Andi Wanti Sose
Andi Asnawanti Sose (kiri) berfoto bersama salah seorang peserta Amazing Booth Camp in One Day (ABCD) yang diselenggarakan Kangen Amazing Team (KAT) Makassar, Ahad, (1/5/2016) di Makassar.

“… Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia yang lainnya.” (HR. Thabrani dan Daruquthni).

Penggalan hadits inilah yang memotivasi  Andi Asnawanti Sose yang akrab disapa Andi Wanti untuk terjun di Bisnis Kangen Water. Melalui bisnis ini ia  bisa membantu lebih banyak orang, baik dari sisi kesehatan maupun financial.

Untuk sukses dalam berbisnis menurut Wanti  kita harus memiliki mental sebagai pengusaha  yang berani berinvestasi (Dana, Fikiran dan waktu). Selain itu, harus pintar melihat peluang, berani mengambil keputusan dan melakukan action di lapangan.

“Jangan bermental karyawan, yang lebih banyak menukar  waktu dengan umurnya. Bangunlah  aset produktif karena tidak selamanya kita bisa bekerja, mungkin karena sakit atau termakan usia,”jelasnya.

Sebelum fokus menjalankan Bisnis Kangen Water bersama suami, putri dari tokoh Sulawesi Selatan, Brigjen Purnawirawan TNI DR Andi Sose ini menggeluti usaha travel dan percetakan. Namun, dia memilih menutup kedua usahanya itu karena melihat peluang yang lebih besar di Bisnis Kangen Water.

Di bisnis Kangen Water , selain income perbulan yang terbilang besar (jumlahnya mencapai ratusan juta) Wanti juga lebih memiliki banyak waktu untuk keluarga, terutama suami dan anak-anaknya.  “Dulu, anak saya pernah nanya, kapan ya kita bisa naik pesawat? Anak saya sampai protes karena tidak pernah diajak jalan-jalan. Yaa.., saat itu memang tidak ada waktu, sibuk dengan pekerjaan” kenangnya.

Untuk urusan berbagi dengan sesama, Wanti melakukannya dengan sepenuh hati. Ia tidak hitung-hitungan untuk masalah ini. Wanti bahkan rela terbang ke Singapura dari Jakarta demi menolong seorang temannya yang sedang sakit karena lambungnya bermasalah.

Ke negeri  yang memiliki julukan Seribu satu larangan itu Wanti membawa 1 Dos Kangen Water yang ternyata ongkos bagasinya dua kali lipat dari harga tiketnya. “Saat itu suami saya dapat tiket promo, harganya 300 ribu, Jakarta-Singapura. Jadi lebih mahal bagasinya dari pada harga tiketnya,” katanya.

Tidak sampai disitu setibanya di Singapura ia harus berjuang sendiri  mengangkat barang bawaannya  karena sopir taksi disana ternyata sangat cuek. “Jangan bayangkan sopir disana seperti kita disini. Barang harus kita angkat sendiri,” kenangnya lagi.

Perjalanan  panjang dan melelahkan dari Jakarta akhirnya terbayarkan. Temannya yang sakit saat itu berangsur membaik setelah mengkonsumsi Kangen Water. Kabar baiknya lagi orang tua temannya itu juga ikut membaik setelah meminum air itu dan memutuskan untuk membeli mesinnya.

Aksi berbagi yang dilakukan A. Wanti dengan memberikan manfaat kepada banyak orang dan telah dijawab oleh Allah dengan limpahan rezeki kepada keluarganya.  Semoga semakin banyak orang yang terbantu dari tangan-tangan seperti A. Wanti dimana pun kaki ini berpijak. Change Your water change your life. (ADV)

Baca juga : Resign dari Klinik Prodia …. http://www.inspirasimakassar.com/resign-dari-klinik-prodia-kini-penghasilan-100jt-per-bulan-di-bisnis-kangen-water/

BAGIKAN
Berita sebelumyaPeringati Hardiknas, HMI Makassar Demo di DPRD Makassar
Berita berikutnyaHardiknas Momen Kab Wajo Canangkan Program Budaya Baca “Baruga Tomacca,”
Journalist Inspirasi Makassar. Lahir di Kutai Kartanegara, 25 Juli 1972. Studi SD hingga SMP (MTs As'adiyah) diselesaikan di sebuah desa penghasil batu bara, Santan Tengah, kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Menyelesaikan S1 di Fakultas Teknik Elektro, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Februari tahun 1999. Sementara pendidikan menengah atas ditempuh di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Watampone, Bone, Sulawesi Selatan. Mantan wartawan harian Fajar Makassar, penyiar dan reporter di radio berita Independen Fm serta kontributor Radio Berita 68H Jakarta.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here