Makassar, Inspirasimakassar.com:

Pasangan calon nomor urut tiga, Syamsu Rizal-Fadli Ananda, menempatkan pendidikan sebagai salah satu sektor utama yang menjadi perhatian untuk dibenahi. Paket dengan akronim DILAN itu berkomitmen menciptakan pemerataan pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak Kota Makassar, baik itu yang tinggal di kota maupun pesisir dan kepulauan. 

Dokter Fadli-sapaan akrab Fadli Ananda, menyampaikan salah satu problematika klasik dunia pendidikan adalah pemerataan pendidikan. Terjadi ketimpangan kualitas pendidikan yang diterima anak yang bermukim di kota dengan yang tinggal di pesisir dan kepulauan. Bahkan, terkadang ditemui anak usia sekolah tidak lagi mengenyam pendidikan. 

“Insya Allah dengan program-program DILAN, seperti Baruga Macca, Sekolah Sombere dan lainnya, maka permasalahan itu dapat teratasi. Kita hadirkan pemerataan pendidikan secara berkualitas karena itu juga menyangkut SDM Kota Makassar pada masa mendatang,” ucap dia, Sabtu (17/10/2020).

Menurut Dokter Fadli, yang menjadi fokus utama dalam pemerataan pendidikan adalah kawasan pesisir dan kepulauan. Wilayah ini kerap kali luput dari perhatian pemerintah. Ia menegaskan bila kelak DILAN diberi amanah, maka pemerintah akan hadir di semua wilayah, tidak hanya di perkotaan tapi juga hingga ke pelosok. 

Dokter Fadli melanjutkan bersama tim DILAN, pihaknya sudah melihat langsung bagaimana kondisi anak-anak di wilayah kepulauan. Makanya, tatkala melakukan kampanye di wilayah itu, pihaknya tak mau sekadar melakukan sosialisasi program, tapi juga melakukan aksi nyata. Di Pulau Barrang Lompo dan Pulau Langkai misalnya, pengurus NU itu membagikan alat tulis untuk anak-anak.

Ke depan melalui program Baruga Macca, ia menyebut DILAN juga akan menyiapkan tenaga pendidik alias guru untuk pemenuhan hak pendidikan usia wajar di kawasan pesisir dan kepulauan. Selain itu, lewat program Sekolah Sombere, pasangan doktor dan dokter ini akan menyediakan beasiswa untuk anak dari keluarga kurang mampu dan siswa pulau.

“DILAN mempunyai sederet program di bidang pendidikan, ya khusus untuk wilayah pesisir dan kepulauan itu akan kita siapkan tenaga pendidik. Lalu ada juga beasiswa khusus untuk siswa pulau. Semuanya ini bermuara pada pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan di Kota Makassar,” tandasnya. (hadi)

BAGIKAN
Berita sebelumyaCinta Laura Kiehl dan Pertamina Foundation Wujudkan Impian Wirausaha Perempuan jadi Kenyataan
Berita berikutnyaWaspadai La Nina di Sulsel, BMKG Sosialisasi ke Gubernur
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here