Makassar, Inspirasimakassar,com :

Program digitalisasi pasar rakyat merupakan langkah penting yang harus terus dilakukan dalam rangka menjaga daya saing pasar, mengingat perkembangan bisnis perdagangan daring yang tumbuh pesat di tanah air. Sebagai langkah nyata untuk mempercepat tercapainya target pemerintah dalam mencapai inklusi keuangan, LinkAja sebagai uang elektronik nasional menjadikan pasar tradisional sebagai salah satu program prioritas utama. Setelah sebelumnya hadir di berbagai pasar tradisional di berbagai wilayah di Indonesia, LinkAja kini membantu para pedagang pasar Pabaeng-Baeng di Makassar untuk memudahkan transaksi harian dengan para pembeli melalui pembayaran nontunai.

Digitalisasi transaksi di Pasar Pabaeng-Baeng ini dilakukan terhadap 124 pedagang pasar, bekerja sama dengan Walikota Makassar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PD Pasar Kota Makassar, Dinas Komunikasi dan Informatika (DISKOMINFO) kota Makassar , Bank Indonesia , PT Telekomunikasi Selular, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, beserta jajaran Pemerintah Kota Makassar dan lapisan masyarakat lainnya. Pada kesempatan yang sama, LinkAja juga menandatangani nota kesepahaman mengenai Peningkatan Potensi Ekonomi Daerah Makassar dengan Pemerintah Kota Makassar, yang ditandatangani oleh Walikota Makassar Iqbal Suhaeb, dan Direktur Operasi LinkAja, Haryati Lawidjaja.

Beberapa ruang lingkup kerja sama strategis dari penandatanganan nota kesepahaman ini mencakup sosialisasi dan juga penerapan pembayaran nontunai di berbagai acara atau kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemkot Makassar, sosialisasi dan edukasi serta penerapan pembayaran pendapatan daerah yang meliputi pembayaran pajak dan retribusi daerah, upaya mendorong kegiatan penggunaan uang elektronik di lingkungan Pemkot Makassar, serta pengembangan yang berkelanjutan di bidang sistem pembayaran secara elektronik.

Teknologi pembayaran elektronik yang diadopsi di Pasar Pabaeng – Baeng sudah menggunakan QR Code Indonesia Standard (QRIS), sehingga memudahkan para pembeli untuk bertransaksi dengan memindai satu QR Code yang dapat digunakan untuk lebih dari satu operator pembayaran. Hingga saat ini, para pedagang pasar telah diberikan sosialisasi maupun edukasi sehingga mereka dapat terampil untuk proses pembayaran nontunai dalam kegiatannya sehari – hari.

Haryati Lawidjaja, Direktur Operasi LinkAja mengatakan, “Upaya LinkAja dalam digitalisasi transaksi di Pasar Pabaeng-Baeng kami harap dapat semakin memperkuat ekosistem nontunai yang telah kami terapkan di Makassar, mulai dari sejumlah merchant lokal, transportasi publik (Bus Primadona), berbagai kampus (Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin & Universitas Negeri Makassar), kawasan pariwisata (Somba Opu dan Pantai Losari), pusat perbelanjaan (Mall Ratu Indah dan Nipah Mall), hingga puluhan masjid yang dapat menerima donasi digital melalui aplikasi LinkAja, selain tentunya meningkatkan daya saing para pedagang pasar di era transformasi digital ini. Bagi pengelola pasar, kehadiran pembayaran digital juga menjadi solusi untuk meningkatkan transparansi dan traceability transaksi yang terjadi di pasar. Kedepannya, kami juga akan terus berupaya secara progresif untuk meningkatkan kebiasaan transaksi nontunai di seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.”

Pasar Pabaeng – baeng merupakan salah satu dari sekian banyaknya pasar tradisional yang telah bertransformasi menjadi pembayaran digital. Beberapa pasar lainnya yang telah lebih dahulu bekerja sama dengan LinkAja yaitu Pasar Beringharjo Yogyakarta, Pasar Mayestik DKI Jakarta, Pasar Oro – oro Dowo Malang, Pasar Peterongan Semarang, dan beberapa pasar lainnya di Jawa dan Sumatra. Untuk memudahkan para pembeli maupun pengunjung pasar dalam mengisi saldo LinkAja, terdapat experience booth yang tersedia hingga akhir bulan Desember 20019 di area pasar. Sebagai info, saat ini akses pengisian saldo dan tarik tunai bagi pengguna LinkAja terdapat di ratusan titik transaksi,yaitu modern retail seperti Alfamart, Circle K, Indomaret, Grapari Telkomsel, Bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), ATM Link Himbara, jaringan ATM Bersama, ATM BCA, Kantor Pos, dan Pegadaian yang tersebar di seluruh kota Makassar.

BAGIKAN
Berita sebelumyaPohon Natal Plastik Setinggi 6 Meter di Swiss-Belhotel
Berita berikutnyaSVLK Belum Maksimal Atasi Kejahatan Kayu Ilegal
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa ini diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here