Hj.NurAsiah,SE,M.Si, di ruang kerjanya

Mamuju, Inspirasimakassar.com:

Kemajuan dunia saat ini membumi. Sudah tidak ada sekat. Bahkan, di zaman  modern saat ini, menyebabkan, gender tak lagi menjadi satu hal yang penting. Artinya, baik pria maupun wanita, memiliki peluang untuk sama-sama sukses berkarir, serta meraih cita-citanya. Modal utamanya, tentu saja kerja keras, kerja cerdas, serta pantang menyerah. Hj.Nur Asiah,SE,M.Si, salah satunya.

Pegawai  Statistis Madya di Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat di ruang kerjanya, pekan ini  mengakui, saat ini, kesempatan berkarir  di semua bidang, baik pemerintahan, parlemen-politisi, bisnis, dan lainnya terbuka bagi pria, maupun wanita. Karena itu, bagi wanita karir yang ingin sukses, tidak boleh tinggal diam. Tidak boleh hanya berada dalam rumah, melainkan menggunakan kemampuan dirinya menjadi lebih baik.

Kepada wartawan Inspirasimakassar.com, Pondyarni  Mukhma, wanita Bugis, kelahiran Soppeng, 21 April 1970 ini, mengemukakan, sebagai wanita karir, dirinya  selain  tidak pernah kenal lelah, juga tidak  ada dalam benaknya mau menyerah.  Baginya, untuk mengejar karir, bagaikan cambuk agar lebih giat, dan lebih maju, sehingga, dirinya terus mencoba dan mencoba.

Alumnus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar (1995) ini meyakini, dalam diri seorang wanita hars tertanam sikap percaya diri, terus belajar, kreatif dan inovatif, menguasai bidang pekerjaan, introspeksi diri, hingga harus bertindak tepat dan berpikir matang. Yang dimaksud percaya diri, bagi istri dari H.AlidarAco,SEE, M.Si ini, seorang wanita karir, tidak perlu takut untuk bersaing dengan pria sekalipun.

Modal utamanya adalah, percaya diri. Seorang wanita karir sukses yang penuh rasa percaya diri, biasanya adalah juga orang yang punya pikiran positif pada berbagai hal. Sikap positif yang terpancar ini, biasanya mendapatkan respon positif dari relasi kerja dan pastinya banyak urusan akan berjalan lancar.

Di bagian lain Hj. Nur Asiah juga menjelaskan akan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) dari jabatan yang kini diamanahkan kepadanya, yakni sebagai statistisi madya. Tugas pokoknya adalah, mengumpulkan data, mengelola data, menganalisis data, menyajikan data, hingga mempublikasikan data.

Selain tugas tugas yang diembang di kantor,  saat ini, Hj Nur Asiah juga masuk dalam jajaran pengurus muslimah. Di organisasi sayap Nadhaltul Ulama (NU) itu, ia dipercayakan sebagai Sekretaris umum muslimat NU, juga Bendahara Umum Wanita Islam (WI) Sulawesi Barat.

Begitu banyak tugas yang diembang, belum lagi sebagai ibu rumah tangga. Namun, ia tetap menjalankannya dengan enjoy. Tidak pernah merasa kendala.

Menurutnya, dalam pencapaian karirnya, ia sudah dua kali mengikuti lelang karir. Pertama di Sekretariat Jenderal (Sekjen) Komisi Pemilihan Umum ( KPU) RI, dengan jabatan Wakil Kepala Biro Perencanaan dan Data. Kedua di Kementrian Agama dengan pilihan jabatan Kepala Biro AUAK Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Negeri Parepare.

Walaupun dalam hal ini belum berhasil, namun ia  tidak pernah putus asah. Ia malah menganggap, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Ia meyakini, suatu hari nanti, bisa berhasil. Makanya, ia akan terus mencoba dan mencoba.

“Sekarang, wanita harus terus berkarya. Kecerdasan yang dimiliki setiap wanita harus terus digemakan. Wanita cerdas itu, bisa di rumah, di kantor, termasuk organisasi,” ujar, ibu empat orang putera ini, seraya menambahkan, sekalipun banyak kesibukan, utamanya dalam karirnya,  namun mampu membuat anak-anaknya bisa menyelesaikan pendidikan di sekolah agama. Yaitu mondok di pasantren. Dan alhamdulillah berhasil sungguh luar biasa dan patut jadi panutan dan contoh untuk semua wanita,wanita karir lainnya,” tutup Hj.Nur Asiah. (Pondyarni-sulbar)

BAGIKAN
Berita sebelumyaMamuju Dilanda Gempa 4,9 SR
Berita berikutnyaKadisnaker Makassar Hadiri Pengambilan Sumpah TP-TGR
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini diamanahkan sebagai Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here