Bali, Inspirasimakassar.com:jeneponto-2

Bali kaya akan obyek wisata. Daerah para dewa ini dikagumi para pelancong  di seluruh dunia. Mereka bahkan mengatakan, tuhan seakan menurunkan sepotong ‘surga” di muka bumi di Bali. Karena itulah, saat melakukan studi banding di Bali, rombongan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan menyempatkan diri ke salah satu obyek wisata. Pantai Pandawa.

Wartawan Inspirasimakassar.com, M Rizal yang mengikuti rombongan  studi banding Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Selasa 22 Agustus 2017 melaporkan dari Bali,  lokasi ke pantai Pandawa cukup strategis.Terletak di desa Kutuh, Kecamatan Kutas Selatan, Kabupaten Badung. Orang menyebut dengan nama pantai Kutuh.

Memasuki pantai ini, terlihat patung pewayangan keluarga Pandawa. Patung di tebing batu kapur, seakan menyambut para pelancong. Akses jalan masuk memadai dan disediakan tempat parkir yang luas.

Pantai ini terletak persis di balik perbukitan. Pantainya indah. Tak jauh dari pantai rahasia ini terlihat dua tebing besar. Salah satu sisinya terlihat lima patung Pandawa, dan satu  Kunti. Orang di sini menamakan enam patung tersebut  masing-masing Dewi Kunti, Dharma Wangsa, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa.

Di pantai ini pula, para wisatawan dapat berolahraga air. Mereka berenang, dan bersenang-senang. Mereka melepas lelah, setelah seharian bekerja. Di pantai ini pula sejumlah penduduk  memanfaatkan untuk budidaya rumput laut. Pasalnya,  kontur pantai yang landai dan ombak yang tidak sampai ke bibir panai.

Dulu, sebelum pantai Pandawa ini dikenal luas, para wisatawan asing lebih dikenal dengan nama Secret Beach. Ya, karena letaknya tersembunyi di balik bukit. Tetapi setelah ada akses jalan masuk dengan cara mengeruk bukit, maka keindahan pantai ini menjadi semakin dikenal luas. Apalagi dengan keberadaan tebing batu kapur yang terbentuk setelah pembuatan jalan, terlihat berpadu serasi menampilkan panorama alam yang indah. (din)

BAGIKAN
Berita sebelumyaRombongan Study Banding Dikbud Jeneponto Disambut Tarian Khas Bali
Berita berikutnyaRahman Pina Pimpin Pansus Pajak Daerah, Pahlevi Pengelolaan BMD Makassar
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Anak bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan MUh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa.