Makassar, Inspirasimakassar,com:

Ketua KONI Kota Makassar, H.Agar Jaya didampingi Ketua Federasi Yongmoodo Indonesia (FYI) Kota Makassar Ayuzar Mansir, Pembina Cabang Olahraga Yongmoodo Kolonel Infanteri Saleh, membuka sosialisasi  Olahraga Bela Diri Naga Yongmoodo. Sosialisasi yang diikuti 500 peserta dari SMP, SMU/SMK, mahasiswa dan masyarakat umum itu berlangsung, di Gedung Olahraga (GOR) Sudiang, Kamis, 10 Oktober 2019.

Menurut Agar Jaya, KONI berharap, Yongmoodo sebagai cabang olahraga berprestasi  dapat melakukan pembinaan agar olahraga dengan baik. Ke depan, olahraga ini dapat menunjukkan eksistensi di tengah-tengah masyarakat. “Sebagaimana pada Porda Sulsel di Kabupaten Pinrang lalu, cabang olahraga Yongmoodo telah diikutkan menjadi peserta eksebisi sebagai langkah awal,” ujar mantan Sekda Kota Makassar era Ilham Arief Sirajuddin ini.

Sementara itu, Ayuzar Manzir mengemukakan, Olahraga Bela Diri Naga Yongmoodo ini berasal dari Korea Selatan dan diadopsi TNI Angkatan Darat, sebagai bela diri wajib militer dan dipusatkan di Kariango, Kabupaten Maros.

Dia mengungkapkan, FYI mengapresiasi dan berterima kasih pada KONI Kota Makassar karena di masa periode Agar Jaya, Olahraga Yongmoodo yang telah teah disahkan pada 12 September 2018 dan telah resmi menjadi peserta ke-37 KONI, sekaligus turut berkontribusi pada cabang olahraga ini.

“Terima Kasih KONI Kota Makassar, dalam kegiatan sosialisasi ini turut menyumbang matras untuk dipergunakan para atlet Yongmoodo, sementara Universitas Mega Rezky Makassar dipilih jadi pusat pelatihan Yongmoodo tingkat kota Makassar.

Sosialisasi yang digelar sehari dibuka Ketua KONI Makassar H Agar Jaya didampingi Ketua Federasi Yongmoodo Indonesia (FYI) Kota Makassar Ayuzar Mansir, Pembina Cabang Olahraga Yongmoodo Kolonel Infanteri Saleh.

Dirangkaikan parade atlet terbaik Yongmoodo yang berasal dari tiga perguruan tinggi yaitu Universitas Mega Rezky, Universitas Negeri Makassar, dan Universitas Islam Negeri Alauddin.

Di bagian lain, Ayuzar Manzir juga menguraikan sejarah Yongmoodo. Olahraga ini dimulai pada 15 Oktober 1995. Dimana The Martial Reearch Institut dari Yong In University Korea membentuk seni beladiri Yongmoodo yang merupakan gabungan dari beladiri Judo, Taekwondo, Apkido, Ssirum, dan Hon Sin Sul. Akar dari Yongmoodo adalah beladiri Hon Sin Sul yang berarti Beladiri.

Istilah Yongmoodo berasal dari kata Hankido yang dikembangkan di Korea pada tahun 1976. Kemudian namanya berganti menjadi Kukmodo dan berubah menjadi Yongmoodo. Yongmoodo berasal dari 3 suku kata yaitu


Istilah Yongmoodo berasal dari kata Hankido yang dikembangkan di Korea pada tahun 1976. Kemudian namanya berganti menjadi Kukmodo dan berubah menjadi Yongmoodo. Yongmoodo berasal dari 3 suku kata yaitu

1. YONG berarti naga. Naga di agungkan oleh banyak orang yang dipercaya memiliki kemampuan mistik. Naga juga diyakini mampu terbang mengeluarkan api dari mulutnya, hidup dibawah air atau dibawah tanah, menguasai alam yang dapat menyebabkan terjadinya Tsunami, gempa bumi dan membawa kemakmuran serta keberuntungan bagi yang mempercayainya.

2. MU atau MOO berarti Beladiri yang menunjuk pada pertempuran yang mengacu pada prtempuran dan perkelahian, pertahanan dan strategis, fisik, mental, serta fisikologi.

3. DO berarti cara berlatih dan cara hidup, pandangan hidup yang kosong dan berisi Philosopi serta kemampuan belajar dari alam, hidup dan perkelahian ,melawan alam.

Yongmoodo telah dipromosikan oleh ribuan alumni dari Yong In University dan para Master maupun Grand Master, yang diresmikan pada tanggal 25 April 2002 sehingga terbentuklah Organisasi Federasi Beladiri Yongmoodo dan memperoleh ketenaran tidak hanya di Korea tetapi di seluruh penjuru Dunia dan sudah tersebar di berbagai Negara. (hadi)

BAGIKAN
Berita sebelumyaProf Akbar, Pertama dan Pertama di DPD PKS
Berita berikutnyaJerman, Inggris, dan Swis Bantu Makassar
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here