdulah, M.Agr adalah sosok gubernur  visioner. Mantan Bupati Bantaeng dua periode ini juga memiliki visi perubahan,  punya tekad, dan komitmen kuat mewujudkan janji-janjinya. Pria kelahiran Parepare, 7 November 1963 ini juga Inovatif dengan terobosan-terobosan baru.  Pemimpin yang berani dan tegas, sekaligus  mampu mengendalikan birokrasi, yakni tidak gengsi ketika harus “turun derajat” mengurusi dan meluruskan kerja-kerja aparatur birokrasi sehingga tidak ada celah bagi mereka barmain.

Di era milenial saat ini, dibutuhkan gubernur yang bisa memanej perintahan dengan baik. Gubernur yang mampu merasakan penderitaan masyarakat.Gubernur yang wajib menjalankan fungsi pemerintahan dengan baik dan benar, yang bekerja cepat, tepat, merakyat, serta tentunya bersih dan jujur demi kemasahatan seluruh masyarakat yang dipimpinya.

Seorang gubernur juga berintegritas, jujur, terbuka, mengedepankan pelayanan,sekaligus bersahabat dengan pekerjaannya. Jika sesekali berhadapan dengan persoalan yang agak keras, lebih keras, atau lebih hebat, tetapi itu hanya sesaat, setelah itu cair kembali.  Selain itu, seorang gubernur juga  mampu melahirkan ide dan gagasan-gagasan segar, serta berkemampuan melakukan pembaharuan, juga berani  dan terus mendorong berbagai perubahan.

Pernyataan tersebut mengemuka di kalangan pengurus Kerukunan Keluarga Maluku (KKM), sesaat sebelum diterima Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, di rumah jabatan gubernur,  12 November 2019. Kunjungan silaturahmi KKM ke orang nomor satu di Sulsel tersebut  dalam rangka pengukuhan Pengurus KKM masa bakti 2019-2024, 30 November 2019.

Di hadapan penerima penghargaan “Tokoh Perubahan”, pada Mei 2015 dan kepala daerah sosok media dan public darling di Indonesia, yang dipuji dan dieluk-elukkan sebagai pemimpin yang berprestasi dan berhasil memajukan daerahnya tersebut, Pembina KKM, Prof.H.Sadly Abdul Djabar,M.P.A selain meminta kesiapan Prof.H.Nurdin Abdullah sebagai Pembina KKM bersama gubernur Maluku, juga diminta mengukuhkan pengurus KKM yang kini dipimpin Prof.Dr.dr.H.Atja Razak Thaha,M.Sc.

Di hadapan Gubernur Nurdin Abdullah, Prof Sadly yang juga mantan Rektor Universitas Fadjar itu  mengemukakan, KKM dibentuk tahun 2000 lalu. Para sesepuh, pemuka agama, dan pemuda Maluku di Makassar saat itu berembuk, agar masyarakat Maluku di perantauan, khususnya di Makassar dan Sulawesi Selatan umumnya tetap kompak dan damai, sekalipun terjadi konflik horizontal yang melanda Maluku tahun 1998.

Bukan hanya itu, atas jasa para sesepuh dan pemuka agama Maluku di Makassar pula, konflik Maluku lambat laun berkesudahan, lewat tokoh  nasional asal Sulsel, HM.Jusuf Kalla yang menginisiasi pertemuan Malino I untuk Maluku.

KKM, demikian Prof Sadly, terdiri dari dua komunitas Islam-Kristen yang berdomisili di Makassar dan sekitarnya. “Jumlah masyarakat Maluku di Makassar dan Sulsel umumnya, belasan ribu orang,” tutur maha guru Unhas itu.

Pernyataan senada dikemukakan Pendeta Daniel Sopamena,M.Th, Pembina KKM Makassar. Ketua Kerukunan Keluarga Kristen Maluku (Kwakmal) Makassar ini menambahkan, sejak dibentuk hingga kini, KKM baru sekali melakukan pergantian kepengurusan. Periode pertama KKM dipimpin Prof.Drs.H.Saleh Putuhena (kini almarhum).

Sementara itu, Ketua KKM terpilih, Prof.Dr.dr.H.Atja Razak Thaha,M.Sc menyampaikan ucapan kasih kepada Gubernur Sulsel yang akan melantik organisasi yang dipimpinnya. Pakar kesehatan asal Tual, Maluku Tenggara itu mengakui, kepengurusan KKM Makassar tidak terlalu gemuk.

“Sekalipun kepengurusan di KKM Makassar itu agak ramping, hanya saja seluruh masyarakat Maluku di Makassar dan Sulawesi Selatan umumnya, berperan aktif,”  ujar Ketua Dewan Mahasiswa (DEMA) Unhas (1977) yang juga  Wakil Ketua Majelis Tinggi Mahasiswa Unhas (1976), serta Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) HMI Indonesia Timur di masa  Order Baru dan kini Dewan Pakar di KAHMI ini.

Seperti diketahui, KKM merupakan organisasi sosial kekeluargaan, dan kekerabatan. Tanpa membeda bedakan suku, agama, warna kulit, jenis kelamin, maupun adat istiadat. Tujuannya, membangun kebersamaan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai pela gandong, bhineka tunggal ika, UUD 45, dan NKRI sebagai dasar berpijak.

Sebagai wadah pemersatu, KKM sekaligus menjadi pusat informasi antarsesama warga Maluku di Makassar dan sekitarnya. Termasuk menghidupkan kebiasaan dan budaya orang Maluku yang cinta damai, mengedepankan nlai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, persatuan dan kesatuan, serta nilai-nilai kebangsaan, dan penghormatan terhadap perbedaan.

Seperti diketahui,  Nurdin Abdullah juga pernah menjadi Bupati pertama di Indonesia yang bergelar profesor. Pria beristrikan DR.Ir.Hj.Liestiaty Fachruddin ini menyelesaikan studi S1 di Fakultas Pertanian dan Kehutanan di Universitas Hasanuddin tahun 1986, menyelesaikan studi S2 Master of Agriculture di Universitas Kyushu Jepang tahun 1991. Tiga tahun kemudian, di Universitas yang sama, menyelesaikan studi S3 Doktor of Agriculture.

Karir Nurdin Abdullah baik itu di bidang pendidikan, bisnis, maupun di pemerintahan dinilai cemerlang. Karena itu, tak heran jika hingga kini mengoleksi lebih dari 100 penghargaan dari berbagai macam bidang. (din-syahrul/inspirasi)

BAGIKAN
Berita sebelumyaTurun Temurun, Pattaungeng Di KWA Citta
Berita berikutnyaGubernur Sulsel : Segi Tiga Emas Segera Terwujud
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here