Makassar, Inspirasimakassar.com :

Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Mas Guntur Laupe mengundang Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar. Jenderal bintang dua, asal Kota Niaga, Parepare itu “duduk bacarita”– istilah Ambon, atau duduk bersama membicarakan berbagai hal, termasuk gempa Maluku berkekuatan 6,5 Magnitudo. Duduk “bacarita” di Rumah Makan Bahari, Jalan Yosef Latumahina itu, Selasa 1 Oktober 2019, siang tadi.

bersama kapolda

Di kalangan KKM di antaranya hadir Prof.Dr.dr.Atja Razak Thaha (Ketua), Pendeta Daniel Sopamena,S.Th dan Kasim M Tuhepaly (Penasihat), Hans Palijama dan Din Pattisahusiwa (Sekretaris Umum dan Sekretaris I). Sementara Kapolda Sulsel didampingi Wakapolda Brigjen Adnas, serta pejabat utama (PJU) teras Polda Sulsel masing-masing Irwasda (Kombes Robert Watratan), Kabid Humas (Kombes Dicky Sondani), serta Karo SDM (Kombes Markilat). Hadir pula sejumlah tokoh Papua.

Di hadapan Kapolda, Prof-Dr.dr.Atja Razak Thaha,M.Sc, menguraikan keberadaan masyarakat Maluku di Makassar, sekaligus kelahiran KKM yang menghimpun dua komunitas Islam-Kristen Maluku di ibukota Sulawesi Selatan ini. KKM sendiri dibentuk saat konflik horisontal di bumi para raja, Maluku tahun 1998 silam. Kini KKM memasuki kepengurusan periode kedua (2019-2024).

“Kami mengharapkan, Bapak Kapolda juga menjadi salah satu Pembina di KKM. Pelantikan kepengurusan periode 2019-2024 nanti akan dilaksanakan pada minggu ketiga, Oktober ini. Kami berharap Bapak Kapolda untuk hadir bersama masyarakat Maluku dalam pelantikan itu nanti,” tuturnya.

bersama Wakapolda

Di bagian lain, Prof Atja-sapaan ahli gizi Universitas Hasanuddin (unhas) itu juga menyinggung gempa berskala 6,5 magnitudo. Setelah terjadi peristiwa alam yang kini telah menelan korban jiwa 30 orang meninggal dan ratusan luka arah, serta rusaknya ribuan rumah, pihaknya bersama pengurus KKM membentuk posko  kemanusiaan.

“Posko kemanusiaan itu berada di SD Ujungpandang, Jalan Gunungatimojong nomor 148 B-depan Hotel Celebes.  Selain bahan sembako dan pakai layak pakai, tim juga menerima uluran tangan bukan saja dari warga Maluku di Makassar, melainkan warga lainnya yang punya pedulian atas  manusia dan kemanusiaan,” tutur maha guru ini. Ia membahkan, pihaknya juga telah membuka rekening di BRI Nomor rekening 707701006509535 atas nama Dra.Helena Palijama,M.Si.

Pernyataan senada dikemukakan Pdt Daniel Sopamena, S.Th dan Kasim M Tuhepaly. Keduanya mengharapkan,  Kapolda Sulsel dan jajarannya juga dapat membantu meringankan penderitaan para korban, akibat gempa tersebut.

Disisi lain, Pdt Daniel Sopamena meminta masyarakat agar tidak menjadikan kerusuhan di Papua disangkutpautkan  sebagai konflik bernuansa SARA. Persoalan Papua bukan menyangkut agama,  melainkan kriminal biasa.

 “Sekalipun yang menjadi korban di sana, tidak dari agama tertentu saja. Tetapi yang disebarluaskan melalui sosial media seakan akan agama tertentu membunuh penganut agama lain. Akibatnya, yang terjadi saat ini adalah perasaan yang tidak menentu. Was-was,” ujarnya.

Menurutnya, dirinya telah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat Papua yang ada di Makassar. Mereka membantah adanya sentimen SARA pada konflik bumi Cenderawasih itu.

“Dari informasi yang kami terima, beredar kabar, jika terjadi pengusiran warga muslim dari Wamena. Itu tidak benar dan itu hoax. Itu sengaja disebarluaskan agar bisa berdampak menjadi ketakutan bagi masyarakat,” urai Pdt Danny—sapaan akrab Daniel Sopamena.

Pdt Danny menambahkan, tidak mungkin orang muslim diusir dari Wamena. Kita harus lihat data, ada juga orang nonmuslim meninggal yang berasal dari Toraja dan orang Papua sendiri.

Menjawab pertanyaan tersebut, Kapolda Sulsel meyakini, Makassar dan Sulawesi Selatan umumnya adalah daerah yang aman bagi seluruh masyarakat. “Tidak ada dalam sejarah orang Bugis-Makassar dan Sulawesi Selatan  galak-galak. Mereka tidak dendam. Semuanya baik,” ujarnya.

Karena itu, demikian Kapolda, persoalan di Papua harus ditanggapi secara bijak dan tidak emosional. Hal ini untuk menangkal dampak yang bisa ditimbulkan. “Kita tidak boleh mudah percaya pada informasi yang tidak benar dan hoax. Apalagi, kadang moment seperti ini dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab,”  tuturnya, seraya menekankan, semua umat beragama adalah saudara dan satu. Mari kita bersama-sama menjaga keutuhan dan persaudaraan.

Menyinggung bantuan kemanusiaan khusus gempa Ambon dan Maluku Tengah, Kapolda mengaku akan membantu. “Orang Bugis Makassar di Ambon dan Maluku pada umumnya juga banyak. Karena itu, nanti kita akan membantu,” jelasnya, seraya berjanji dalam kesempatan lain juga akan melakukan pertemuan dengan warga Maluku termasuk mahasiswa asal provinsi penghasil rempah rempah, cengkih dan pala tersebut.

Sementara, Sekretaris KKM, Hans Palijama mengemukakan, pihaknya berterima kasih atas kepedulian Kapolda dan jajarannya yang akan membantu korban gempa melalui posko kemanusiaan yang dibentuk KKM. (din)

BAGIKAN
Berita sebelumyaJadi Tuan Rumah PAI, Kakanwil Depag Sulsel “Mappattabe” ke Walikota Makassar
Berita berikutnyaFakultas Teknologi Industri UMI-Gojek Teken MoU
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here