INSPIRASI-MAKASSAR.COM, JAKARTA – Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Teguh Juwarno, menyatakan bahwa suara parlemen di DPR dipastikan mendukung beroperasinya kembali pabrik PT Semen Indonesia di Rembang sesuai rencana investasi semula.

“Parlemen dalam hal ini memberikan dukungan politik agar pabrik PT Semen Indonesia di Rembang bisa beroperasi kembali. Untuk itulah kami dukung kepada PT. Semen Indonesia khususnya dan Kemeneg BUMN untuk melakukan upayakan hukum terbaik agar tetap bisa beroperasi sesuai rencana investasi,” ujar Teguh Juwarno di Jakarta.

Upaya hukum yang dimaksudkan Teguh, dicontohkannya dengan melakukan Peninjauan Kembali (PK) terhadap keputusan PK Mahkamah Agung (MA) yang baru saja diputuskan beberapa hari lalu.

“Ini penting, mengingat besarnya investasi yang dilakukan telah mencapai lebih dari 90 persen, tentu keputusan MA

tersebut memberi sinyal yang negatif terhadap kepastian usaha Dan iklim investasi di Tanah Air,” kata Teguh.

Karenanya, Teguh juga berharap agar MA akan memberikan perlindungan hukum terhadap investasi yang ada. “Apa lagi investasi ini dilakukan oleh BUMN yang notabene adalah milik negara,” pungkasnya.

Seperti diketahui, proses pembangunan pabrik Semen Indonesia di Rembang saat ini mencapai 95 persen dan ditargetkan tahun 2017 sudah dapat beroperasi. Pabrik Semen Indonesia menempati lahan seluas 55 hektare dan luas tambang 450 hektare. Pabrik Semen Indonesia mampu berproduksi selama 130 tahun dengan rata-rata produksi mencapai 3 juta ton per tahun.

Namun pada 5 Oktober 2016 lalu, MA akhirnya mengabulkan gugatan dari sekelompok orang yang mengatasnamakan warga rembang untuk membatalkan izin pendirian pabrik semen di kawasan sekitar Desa Tegaldowo, Rembang, dengan alasan pendirian pabrik tersebut bakal merusak ekosistem setempat.

Akibatnya, ribuan karyawan PT Semen Indonesia yang sebagian besar adalah warga Rembang terancam terkena PHK jika pabrik tersebut urung beroperasi.

Menanggapi hal tersebut, Pakar Hukum Tata Negara (HTN) dan Adminitrasi Negara (AN), Prof Yos Johan Utama mengatakan, atas putusan Peninjauan Kembali (PK) MA pada 5 Oktober lalu, para pihak yang tak puas bisa mengajukan upaya hukum lagi. Sesuai SEMA (Surat Edaran Mahkamah Agung) RI No 10 tahun 2009 memberi kesempatan upaya hukum baru untuk alasan pertentangan hukum.

“Bukan berarti Semen Indonesia tidak bisa mengajukan izin lagi. Misalnya, syarat mengenai tidak adanya AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). Dia bisa ajukan lagi. Jika syaratnya tidak terpenuhi, baru tidak bisa,” terangnya

Proses pembangunan, pabrik semen di Rembang saat ini sudah mencapai 95 persen, dan tahun depan ditargetkan dapat beroperasi. Pabrik semen menempati lahan seluas 55 hektare, sedangkan luas tambang mencapai 450 hektare. Pabrik itu mampu berproduksi selama 130 tahun dengan rata-rata produksi mencapai 3 juta ton per tahun, dengan nilai investasi mencapai Rp 4,5 triliun. Pabrik Semen Indonesia di Rembang ini, mayoritas sahamnya di miliki oleh Indonesia, dan dimaksudkan untuk menghadapi gempuran pabrik semen asing yang ingin menguasai pasar Indonesia. (Debby, 082157526676)

BAGIKAN
Berita sebelumyaUstadz Agung Terima Kunjungan OMOH Sulsel
Berita berikutnyaProf Dr Andi Niartingsih Pukau Pemirsa TVRI Makassar
Journalist Inspirasi Makassar. Lahir di Kutai Kartanegara, 25 Juli 1972. Studi SD hingga SMP (MTs As'adiyah) diselesaikan di sebuah desa penghasil batu bara, Santan Tengah, kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Menyelesaikan S1 di Fakultas Teknik Elektro, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Februari tahun 1999. Sementara pendidikan menengah atas ditempuh di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Watampone, Bone, Sulawesi Selatan. Mantan wartawan harian Fajar Makassar, penyiar dan reporter di radio berita Independen Fm serta kontributor Radio Berita 68H Jakarta.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here