Kepala Kementerian Agama Kota Makassar (batik) dan Ketua Baznas Kota Makassar, Ashar Tamanggong (pakai kopiah)

Makassar, Inspirasimakassar.com:

Gerakan Cinta Zakat (GCZ), selain mendorong partisipasi masyarakat meningkatkan zakat, infak, dan sedekah, juga memastikan penyaluran yang tepat sasaran, atau betul-betul sampai kepada mereka yang membutuhkan. Bahkan, GCZ ini dapat mengentaskan kemiskinan, hingga menangani musibah, dan lainnya. Salah satunya, gerakan Cinta Zakat yang akan dihelat Badan Amil Zakat (Baznas) Kota Makassar kerjasama dengan Kementerian Agama Kota Makassar.

Di sela-sela sosialisasi dan kerjasama Baznas Kota Makassar-Kementerian Agama Kota Makassar bertema “Mempererat Dukungan dan Motivasi dalam hal Optimalisasi  Pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana sosial Keagamaan lainnya” di Rumah Makan Ulu Juku, siang ini, Rabu, 6 Oktober 2021, Ketua Baznas Kota Makassar, H.M.Ashar Tamanggong mengemukakan,  program GCZ bakal melibatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non ASN untuk berzakat yang sudah sampai waktunya, dan berinfak bagi yang belum sampai nisabnya.

Ashar Tamanggong menyebutkan, Zakat tersebut disetor melalui Baznas. Pasalnya, berdasarkan Undang Undang, lembaga pemerintah non struktural ini diberi amanah menjalankan fungsi, mulai dari  perencanaan, pengumpulan, pengelolaan, mendistribusikan, hingga mendayagunakan Zakat, Infak, dan sadakah (ZIS), serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL).

Kakan Kementerian Agama Kota Makassar (Dr.Arsyad Ambo Tuo-berjalan)

Di hadapan para kepala sekolah lingkup Kamenterian Agama se Kota Makassar, Ashar juga menjelaskan berbagai program yang telah dilakukan, sekalipun baru dilantik April lalu oleh Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto.

Alumni Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar ini mengakui, jajaran Baznas Kota Makassar sedang giat giatnya menyalurkan bantuan bulanan kepada 56 mustahik (orang yang berhak menerima zakat) se Makassar. Nilai nominal sebulan, lebih Rp30 juta.

Setiap jumat, urainya, Baznas Kota Makassar juga memberikan bantuan bahan makanan bagi pemulung yang berada di emperan jalanan, dan emperan toko. “Artinya, apa yang Baznas Makassar lakukan benar benar tepat sasaran,” jelasnya, seraya menambahkan, program lain Baznas adalah, khitanan bagi 500 anak dari keluarga kurang mampu. Program ini berlangsung hingga akhir tahun ini, dengan mengedepankan protokol kesehatan di masjid masjid dengan jumlah peserta 50 anak.

Ada pula program BBM, atau Baznas Bersih Masjid. Kegiatan ini dilakukan setiap akhir pekan (Sabtu-Ahad) dari masjid masjid di seluruh Makassar. “Untuk mensukseskan kegiatan ini, Baznas melakukan kerjasama  dengan penyuluh agama, termasuk Dewan Masjid Indonesia, NU, dan nantinya juga dengan pemuda Muhammdiyah.

Ashar menambahkan, di bidang pendidikan, Baznas Kota Makassar juga memberikan bea siswa kepada siswa berprestasi, tetapi kurang mampu. Setidaknya 100 orang penerima, mulai dari SD, SMP, SMA/MAN, santri, hingga mahasiswa S1.

“Kami juga akan memberikan Bantuan Operasional Dhuafa Mandiri (BOSDANI). Termasuk memberikan bantuan modal kepada UMKMK. Bantuan modal ini berkisar mulai Rp3 juta hingga Rp10 juta. Para penerima akan dibimbing bagaimana cara mengelola atau memanej bisnis. Kami mengharapkan, para penerima ini ke depan bisa menjadi Muzakki, atau pemberi zakat,” harapnya.

Sebelum mengakhiri pernyataannya, Ashar menyebut, pihaknya juga memberikan BPJS kepada UPZ. Targetnya 1000. “Dananya, berasal dari para Mazakki,” tutupnya. (tim baznas kota makassar)

BAGIKAN
Berita sebelumyaBaznas Kota Makassar-Kementerian Agama Sosialisasi Zakat
Berita berikutnyaPatuhi Protkes Covid-19, Pengurus Baru PWI Wajo Dilantik
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here