iwook-uit
Makassar, Inspirasimakassar.com:uit
Memasuki hari ke 3 pelaksanaan Pekan Ilmiah Farmasi Indonesia (PIMFI) 2017, ada beberapa item kegiatan yang dilaksanakan. Salah satunya adalah, lomba debat Clinical Skill Event. Dalam lomba yang diikuti oleh seluruh kontingen kampus ini menyisahkan 10 orang yang akan berlaga pada final hari ini, Kamis 7 September 2017.
Ke-10 peserta tersebut berasal dari kampus yang berbeda. Dan, yang menarik adalah Universitas Indonesia Timur (UIT), menjadi satu-satunya kampus asal Makassar yang berhasil meloloskan 2 pesertanya dalam final. Masing-masing, Nur Aziza dan Rendy Oktosema.
Rektor UIT, Prof. Dr. Muhammad Basri Wello, M.A sangat mengapresiasi keberhasilan tersebut. “Ini sejalan dengan komitmen menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas di Sulsel. Sampai tahap sekarang, sudah sangat bagus. Karena, prestasi yang demikian masih langka untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Kita harus bangga dengan prestasi yang diraih mahasiswa UIT tersebut,” ujarnya, seraya menambahkan, prestasi kedua mahasiswa UIT bermakna, pola pendidikan di kampus yang dipimpinnya, selain berjalan baik dan berkualitas, juga senantiasa menjadi prioritas bagi mahasiswa.
Sementara itu untuk kamar debat nasional ke Farmasi-an, UIT belum berhasil lolos ditahap selanjutnya. Metode debat yang menggunakan sistem gugur membuat UIT tidak mampu melangkah lagi usai kalah dari Universitas Algifari.
“Harapan besar pada kamar debat clinic skill event UIT bisa sampai final, Insya Allah. Namun demikian UIT di pentas nasional cukup memberikan warna khas keilmuan, alhamdulillah”, ungkap juri debat dr. Patawari yang juga dosen Fakultas Hukum UIT. Demikian Kepala Bagian Humas & Kerjasama UIT, Zulkarnain Hamson, S.Sos. M.Si. (din)

BAGIKAN
Berita sebelumyaRudianto Lallo Pertanyakan Keberadaan KP3S
Berita berikutnyaMubes IWO Bakal Dihadiri Wartawan Online Seluruh Indonesia
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, penanggungjawab dan pemimpin redaksi majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Anak bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan MUh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa.