Makassar, Inspirasimakassar.com:

Gerakan Nasional Anti Narkoba (GANAS Annar) Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen, sekaligus menjalin kolaborasi bersama menyelamatkan ummat dari bahaya penyalahgunaan Narkoba.

Jalinan kolaborasi itu tercetus di sela sela audensi GANAS Annar MUI Sulsel dengan BAZNAS Sulsel, Rabu, 30 November siang hari ini.

Ketua GANAS Annar MUI Sulsel, Dr.H.Waspada Santing, M.Sos.I,M.H.I didampingi H.Munir Pallawa dan Andi Elsa mengemukakan, dalam audensi tersebut pihaknya diterima Ketua BAZNAS Sulsel, Dr.dr.H.Muh Khidri Alwi dan Wakil Ketua IV, Drs.Abdul Azis Bennu.

 Menurut Dr.H.Waspada Santing, kedua lembaga ini sama sama sepakat, dan mendukung sejumlah kegiatan. Misalnya, Training of Trainer (ToT), atau pelatihan untuk pelatih anti narkoba. ToT ini bakal diikuti wakil wakil dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel dan Ormas Islam dari berbagai daerah di Sulsel.

Selain itu, demikian Waspada Santing, kedua belah pihak juga akan melakukan Bimtek Kewirausahaan bagi klien Balai Rehababilitasi Narkoba dan  warga binaan di Lapas Narkoba, baik Lapas Putra maupun Lapas Wanita.

“Khusus Lapas Wanita, direncakan berlangsung pada Hari Ibu, 22 Desember 2022. Kegiatan ini akan diikuti berbagai elemen organisasi wanita di daerah ini,” ujarnya.

Waspada Santing  yang juga Wakil Ketua III BAZNAS Kota Makassar ini menambahkan, BAZNAS Sulsel juga berkomitmen membantu GANAS ANNAR memperbanyak buku ‘La Tulku Aidikum Ila Tahlikat’ untuk bacaan kaum muslimin, khususnya dai/daiyan anti Narkoba.

 “Kami akan bicarakan dengan pimpinan BAZNAS Sulsel lainnya, bagaimana baiknya,” tutur Ketua BAZNAS Sulsel, Dr.Khidri.

Seperti diketahui, buku ‘La Tulqu Aidikum Ila Tahlukat’– ikhtiar menyelamatkan ummat dari penyalahgunaan Narkoba, dieditori wartawan kawakan, H.Waspada Santing. Dua maha garu (professor) masing masing Prof.Dr.Muh Ghalib,MA (Wakil Ketua MUI Sulsel), dan Prof. Dr.KH.Muammar Bakry,LC,MM (Sekretaris Umum MUI Sulsel. Sebagai pembanding adalah Dr.KH. Baharuddin AS,MA (Ketua MUI) Kota Makassar itu membedah buku setebal 116 halaman di Best Western Hotel, Kamis, 24 November 2022.

Bedah buku  itu dibuka Walikota Makassar, diwakili staf ahli bidang ekonomi, keuangan, dan pembangunan, Irwan Adnan.

Sat mewakili Walikota Makassar, Irwan Adnan yang juga mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Makassar ini, saat itu mengemukakan,  buku La Tulqu Aidikum Ila Tahlukat ini diharapkan menjadi literasi yang sejuk, sehingga pembacanya dapat memetik hikmah, sekaligus membangun kesadaran, agar menjauhkan diri dan keluarga dari penyalahgunaan Narkoba.

Wakil Direktur Narkoba Sulsel, Ardiansyah mengapresiasi penerbitan buku ini. “Kalau kondisi ini berlanjut, akibatnya merusak kualitas generasi muda. Yang berarti akan merusak bangsa.Untuk menekan semakin  maraknya penyalahgunaan  narkotika, pemerintah telah menumpuh berbagai upaya dan memberikan efek jera, melalui proses hukum. Melalui rehabilitasi sosial, misalnya,”ujarnya.

Penyalahgunaan narkotika di Indonesia, dan khususnya di Sulsel sangat masif, dan memprihatikan. Di Sulsel menurut laporan polisi dari Januari hingga November 2022, terdapat 1876 kasus. Tersangka yang diamankan 2539 orang. Tidak kalah pentingnya barang bukti yang disita jenis sabu sebanyak 67 kilogram, ganja 16 kilogram, .ekstasi 3907 butir, tembakau sintetis 1 kilogram, dan lainnya.

Prof.Dr.HM Ghalib misalnya mengemukakan, salah satu maslaah besar yang mengancam generasi muda adalah, bahaya penyalahgunaan narkotika. Karena itu, Guru Besar Ilmu Tafsir, Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, yang  juga Wakil Ketua Umum MUI Sulsel ini, perlu ditangani secara serius bukan generasi muda saja,  melainkan perlu pelibatan seluruh komponen ummat mengambil langkah menyelamatkan generasi muda.

Pernyataan senada dikemukakan Prof. Dr.KH.Muammar Bakry. Sekretaris Umum MUI Sulsel ini  menyebutkan, Islam hadir untuk menjaga lima hal utama, atau Maqashid Syariah. Yakni, menjaga agama,  menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga kehormatan, serta menjaga harta.

Memelihara akal, demikian Dewan  Fakultas Syariah  dan Hukum UIN Alauddin, dan Imam Besar  Masjid Almarkaz Al-Islami ini, merupakan karunia sang ilahi. Dan, hanya manusia sajalah yang dianugrahi akal. Dari akal ini pula,  dapat membedakan antara manusia dengan makhluk lainnya. (din pattisahusiwa)

BAGIKAN
Berita sebelumyaMurid SDN 31 Panaikang Ahmad Asyraf Juara III Lomba Duta Lingkungan Kabupaten Sinjai
Berita berikutnyaIGORNAS Sulsel Siap Gelar Kejuaraan Cabor DBON Tingkat Pelajar
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here