Mamuju, Inspirasimakassar.com:

Kakanwil Kemenag Sulbar, Dr.  Mufli, B Fattah, MM, mengajak dan menghimbau kepada semua jajarannya melakukan doa, dzikir dan shalawat sebagai ikhtiar dalam mengatasi virus corona yang sudah meresahkan lebih dari 100 negara termasuk Indonesia.

Mufli meyakini bahwa, salah satu upaya melawan dan membasmi agar virus corona segera dapat diatasi dengan memperbanyak doa, dzikir dan bershalawat. Salah satu shalawat yang sangat mujarab bila dilakukan usai shalat atau kapan dan dimanapun bila memungkinkan kita senantiasa mengamalkannya yaitu shalawat THIBBIL QULUB.

“Sholawat ini  merupakan shalawat yang mampu menenangkan hati dan pikiran. Bisa dilantunkan saat hati gelisah, was-was atau mengalami kegusaran. Selain itu Sholawat ini juga bisa dibaca ketika badan sedang sakit “ujar kakanwil lewat rilis kasubag  humasnya minggu 29/03/2020.

Lebih lanjut kakanwil agama Sulbar ini, bahwa membaca sholawat, menjadi bentuk kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW,   juga menjadi harapan dan doa umat Islam agar kelak mendapat syafaatnya.  Amalan ini  diyakini sebagai doa agar diberi kesehatan  dan dijauhkan dari berbagai penyakit seperti virus covid- 19 serta penyakit lahir dan bathin.

“Ada Beberapa fadhilah shalawat ini,  yakni dapat mengobati atau memberikan kesehatan terhadap tubuh dari berbagai macam penyakit. Menjadikan beban hati, beban pikiran semakin ringan, menyembuhkan dan mengobati dari sifat tercela dan kegundahan atau rasa was-was serta memberikan cahaya dan sinar bagi mata hati. Perbanyaklah membaca sholawat ini sebagai wirid setelah shalat fardhu. Insya Allah atas izin Allah SWT semua permasalahan akan segera terselesikan dan dilapangkan hatinya serta akan terhindar dari segala macam penyakit.
Barangsiapa yang senantiasa selalu membaca Sholawat Syifa Tibbil Qulub setiap malam sebanyak 7 kali atau 21 hingga 41 kali bahkan mencapai 313 Insya Allah hatinya akan selalu terang serta diberi kesehatan lahir dan bathin” tutur Sahlan, kasubag umum kemenag Sulbar.

Sahlan yang juga merupakan wakil sekeretaris MUI Sulbar menambahkan, bahwa, pak kakanwil berharap kepada semua jajarannya baik di kanwil agama maupun di daerah semua tingkatan satker untuk melakukan doa, dzikir dan shalawat ini setiap usai shalat ataupun kapan dan dimana saja bila ada waktu. Beliau juga menyampaikan kepada para pembimas ( kristen, katolik, hindu dan budha) untuk melakukan hal yang sama sesuai keyakinan dan kepercayaan masing-masing.

Masih Sahlan, apa yang menjadi harapan kakanwil kepada semua jajarannya dalam upaya memutuskan rantai penyebaran covid-19 ini dengan banyak membaca shalawat Thibbil qulub ini. Semoga mendatangkan keberkahan dan kita semua terhindar dari wabah yang mematikan ini, bahkan kita berharap dapat berjumpa dengan bulan ramadhan serta dapat kembali beraktivitas di kantor. Inilah terjemahan shalawat yang dipanjatkan,  “Ya Allah limpahkan rahmat kepada junjungan kami nabi Muhammad Saw, sebagai obat hati dan penyembuhnya, penyehat badan dan kesembuhannya, sebagai penyinar penglihatan mata beserta cahayanya dan semoga rahmat tercurah kepada para sahabat beserta keluarganya.

“Dengan banyak bershalawat kepada Rasulullah memiliki banyak sekali khasiat yang tidak terhitung oleh akal manusia, dan salah satu nikmat serta ganjaran terbesar shalawat adalah Allah SWT membalasnya dengan 10 kali shalawat yang berupa rahmat yang langsung kepada kita.
Oleh karena itu perbanyaklah bershalawat dalam seluruh aktivitas kita agar selalu dirahmati Allah SWT dan senantiasa menjadi berkah,”
terang kasubag umum dan humas Kemenag Sulbar.

BAGIKAN
Berita sebelumyaPolda Sulbar Semprot Disinfektan Secara Massal
Berita berikutnyaLawan Covid-19, Polda Sulbar Lakukan Penyemprotan Disinfektan Serentak
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here