Israq Mahmud

Makassar, Inspirasimakassar.com :

Konferensi Daerah (Konferda) I Dewan Pimpinan Daerah Kongres Advokat Indonesia  (DPD KAI) Provinsi Sulawesi Selatan menetapkan kembali  Adv.Muh.Israq Mahmud,SH.i,CLA.CIL. Kehadiran alumni  Fakultas Syariah, Jurusan Perbandingan Majhab dan Hukum, Universitas Islam Negeri (UIN)—dulu Institut Agama Islam Negeri  (IAIN) Alauddin Makassar tahun 1998 ini setidaknya karena dinilai mampu memimpin organisasi pengacara yang kini dipimpin Presiden KAI, Adv.H.Tjoetjoe Sandjaja Hernanto,SH,MH, CLA, CIL, CLI, CRA ini.

Pembukaan KOnferda I DPD KAI oleh Presiden KAI Adv.H.Tjoetjoe Sandjaja Hernanto,SH,MH

Konferda KAI sendiri dibuka Presiden KAI, di Hotel Swiss Bellin, Panakkukang Makassar, Ahad 27 Oktober 2019. Turut hadir sekitar 100 anggota KAI se Sulsel, dan pejabat  lainnya di daerah ini.

Saat menyampaikan kesiapannya mencalonkan diri dihadapan stering komite dan peserta Konferda, lelaki berdarah Pangkep-Gorontalo, kelahiran Makassar 5 Agustus 1975 ini mengemukakan, dirinya maju sebagai calon ketua dengan catatan para advokat di KAI untuk membentuk kepengurusan cabang di daerah dan kota se Sulawesi Selatan. Pasalnya, saat ini, DPD KAI hanya bersipat koordinatif saja.

Tjoetjoe Sandjaja Hernanto

“Kekuatan dan kedudukan yang sangat penting di KAI itu sangat ditentukan DPC. Dan lima tahun ke depan diharapkan seluruh jajaran KAI menjadi advokat yang mampu dan bisa berkompetisi dengan organisasi sejenis,”  harap bungsu dari dua bersaudara pasangan Mahmud R dan Zubaidah ini.

Sebelumnya, Adv.H.Tjoetjoe Sandjaja Hernanto mengharapkan, ketua terpilih agar menyusun ‘kabinet’  kepengurusan lima tahun ke depan agak ramping, sehingga tidak terlalu kesulitan dalam melakukan pembahasan atau rapat-rapat.

“Saat ini, agak kesulitan melakukan rapat dengan kepengurusan yang lengkap. Karena itu, sebaiknya kepengurusan  DPD KAI Sulawesi Selatan nantinya tidak terlalu banyak. Tetapi, pada saat saat tertentu, rapatnya juga bisa melalui grup WA,”pintanya.

Pimpinan Sidang, ADV.Syamsuddin Hamid,SH

Di bagian lain Tjoetjoe Sandjaja Hernanto mengakui, sebenarnya, KAI telah adasejak tahun 2008. Saat itu, tokoh dan ahli hukum terkenal Adnan Buyung Nasution yang berjuang. Hanya saja di masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono, KAI  tidak mendapat tempat. Sekalipin demikian, para ahli hukum di KAI terus  berjuang sejak 2009.

Tahun 2015, tepatnya  29 September  KAI kemudian disetujui oleh oleh Mahkamah Konstitusi, kemudian disahkan oleh Mahkamah Agung dengan mengeluarkan putusan 073, tanggal 25 September 2015. Saat itu Ketua MA adalah Prof. Muhammad Hatta Ali. (din pattisahusiwa)

BAGIKAN
Berita sebelumyaPengurus Daerah IWO Kendal Dilantik
Berita berikutnyaSun Summit Gelar Annual Show di Hotel Four Points by Sheraton
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here