KEPULAUAN SELAYAR, Inspirasimakassar.com :

Untuk mengembalikan kejayaan Jeruk Manis Selayar di era tahun 1970-an, itu membutuhkan orang-orang gila. Artinya orang yang mesti memfokuskan diri sebagai petani jeruk untuk mengembangkan dan melestarikan tanaman jangka panjang ini dengan tidak menjadikan sebagai pekerjaan sampingan.

Demikian ditegaskan Ketua Program Studi Magister Keuangan Daerah (KPS MKD) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Prof Dr Musran Munizu, SE, M.Si, CIPM usai penutupan Pendidikan dan Latihan (Diklat) “Kita dan PasMo” Membangun Jilid II oleh Prof Dr Drs H Akbar Silo, MS di Baruga Bonerate Jl Jenderal Ahmad Yani Kelurahan Benteng Selatan, Sabtu (24/10/20) siang tadi.

Pernyataan ini diungkapkan Musran Munizu, menyikapi keinginan Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Dr Ir HM Nurdin Abdullah, M.Agr dalam upaya untuk memgembalikan kejayaan Jeruk Manis Selayar yang sudah 40 an tahun terkubur. Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Selayar lanjut dia, mestinya melakukan pemotretan, survey dan pemetaan terhadap kondisi tanah yang dianggap cocok untuk tanaman jeruk manis yang didukung oleh Dinas Pertanian Propinsi Sulsel.

“Tanaman jeruk tidak asal tanam saja. Karena tidak semua tanah yang ada di Selayar itu cocok dengan tanaman jeruk manis. Selain itu juga harus ditopang dengan persediaan sumber air yang cukup.” ungkapnya.           

Selain jeruk manis, Selayar juga memiliki komoditi unggulan yang sangat susah dijumpai didaerah-daerah lainnya di Indonesia. Salah satunya adalah Melinjo. Buah Melinjo yang lebih lazim orang Selayar menyebutnya Ku’lang seringkali diolah menjadi emping dan dijadikannya sebagai ole-ole khas Selayar bagi pendatang saat akan kembali kepada keluarganya.

“Tanaman ini juga sudah hampir punah. Bahkan perlahan-lahan mulai menghilang. Padahal kedua komoditi unggulan ini memerlukan perhatian yang serius untuk dikembangkan dan dilestarikan,” imbuh Musran.

Musran berharap, agar Pjs Bupati Kepulauan Selayar, Dr H Asriady Sulaiman, S.IP, M.Si dapat mengingatkan kembali kepada Gubernur, Prof Nurdin pada Hari Jadi Selayar yang akan diperingati 29 Nopember 2020 nanti.

“Saya melihat dengan keberadaan putra Bone ini sebagai pejabat sementara bupati di Bumi Tanadoang, perhatian pemerintah untuk mengembalikan kejayaan jeruk manis sudah mulai bangkit dengan perlahan-lahan yang dibuktikan dengan pernyataan Gubernur Sulsel saat melakukan kunjungan kerja di Selayar belum lama ini. Olehnya itu, melalui momen Hari Jadi Selayar perlu diingatkan kembali kepada Prof Nurdin Abdullah.” tambahnya.

 Untuk pengembangan komoditi-komoditi unggulan ini lanjut dia, memang memerlukan pemetaan disetiap wilayah kecamatan mengenai tanaman komoditi yang dianggap paling cocok di masing-masing kecamatan. Di Kecamatan Pasi’masunggu dan Pasi’masunggu Timur Pulau Jampea misalnya adalah tanaman padi.

Di Kecamatan Pasi’marannu cocok dengan tanaman palawija berupa kacang hijau. Di Kecamatan Pasi’lambena dengan tanaman pisang dan kelapa. Di Kecamatan Bontomate’ne dengan jeruk manis Selayar dan jambu mentek sedangkan di Kecamatan Bontomanai dengan tanaman Kenari dan Melinjo. Dan khusus di Kecamatan Bontosikuyu lebih berfokus pada pengembangan dan budidaya berbagai jenis mangga misalnya.

Dia juga melihat bahwa pariwisata itu membutuhkan kebersihan, membutuhkan keamanan, memerlukan tangan-tangan terampil dan profesional untuk mengelola dan menata obyek wisata yang tersebar hampir di semua kecamatan didaerah ini. Selain itu, kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Selayar mestinya tidak boleh dibawa keluar Selayar. Termasuk rapat-rapat serta pendidikan dan pelatihan.

Semestinya para pembicara dan pemateri yang harus didatangkan ke Selayar. Dengan kebijakan ini tentu akan sangat mempengaruhi bagi peningkatan dan pendapatan ekonomi masyarakat kedepan. Minimal dana transpor sudah tidak keluar Selayar lagi. Sewa hotel dan belanja-belanja lainnya juga sudah akan beredar di Selayar.” kunci Musran. (M. Daeng Siudjung Nyulle)

BAGIKAN
Berita sebelumyaZAS Janji Hadirkan APBD Pro Rakyat Bukan APBD Monopoli
Berita berikutnyaDinas PUPR Usulkan Mesin Penyulingan ke Bappenas
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here