Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kepulauan Selayar, Andi Irsan, S.STp

Kepulauan Selayar, Inspirasimakassar.com :
Pernyataan Kepala Desa (Kades) Laiyolo Baru, Muh Hasbi saat ditemui Inspirasimakassar.com di Kantor Camat Bontosikuyu Galung, Kamis (16/05/19) pekan lalu sekira pukul 15.00 Wita menyatakan, jika laporan keberatan Nurdin salah seorang calon anggota BPD dari Distrik Kilotepok sudah melewati batas waktu, sehingga tidak bisa ditindaklanjuti di Bapemdes telah mendapat kecaman dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kepulauan Selayar, Andi Irsan, S.STp.

Karena itu, kuat dugaan kisruh ini terjadi akibat sebuah persekongkolan yang secara sengaja dilakukan oleh Arif sebagai pemilih, kepala desa dan calon anggota BPD Distrik Kilotepok terpilih Usman yang akan mewakili masyarakat Kilotepok di Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Laiyolo Baru.

Kepala Dispemdes Kepulauan Selayar, Andi Irsan yang ditemui diruang kerjanya, Senin (27/05/19) sekitar jam 14.35 Wita mengaku kaget dan tidak pernah menerima laporan dari Kepala Desa Laiyolo Baru, Muh Hasbi tentang kisruh pemilihan anggota BPD Distrik Kilotepok.

” Terus terang kami tidak pernah menerima laporan itu. Dan pak desa juga tidak pernah datang melaporkan itu. Seandainya laporan itu masuk pasti kita menindaklanjuti melalui rapat dengan tim kabupaten. Memang ada 8 kasus pemilihan anggota BPD yang kita terima akan tetapi tidak termasuk kisruh di Kilotepok Desa Laiyolo Baru. Tapi ada baiknya kita konsultasikan ke Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Tajuddin Makka,” kilahnya

Sementara Tajuddin Makka selaku Kepala Bidang Pemerintahan Desa pada Dispemdes tidak berada ditempat. ” Pak Kabid tidak masuk siang. Tapi tadi pagi beliau ada.” kata sejumlah stafnya. Meskipun beliau tidak ada tapi terkait laporan kisruh pemilihan anggota BPD Distrik Kolotepok Desa Laiyolo Baru, pak desanya tidak pernah datang melaporkan. Sebab kalau pak desa melaporkan, pasti ada diantara kami yang mengetahuinya,” papar mereka

Arif bersama istrinya Hasna dan anaknya Nur Fadli sebagai pemilih yang dimobilisasi dari Dusun Padang Oge Desa Laiyolo ke Dusun Kilotepok Desa Laiyolo Baru juga dianggap akal-akalan. Pasalnya, setelah diketahui telah memilih didua TPS dan dua desa yang berbeda, Arif kembali mendatangi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil guna meminta pindah domisili dari Dusun Padang Oge Desa Laiyolo ke Dusun Kilotepok Desa Laiyolo Baru Kecamatan Bontosikuyu.

Ini dapat diperkuat dengan bukti kependudukan yang dikeluarkan oleh Dukcapil pada 8 Mei 2019 atau 6 hari pasca pemilihan anggota BPD, Arif kembali pindah dari Dusun Padang Oge Desa Laoyolo ke Dusun Kilotepok Desa Laiyolo Baru. Padahal berdasarkan bukti kependudukan yang diterbitkan oleh Dukcapil setempat, tertanggal 11 Agustus 2017 Arif sudah resmi menjadi warga Dusun Padang Oge Desa Laiyolo bersama istri dan satu orang anaknya.

Oleh sebab itu diharapkan peran aktif Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar yang saat ini dinakhodai  HM Basli Ali – H Zainuddin sebagai pimpinan tertinggi di daerah ini.

Meskipun ini adalah pemilihan terkecil didaerah akan tetapi pada hakikatnya tak jauh beda dengan pemilihan anggota DPR RI, misalnya. Sebab ini persoalan yang menyangkut hak pilih seseorang. Jika persoalan ini tidak dapat dicarikan solusinya akan menjadi contoh dan akan menjadi preseden buruk pada pesta demokrasi ditengah-tengah masyarakat pada pemilihan-pemilihan kedepan. Baik pemilihan bupati, gubernur, presiden dan anggota legislatif yang bisa berakibat fatal dalam lingkungan bermasyarakat. (M. Daeng Siudjung Nyulle)

BAGIKAN
Berita sebelumyaPererat Sinergitas, Polres Selayar Bukber Wartawan
Berita berikutnyaKapolres Selayar Pimpin Apel Operasi Ketupat 2019
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here